
Pagi itu bu anggita terus mengukir senyum di wajahnya. ia menyiapkan sarapan sendiri karena aileen yang masih belum turun membantunya.
"maaf ma aileen kesiangan" ucap aileen yang merasa tidak enak.
"gak papa sayang, kalian pasti semalam sangat bekerja keras"sahut bi anggita
"apa maksud mama?" seru raven yang menuruni tangga bersama galen.
"husst kamu tidak perlu tau, kamu kan belum menikah" mendengar ucapan bu anggita raven tau kemana arah pembicaraan itu, dan seketika ia menatap tajam ke arah galen.
sedangkan galen seperti biasa memasang wajah datar nan dingin segera duduk untuk menikmati sarapannya.
"sayang, kamu ambilin makan dong buat suami kamu" bu anggita menyuruh aileen untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.
"eh iya ma" aileen dengan sigap memberikan piring lengkap dengan makanannya untuk galen.
"suapin dong" tambah bu anggita
"ma, biarkan mereka makan jangan menggoda mereka terus" ucap pak ardhan.
"gak papa dong pa, mereka harus terbiasa. seperti yang semalam terjadi, iyakan sayang?" selorohan bu anggita membuat galen tersedak.
"uhuk..uhuk.."
"minum kak" dengan segera aileen memberi galen segelas air putih.
"memangnya apa yang terjadi semalam?" tanya raven yang sangat penasaran
"raven sayang, kalau kamu ingin tau... kamu harus segera menikah" ucap bu anggita
"udah ma lebih baik kita sarapan, jangan menggoda mereka terus. tu lihat mereka jadi malukan" ucap pak ardhan yang tak kalah menggoda kedua anaknya itu.
raven pun tiba-tiba mendekatkan duduknya dengan galen. "awas aja ya kak kalo kak galen macem-macemin aileen, aku orang pertama yang akan membuat kak galen menyesal dan tau akibatnya"
"berhenti beromong kosong, habiskan makananmu" sahut galen yang tiba-tiba mengingat kejadian malam itu.
__ADS_1
____flasback on____
"kak galen"
Aileen menatap lekat manik mata galen yang di penuhi dengam gai*ah seakan ingin memangsa aileen mentah-mentah seperti predator.
dan hap..
galen mulai me*ahap bibir ranum aileen, ingin rasanya aileen menolak apa yang di lakukan galen. namun pikirannya menolak dan semakin mengikuti arahan dari galen.
perlahan galen menyusuri tiap lekukan wajah aileen dan kini turun ke leh*r yang membuat aileen semakin tidak bisa menolaknya.
"kak galen.." lagi-lagi aileen berusaha menghentikan aksi galen, namun gagal.
Dan kini galen mulai meninggalkan kiss mark di leh*r jenjang aileen. dan kini kembali melu*at bibir ranum aileen.
"ini benar-benar gila" seloroh galen tiba-tiba menggendong aileen ke dalam kamar mandi dan segera menghidupkan shower yang ada di dalam.
di bawah guyuran air mereka masih berpelukan "biarkan sementara ini kita seperti ini aileen, dengan air ini kita bisa mencegah hal yang tidak harus kita lakukan" ucapan galen pun di angguki oleh aileen yang masih di dalam dekapan aileen.
'apa pengaruh obat kak galen belum hilang? mungkin memang belum hilang, karena tadi akulah yang bereaksi lebih dulu dan wajar jika saat ini pengaruh obat itu lebih dulu hilang di banding kak galen.'aileen tak lekang memperhatikan wajah dari galen, begitupun sebaliknya. galen pun masih setia memandangi wajah aileen dan sesekali mencium lembut pipi aileen
Hingga tiba-tiba aileen mengingat saat ini mereka sudah bercerai, bahkan kini aileen sudah menerima adrian sebagai kekasihnya.
aileen memundurkan posisinya dari galen dan hal itupun di lakukan oleh galen. "emm sepertinya pengaruhnya sudah hilang kak" ucapan aileen sedikit mengagetkan galen yang terus memandanginya.
"i-i-iya aileen, lebih baik kamu segera ganti pakaianmu. kalau tidak kamu akan masuk angin" seusai selesai dengan ritual berganti pakaian kini mereka kembali berbaring dan bahkan aileen langsung terlelap.
'kamu benar-benar lelah aileen, dan kenapa..kenapa setelah kejadian tadi aku semakin tidak rela jika kamu akan dimiliki oleh adrian. apa aku memang sudah menyukaimu?' begitu banyak pertanyaan di benak galen, dan kini galen pun tanpa sadar ikut terlelap.
____flashback off____
"kak galen, ayok kita berangkat. ada apa denganmu sejak tadi kau terus melamun?" tanya raven. dan hingga di dalam mobil galen masih mengingat seperti apa ia dan aileen melakukan ci*man panas itu.
namun tiba-tiba wajahnya kini berubah sangat datar ketika melihat sebuah mobil menjemput aileen tepat di hadapannya, siapa lagi kalau bukan adrian. kekasih dari mantan istrinya yang kini mulai ia sukai.
__ADS_1
▪▪▪▪▪
Adrian terus memperhatikan aileen yang sejak tadi melamun, hal itu membuat adrian sedikit cemas.
"aileen apa ada yang terjadi?"
"tidak tuan bahkan aku tidak melakukan apa-apa dengan kak galen" ucap aileen gugup
"hei tenanglah aileen, aku hanya cemas melihatmu terus melamun. aku tidak bermaksud menuduhmu!"
"emm iya maaf tuan adrian, aku hanya-"
"tidak perlu seperti itu aileen, aku tau kamu tidak akan macam-macam. dan satu lagi panggil saja adrian okey?!"
aileen pun mengangguki ucapan dari adrian. dan kini adrian tengah menggenggam tangan aileen untuk meredam kegelisahannya.
****...
adrian secara tiba-tiba menghentikan laju mobilnya karena galen sudah berdiri di hadapan mobilnya saat itu.
dengan tidak suka adrian langsung keluar dari mobil dan di susul oleh aileen.
"kau gila tuan galen, kenapa kau tiba-tiba berdiri di depan mobilku?"
"aku hanya ingin membawa aileen" galen lalu menarik lengan aileen
"kau tidak bisa membawanya" adrian pun meraih lengan aileen menghentikan galen untuk membawanya. kini suasana menjadi tegang. bahkan aileen tidak mengetahui apa alasan galen yang ingin membawanya pergi secara mendadak.
.
.
.bersambung
.
__ADS_1