Hear My Heart

Hear My Heart
Part 68


__ADS_3

Brakkkk


Terjadi kecelakaan, Mandalika membuka matanya setelah memilih memejamkan matanya karena kecelakaan yang ada dihadapannya.


"untung aja gue nggak ketabrak."


"nggak ketabrak si nggak ketabrak, tapi tolongin gue kali. gue kayak gini biar lo terhindar dari kecelakaan tau! "


Saat itu orang yang meminta tolong adalah Oky. Oky yang berada di atas brankar pun berada di antara semak karena tersenggol sebuah mobil yang hampir menabrak Mandalika.


"oh iya iya.. "


Mandalika membantu Oky untuk turun dari brankar yang posisinya sudah miring karena rodanya masuk ke sebuah got dan hampir terjungkal.


"Lo ngapain si pakek naik-naik kayak ginian?"


"ya buat nolongin lu lah. lu itu lari sampek nggak liat kiri kanan, sampek ada mobil aja lu nggak liat"


"soalnya tadi gue takut dikejar sama anjing. oh ya nanti lo dimarahin orang lagi, tu brankar lo bawa-bawa"


Dan benar saja dengan ucapan Mandalika. belum lama ia membicarakan hal tersebut, seorang perawat mendatangi mereka dengan nafas yang terengah-engah karena mengejar Oky yang membawa brankar sebuah klinik kesehatan.


Saat itu ketika sang perawat membawa brankar nya, Mandalika segera meminta maaf karena sudah menyebabkan dirinya harus berlari untuk mengambil brankar.


Setelah kepergian sang Perawat, sebuah mobil datang menghampirinya dan sedikit mengomel karena ulah Oky yang sengaja menabrakkan brankar nya untuk menghalangi mobil tersebut agar tidak menabrak Mandalika.


"ya udah thanks ya, lo udah nolongin gue." Mandalika pergi begitu saja tanpa menanyakan keadaan Oky saat ini.


"beuh tu cewek parah banget?tangan gue sampek sakit sakit kayak gini malah cabut gitu aja. asli tu cewek, pasti gua kerjain besok"


Oky kembali bergabung dengan gengnya, namun ketika ia sampai, ia langsung duduk sembari memijat-memijat lengannya yang sedikit berwarna kebiruan karena benturan ketika menolong Mandalika.


"lo kenapa Ky?" tanya Hihi yang tengah bermain game di sebelah Oky


mendengar ucapan Hugo, anggota yang lainnya pun turut melihat lengan Oky yang berwarna kebiruan. dan tidak hanya itu, Rexy justru memegangnya dengan erat hingga Oky memekik karena rasa sakit.

__ADS_1


Seketika Rexy menatap Oky dengan tatapan yang lugas. "siapa yang lakuin ini sama lo Ky, biar gue kasih pelajaran"


Oky masih belum menjawab dan fokus memijat-mijat tangannya yang terasa sakit.


'mending gue pura-pura nggak denger. nanti kalo gue bilang nolongin Mandalika, bisa-bisa gue di cengcengin lagi sama anak-anak'


"bilang ke gua Ky" kali ini Rexy sedikit mengeraskan suaranya.


"iya Oky, lu bilang sama gua buat gua gibeng" sahut Marco.


"atau jangan-jangan ini kerjaan geng Eagles?" Hugo pun angkat bicara.


Ketika semuanya sibuk bertanya kepada Oky, satu orang justru hanya sibuk bermain ponsel dan memilih untuk duduk disudut ruangan yang tidak terlihat dari semua teman-temannya.


ting


notifikasi pun berdenting


Ver, gimana sama keadaan Eky?


engkaulah, yakali gua suka sama bentukannya kek Oky. gue tau dia itu playboy cap kaki lima kan 😜


Bejanda gua


anak berapa? satu apa dua? 🤪


dahlah sekarang serius, lu Nape nanyain si Oky?


Tadi dia nolongin gue, kayaknya tangannya kebentur deh


Setelah membaca pesan dari Mandalika, Vero lalu melohat keadaan Vero yang ternyata benar sedang kesakitan karena tangannya kebiruan.


Lalu Vero kembali ke tempatnya semua lagu dan kembali mengabari Mandalika jika Oky cukup parah karena tangannya kini semakin biru.


Saat itu yang lainnya bersama dengan Vero pun membawa Oky untuk berobat. di sana Vero masih meringis kesakitan, karena bukannya ke rumah sakit, Vero membawa Oky kepada tukang urut sesuai rekomendasi dari Mandalika.

__ADS_1


Setelah di urut oleh tukang urut, Oky merasa tangannya lebih baik meskipun ketika tukang urut memintanya, tangannya begitu terasa sakit yang teramat.


Keesokan paginya, Mandalika berangkat ke sekolah dengan di antar oleh opanya. tetapi di tengah jalan, mobil yang ia bawa bersama opanya mendadak mogok.


"opa, Manda berangkat naik ojek aja ya takutnya kalo nunggu bener nanti Manda terlambat ke sekolahnya"


Dengan berat hati opa Manda pun mengizinkan demi sekolah Manda. Mandalika sampai di sekolah dengan selamat dan turun dari ojek. pagi itu Mandalika berdiri di tepi jalan sebelum masuk kedalam sekolahannya. namun saat itu sebuah mobil mewah berwarna merah muda melintas di samping Mandalika dan menyipratkan air yang menggenang di jalanan didekat Mandalika hingga membuat pakaian Mandalika kotor.


Namun mobil di belakang mobil tersebut segera berhenti.


"kamu nggak papa nak? "


Mandalika yang tengah membersihkan pakaiannya mendongak melihat seseorang yang baru bertanya padanya.


"enggak kok om, aku hanya kotor"


"anak sekarang benar-benar tidak tau aturan dan sopan santun, jika aku dekat akan aku peringatkan."


"ya udah aku permisi ya om, aku harus segera mengganti pakaianku"


"tapi apa kamu membawa seragam lain? "


"iya om, karena aku tau ini akan terjadi. karena ini memang sering terjadi"


Mendengar ucapan Mandalika orang tersebut yang tadinya sudah mau kembali kedalam mobil justru kembali berjalan ke arah Mandalika.


"apa yang kamu katakan barusan nak? kamu ini sering? "


"eh ya udah ya om aku harus pergi, permisi" Mandalika salim kepada orang tersebut dan berlari kedalam dengan seragam yang masih kotor.


"baru kali ini ada anak polos seperti itu. aku harap nantinya Nolan akan dekat dengan gadis seperti itu. bukan gadis seperti yang membawa mobil tadi, sangat angkuh" tercetak senyum manis


"Dan akan aku pastikan Nolan harus mendapat seseorang yang baik yang bisa menuntunnya kembali seperti dulu. karena dia adalah keponakanku yang paling aku sayangi"


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2