Hear My Heart

Hear My Heart
Part 26


__ADS_3

entah apa yang membuatnya berat, terasa ada yang membelit di bagian perut dan lehernya. ia tak ambil pusing, aileen mengira itu hanya selimut tidurnya.


tanpa berusaha menyingkirkannya aileen justru mengeratkan selimut itu, namun saat ia berbalik ternyata sosok tampan yang ada di hadapannya yang sedari tadi membelit tubuhnya. namun saat ia membulatkan matanya dan bersiap untuk teriak, galen menutup mulut aileen dengan bibirnya.


dalam sepersekian detik aileen dan galen terkesan seperti pasangan suami istri dengan morning kiss sebagai pengantin baru.


Galen pun segera memundurkan wajahnya. "kak galen..kak galen mundur dong.." aileen berusaha berontak agar terlepas oleh galen.


"aileen diem dulu.."


"kak galen, kakak sengaja nyuruh aku diem biar kita.." aileen lalu memejamkan matanya sekilas "astaga kak galen gila"


"kalo kamu gak diem aku cium lagi mau?" seketika aileen terdiam dan bergidik ngeri mendengar ucapan galen.


melihat raut wajah dari aileen, galen merasa gemas, pasalany aileen terlihat sangat lucu.


"aku nyium kamu itu supaya kamu gak teriak, kalo kamu teriak bisa pecah kuping aku aileen"


"tapi gak perlu nyium juga kali kak, itu namanya kak galen mengabil kesempatan dalam kesempitan" aileen mengerucutkan bibkrnya karena kesal.


"emang dalam kesempitan, tangan aku kan kamu lilit sama selimut aileen makanya aku bikin kamu diam dengan mulut"


seketika wajah aileen bersemburat merah karena malu. ia begitu terus menyalahkan galen, sedangkan dirinyalah yang membelit tangan galen.


"udah tau kan sekarang?" galen melempar senyum smirknya menatap aileen yang malu-malu. "sekarang kamu perlahan buka selimutnya okey" dalam waktu beberapa saat akhirnya aileen berhasil membuka selimut yang ia pakai, dan setelah itu ia langsung berlari ke kamar mandi meninggalkan galen.



sedangkan galen hanya tersenyum melihat tingkah aileen yang malu-malu seperti pengantin baru.


"malu banget... ihh harusnya tadi kan pura-pura tidur aja biar kak galen duluan yang bangun" aileen menenggelamkan dorinya di dalam bathup sejenak kemudian melanjutkan mandinya.


setelah beberapa saat aileen pun seleaai mandi, dan saat itu galen sudah tidak ada di kamar. entah kemana galen pergi, saat itu aileen merasa aman dia tidak harus malu. namun setelah selesai berias galen pun kembali untuk mandi.


setelah selesai mandi, aileen dan galen pun memutuskan untuk pergi ke bawah bertujuan untuk mencari sarapan.


ketika aileen dan galen sampai di restoran hotel, saat itu juga mereka di kejutkan oleh kehadiran adrian.


"tuan adrian, bukannya anda semalam memutuskan untuk kembali ke jakarta?" tutur galen.


"anda benar tuan galen, tapi saya memutuskan untuk sehari lebih lama disini untuk mengajak aileen berjalan-jalan"


"tapi rion, bukankah kamu harus menemui klien penting hari ini?" aileen mendekat ke arah adrian yang saat ini ada di hadapannya.


"klien itu memundurkan jadwalnya menjadi besok aileen, mari.." adrian mengulurkan tangannya meraih jemari aileen, sedangkan aileen melihay ke arah galen yang saat itu menatapnya datar.


seakan mengetahui pikiran aileen, galenpun menyuruh aileen untuk pergi dengan adrian. "pergilah dengannya, aku akan sarapan. dan setelah ini aku harus kembali ke atas untuk memeriksa file untuk meeting saat kita pulang nanti"

__ADS_1


aileen pun lega dengan jawaban galen yang tidak seperti biasanya, yang sering mencari alasan untuk melarangnya pergi dengan adrian.


-


cukup lama aileen bepergian dengan adrian, hingga pukul 5 sore aileen belum kembali ke hotel. saat itu galen mulai khawatir, iapun segera mengirim pesan untuk aileen.


▪ai, sudah hampir larut. jika sudah tidak ada keperluan kembalilah ke hotel, aku belum makan malam [Galen]


▪aku sudah menuju hotel kak, mungkin 5 menit lagi aku sampai di kamar. [Aileen]


setelah 5 menit benar saja aileen sampai di depan kamar hotel diantarkan oleh adrian dengan membawa makanan untuk galen.


"kau bawa apa?" galen bertanya sembari menghampiri aileen.


"ini makan malam untuk kak galen, setelah ini aku harus keluar makan malam dengan adrian kak, jadi aku tidak bisa menemanimu makan"


akhirnya tanpa membalas ucapan aileen galen kembali memperhatikan laptop yang ada di pangkuannya.


saat itu kemudian aileen bersiap untuk dinner dengan tunangannya, yaitu adrian. hal itu mulai mengganggu galen, entah kenapa galen merasa tidak suka di tinggal oleh aileen .


saat aileen mulai makan malam, tanpa sepengetahuan aileen galen ternyata mengikuti aileen. ia terus memperhatikan setiap gerak gerik dari aileen dan juga adrian.


"astaga, kenapa aku baru tau aileen berpakaian sependek itu?" galen membulatkan kedua matanya.



dan tanpa sengaja seorang waiters menumpahkan makanan ke atas pakaian aileen. tanpa bermaksud lain adrian membantu aileen membersihkan makanan yang ada di pakaian aileen.


galen mengepalkan kedua tangannya mengetahui adrian menyentuh aileen, dan aileen hanya diam.


dan karena kejadian itu mereka membatalkan makan malam mereka dan adrian pun segera mengantar aileen hingga depan pintu kamar.


ketika aileen memasuki kamarnya aileen mendapati galen dengan segelas minuman di tangannya.


"kak galen, kak galen gak boleh minum kaya gini." aileen berusaha merebut minuman yang ada di tangan galen. namun galen menggerakkan tangannya dan dalam waktu satu detik aileen sudah jatuh di pelukan galen.


saat aileen ingin bangkit galen menahannya untuk bangkit. seketika aileen menatap galen.


"kak galen tolong lepas, jangan becanda. kita sudah berjanji untuk tidak ada kontak fisik yang berlebihan bukan?"


"oh jadi aku sebagai suamimu tidak boleh menyentuhmu, sedangkan adrian bukan suamimu boleh menyentuhmu dimana saja"


"apa, apa maksud kak galen?"


"aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri, tadi adrian menyentuhmu di beberapa tempat dan kau hanya diam" galen mengeraskan rahangnya menahan amarah.


"kak galen salah sangka, itu hanya-"

__ADS_1


dalam seketika galen ******* bibir aileen dengan kasar. saat itu aileen mendorong tubuh galen namun tenaganya tidak mampu mengalahkan galen.


sedangkan galen yang melihat nafas aileen yang terengah-engah ia pun melepaskannya dengan senyum yang ia sunggingkan.


plak...


untuk meyadarkan galen aileen harus menamparnya.


"kak galen gila, jangan seperti ini! kak galen mabuk!"


"kau menampar suamimu aileen?" ucap galen dengan suara paraunya.


aileen pun segera bangkit dan menjauh dari galen, namun karena pengaruh alkohol dan rasa amarah galen mendorong aileen ke atas tempat tidur, sebelum aileen melawan galen segera mengunci tubuh aileen dengan tubuhnya. dan setelah itu iapun kembali menci*m aileen.


aileen yang tak mampu melawan pun hanya pasrah saat galen melakukan kewajibannya sebagai suami. saat itu tanpa galen sadari, aileen mulai menitikkan air mata.


setelah beberapa saat galen menjatuhkan tubuhnya di samping aileen dan memeluk aileen. ia mengecup pipi aileen dengan lembut, dan setelah itu ia pun tidak tersadar.


mata aileen yang sudah menganak sungai pun tak henti menatap galen yang terpejam. 'aku tidak menyangka kamu akan melakukan ini dengan keadaan yang benar-benar aku benci kak'


karena terus merutukki dirinya sendiri aileen menangis hingga terlelap.


alarm pun berdering, galen yang sudah bangun segera meraih dan mematikannya. saat itu ia baru melihat keadaannya dengan aileen.


galen menatap wajah aileen, saat itu ia sadar mata aileen yang sembab. dan terdapat beberapa kiss mark di tubuh aileen.


saat galen memperhatikannya aileen pun terbangun dengan keadaan yang sama.


saat itu aileen ingin bangkit namun galen menariknya kedalam pelukannya, aileen ingin memberontak namun ia masih belum punya cukup tenaga.


galen menangkup wajah aileen, namun aileen tidak berani menatapnya.


"aileen maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu seperti ini." galen menarik aileen kembali kedalam dekapannya.


"kenapa kak, kenapa kamu melakukan ini?" airmata aileen membasahi wajahnya hingga ke badan galen.


"maafkan aku aileen, semalam aku mengikutimu dengan adrian. dan aku sangat marah melihat adrian menyentuhmu, dan aku semalam melampisakannya dengan minuman. namun aku tidak menyangka akan melakukan hal ini aileen"terlihat penyesalan di mata galen. saat ini galen memang sudah mulai jatuh cinta dengan aileen. sehingga dia tidak rela melihat lelaki lain menyentuhnya.


"apa yang harus aku katakan dengan adrian kak.." aileen menangis tersedu-sedu di pelukan galen.


"tenanglah aileen.. aku akan bertanggung jawab" saat itu aileen hanya bersandar di dada bidang galen. sedangkan galen berusaha menenangkan aileen. namun saat ia mengingat kejadian semalam ia merasa aneh dengan keadaanya saat ini yang masih belum memakai pakaiannya. saat ini ia berusaha menahan dirinya untuk tidak mengulangi kesalahan yang ia perbuat dalam waktu satu malam.


.


.bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2