Hear My Heart

Hear My Heart
Part 13


__ADS_3

Ersya kembali membanting semua barang yang ada di kamar seperti yang ia lakukan di rumah galen. ersya begitu marah karena saat itu ia tidak menyangka galen memutuskannya begitu saja.


ersya memang hanya tinggal sendiri di sebuah apartemen yang cukup kecil. bahkan kedua orang tuanya tinggal di sebuah komplek yang nitabene nya di tinggali rakyat kelas menengah.


"aku tidak akan tinggal diam, aku akan membuat perhitungan denganmu aileen. kamu yang membuat galen memutuskan hubungannya denganku."


____flashback on____


"apa yang kami lakukan ersya, kamu sudah keterlaluan!" bentak galen.


"aku hanya memperingati orang-orang supaya mereka tidak menjadi korban seperti kamu sayang"


"korban? aku menikah dengan aileen itu karena orangtuaku ersya, bukam karena aileen menggodaku. seharusnya kamu mengerti itu"


"tapi dia sudah mulai menggodamu dengan memamfaatkan keluguannya galen"


" stop ersya"


ersya begitu terkejut mendapat bentakan dari galen "jadinkamu membentakku karena perempuan bisu yang tak tau malu itu"


"ersya..." galen mebgangkat tangannya dan hampir memukulnya. namun raven menghentikan tidakan galen dengan memegangi tangannya.


dan dengan brutal ersya membanting semua barang-barang yang ada di ruamg tamu rumah galen. untuk menghentikan ersya, galen meremas sebuah gelas kaca yang membuat tangannya berdarah. dan hel itu seketika menghentikan aksi dari ersya


"lebih baiik kamu pulang ersya, dan kita hetikan saja rencana kita untuk menikah. aku todak akan menikahi perempuan sepertimu"


"tapi galen..."


" antar dia oulang raven" potong galen menghentikan ucapan ersya.


____flashback off____


ersya masih terua memimirkan saat galen menghentikan rencana pernikahannya, hal itu semakin memambah kebencian di hatinya terhadap aileen.


"ingat aileen, aku akan memghancurkannmu. karena kamu lehidupanku untuk menjadi orang kaya musnah begitu saja.!" ersya mengepalkan tangannya dengan emosi yang membuncah.


▪▪▪▪▪▪


'kak, jangan mengambil tindakan di saat kamu sedang marah. atau kakak akan menyesalinya'aileen menatap galen yang saat itu juga menatapnya dalam.


"aileen keputusan kak galen ini sudah benar. aku tau ersya itu bukam perempuan yang baik untuk kak galen" sahut raven.


'tapi kak raven tau bukan, kak galen dan ersya sudah lama menjalin hubungan ini. bahkan mereka masih saling mencintai walaupun kak galen sudah menikahiku. iyu berarti cinta kalian sangat besar. tapi kenapa kalian harus membatalkan pernikahan yang kalian impikan hanya karna masalahku?!'


"setelah mendengar ucapanmu aku semakin yakin untuk putis dari ersya aileen. aku tidak suka dengan perempuan yang temprament seperti itu" sahut galen.


triing...triing....


dering ponsel menghentikan perbincangan mereka.

__ADS_1


dan raven segera melihat ke layar ponselnya yang tertuliskan 'Mama' .


"iya halo ma, mama apa kabar.."


"mama baik sayang, oh iya sayang dimana kakamu dan aileen. kenapa mereka sangat susah mama hubungi?"


raven menatap ke arah galen dan bergantian ke arah aileen. dan saat itu galen mengisyaratkan untuk segera menjawab pertanyaan ibu mereka.


"emm kak galen sangat sibuk ma makanya tidak sempat mengangkat telfon mama"


"dasar anak itu, selalu pekerjaan yang di utamain. mama khawatir dia tidak memperhatikan keadaan istrinya. dan tolong besok kaliam jemput mama ya,mama kangen sama kalian"


"apa, jadi mama besok pulang?" raven yerkejut mendengar ibunya yang akan pulang.


"iya sayang.. emang kamu ga seneng ni mama pulang"


"ya seneng dong ma.. mana mungkin raven gak seneng. kak galen sama aileen juga seneng banget tu. ya udah ya ma udah ngantuk banget ni.."


raven pun mengakhiri penggilan itu dengan raut kecemasan.


"besok mama pulang kak.."


"aku sudah dengar lalu?" potong galen menghentikan raven.


"lalu? kak galen lupa, mama belum tau mengenai perceraian kalian bukan?!" selorohan raven membuat galen dan aileen tiba-tiba panik.


'iya kak, kita harus gimana?' aileen begitu gusar menatap galen memastikan.


"kita harus pura-pura menjadi keluarga yang bahagia!" tukas galen.


"ya,aku setuju dengan ide kak galen!" sahut raven. "lagi pula mama tidak lama kan disini, kita lakukan itu saja dari pada kesehatan mama terganggu!"


"aileen.. aku tau ini sulit tapi kamu juga harus bekerja sama dengan kita" galen meyakinkan aileen, dengan berat aileen akhirnya menyetujui saran dari galen.


"oke,lebih baik sekarang kita pindahkan barang-barang aileen ke kamar kakak" seru raven yang membuat aileen dan galen mengernyitkan dahinya.


"kenapa kalian menatapku seperti itu, aku tidak salahkan? kalau barang aileen tidak di pindahkan ibu akan curiga, kamar itu kan akan di tempati oleh mama!" penjelasan dari raven akhirnya di terima oleh galen dan juga aileen.


Saat ini mereka tengah sibuk memindahkan barang-barang milik aileen. dan saat galen tengah bersama aileen, galen kembali mengingat perlakuan ersya yang membuat aileen di hujat oleh banyak orang.


"ai..." aileen menoleh ke arah galen yang memanggilnya. "aku minta maaf atas perlakuan ersya. dan kamu berhak menghukumku karna saat itu aku tidak berbuat apa-apa untuk membelamu." raut penyesalan begitu terlihat jelas di wajah galen.


'kita tidak perlu membahas itu kak, lagi pula image ku sudah terlanjur jelek di mata orang-orang. dan aku sudah terbiasa akan hal itu.'


"tidak aileen, aku akan membantu mengembalikan kehormatanmu" galen meraih tangan aileen.


aileen pun melepas tangan galen dan menuliskan sesuatu. 'tidak perlu serepot itu kak, aku baik-baik saja.'


"eghem....." dehaman raven membuat aileen dan raven tersentak dan seketika menjauh satu sama lain.

__ADS_1


"aileen lebih baik kamu ikut aku okey, aku takut ada yang menyesal dan mengajakmu rujuk. itu bisa merugikanku bukan" raven menarik aileen keluar dari kamarnya.


aileen lalu menghentikan langkahnya 'maksud kak raven merugikan kak raven apa?'


"emm sudahlah kita tidak perlu membahasnya, lebih baik kita susun barang-barangmu suoaya mama tidak curiga."


mereka bertiga begitu sibuk menata rumah mereka dan menghiasi dinding dan lemari mereka dengan banyak foto aileen bersama galen yang sempat mereka pindahkan ke gudang.


_


Kini ibu Anggita telah sampai di rumah anak-anak kesayangannya, saat itu bu anggita langsung memperhatikan seisi rumah. dan untungnya galen dan raven sudah memasang semua foto keluarga mereka tanpa terkecuali.


"sayang, dimana aileen?" bu anggita bertanya dengan kedua putranya. sedangkan saat itu raven memberi kode kepada galen untuk menjawabnya.


"emm begini ma, mama tau kan aileen anaknya seperti apa. aileen tidak pernah mau merepotkan kita!"


"udah deh jangan buat mama bingung, langsung aja katakan sama mama aileen dimana?"


"karena aileen tidak ingin merepotkan, dia memilih untuk mencari pelerjaan dan saat ini aileen tengah bekerja ma"


"jadi kamu izinkan istri kamu kerja galen? aileen itu dari dulu selalu mama jaga, tapi kenapa kamu membiarkan aileen kerja. pasti dia sering kelelahan!" bu anggita merajuk terhadap galen yang membiarkan istrinya bekerja.


"aku tau ma, mama sangat menyayangi aileen. tapi galen juga tidak bisa membuat aileen bersedih ma"


"apa maksud kamu aileen bersedih?"


"mama tau semenjak mama pindah keluar negeri aileen harus sendiri saat raven dan kak galen ke kantor karena aileen sudah tidak bekerja di kantor, jadi kak galen mengizinkan aileen bekerja untuk menyibukkan diri ma!"


akhirnya bu anggita mengerti dengan penjelasan raven. "oke alas itu bisa mama terima. tapi, kenapa aileen tidak bekerja di kantor kita?"


"emm karna seseorang memecatnya ma!" tukas raven


"siapa yang berani memecat anak mama?" pertanyaan bu anggita membuat galen gelisah.


"ya kak galen lah ma, siapa lagi yang berani memecat aileen kalo bukan suaminya sendiri."


"galen.. mama kecewa sama kamu!"


"galen punya alasan ma! galen hanya tidak ingin melihat aileen lelah karena bekerja di kantor. dan mama taukan galen ingin membahagiakan istri galen" jelas galen.


mata bu anggita berbinar mendengar ucapan dari anaknya yang ternyaya sangat mencintai anak angkatnya sekaligus menantunya itu.


"kalo itu alasannya mama bangga sama kamu sayang, tapi kenapa sekarang kamu membiarkan istrimu bekerja?"


"aileen bersikeras ingin bekerja ma, dan kalo iti bisa membuay aileen bahagia galen tidak bisa melarangnya ma"


akhirnya bu anggita memelul erat anaknya itu. "raven gak di peluk ni" seru raven, dan akhirnya merekapun saling memeluk satu sama lain.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2