Hear My Heart

Hear My Heart
Part 76


__ADS_3

Hari semakin gelap, jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Saat itu Mandalika benar-benar sudah datang untuk mengajari Nolan. Seperti biasa Nolan selalu membuat Mandalika berulang kali untuk mengajarinya sehingga membuat Mandalika merasa lapar.


Krukuk


Nolan seketika menatap Mandalika yang tengah membuat soal untuk Nolan.


"Lu belom makan? "


"Belom"


"Ikut gue"


Nolan menarik Mandalika ke dalam dapur yang ada di rumah Nolan. Saat itu Nolan membukakan lemari es dan mengeluarkan beberapa bahan makanan.


Nolan mulai memakai celemek dan memotong bahan-bahan makanan yang sudah ia keluarkan dari lemari es. Saat itu Mandalika terkesima melihat aksi Nolan yang begitu piawai dalam memasak.


Setelah menunggu beberapa menit, Nolan tengah selesai dengan masakannya. Dan dua piring nasi goreng, lengkap dengan topingnya sudah tersaji di meja makan.


Mandalika ragu untuk memaknannya, ia masih terpaku melihat hasil makanan masakan Nolan. Sementara Nolan sudah mulai menyantap makanannya dengan lahap.


"Kenapa nggak dimakan? Tenang aja, gue gak ngeracunin lo kok. Gue cuman nggak mau lo mati kelaperan, terus gue yang jadi tersangka"


Setelah Nolan mengatakan hal itu, Mandalika mulai menyuap nasi goreng kedalam mulutnya. Mandalika benar-benar terkejut dengan masakan yang dibuat oleh Nolan. Pasalnya dirinya saja yang seorang perempuan tidak pernah memasak nasi goreng seenak buatan Nolan. Dengan lahap Mandalika terus menyuap hingga perutnya terisi penuh.


Setelah menghabiskan makanannya, Mandalika meraih piring kosong dihadapan Nolan.


"Lo mau ngapain? "


"Ya mau cuci piringlah"

__ADS_1


Akhirnya Nolan membiarkan Mandalika untuk mencuci piring tersebut. Ketika Mandalika tengah menaruh piring di rak piring, Nolan justru mengejutkannya hingga piring yang ada ditangan Mandalika terjatuh dan pecahannya mengenai kaki Mandalika.


"Auh.. " Mandalika meringis kesakitan.


"Astaga, kaki lo berdarah"


Nolan lalu membantu Mandalika duduk, setelah itu ia membantu membersihkan luka Mandalika dan mengobatinya.


"Ini ada apa Nolan, kenapa kaki Manda terluka?" Tanya Galen yang baru saja pulang dari kantornya.


"Ini tadi kena pecahan piring waktu" Balas Nolan singkat.


"Si mbok kemana, kenapa bukan dia yang rapihin piringnya?"


"Udah balik"


Pembantu di rumah Galen memang hanya datang ketika pagi dan pergi setelah setelah majikannya menyuruhnya pulang setelah menyelesaikan tugasnya. Sehingga tidak ada lagi pembantu ketika malam hari. Galen sengaja melakukan itu agar Nolan tidak terlalu manja.


"Nggak usah om, ini udah di obatin. Lagian belajarnya belum selesai"


"Kamu yakin? "


Mandalika mengangguki ucapan Galen dengan senyum tipis diwajahnya.


"Baiklah, kalau begitu om harus ke kamar"


"Iya om"


Mandalika sempat heran dengan Nolan. Ia tau jika hubungan Nolan dengan ayahnya sedikit kaku. Tetapi Mandalika tidak ingin ikut campur dan memilih untuk kembali mengajari Nolan.

__ADS_1


_


Keesokan paginya seperti biasa Mandalika berangkat ke sekolah dengan menggunakan kendaraan umum. Tetapi hari ini ada yang tidak biasa, yaitu ketika ia melihat geng Scorpions berjajar didepangerbang sekolahan.


"Kalian? Ngapain kalian ke sini? "


Rexy langsung turun dari motornya dan segera menghampiri Mandalika. Ia menarik Mandalika ke sudut untuk berbicara empat mata.


"Ada apa? "


"Ada apa lo bilang? Dengerin gue. Gue nggak mau tau, lo harus suruh anak-anak Eagles buat hapus foto editan mereka tentang lo sama Vero. Lo harusnya sadar,kalo cewek kayak lo nggak pantes jadi pacar salah satu member Scorpions"


Mandalika melepas cekalan Rexy dan justru terkekeh dengan ucapan Rexy yang menuduhnya berpacaran dengan Vero.


"Lo yang harus dengerin gue Rexy ketua geng Scorpions"


Disebut seperti itu ternyata membuat Rexy semakin tidak suka. Rahangnya mengeras dengan tatapan tajam yang siap menerkam.


"Jadi menurut lo itu editan? Kalo gitu lo nggak usah perduli dong."


"Mana mungkin gue nggak perduli. Dengan Vero di kira pacaran sama lo, itu udah bikin reputasi geng Scorpions turun level ngerti"


"Huh gue baru tau, ternyata seorang Rexy yang terkenal pendiam. Ternyata justru omongannya lebih nggak guna dari semua temen-temen lo itu"


"Apa lo bilang? "


"Apa yang mau gue omongin udah gue omongin, sekarang lebih baik lo sama temen-temen lo pergi dari sekolahan ini"


Mandalika melenggang pergi. Sementara Rexy, ia terlihat merah padam ketika kembali bergabung dengan teman-temannya.

__ADS_1


"Lihat aja lo manda, lo bakalan tau akibatnya nanti saat lo datang ke basecamp"


Bersambung


__ADS_2