Hear My Heart

Hear My Heart
Part 47


__ADS_3

Aileen dan Ginga terperangah ketika melihat Galen yang hadir disana. saat itu juga Raven juga datang bersamanya.


"aku sudah bilang Aileen, Nolan adalah anakku. sekarang terbukti kalau darahnya sama dengan darah yang aku miliki Aileen, yaitu O rhesus negatif."


"aku tidak ingin jika kau yang mendonorkan darah untuk Nolan tuan Galen"


Galen lalu mendekati Aileen dan meraih kedua tangannya. ia menatap Lekat Aileen yang terus menangis. "dengar Aileen, tolong jangan keras kepala. nyawa Nolan lebih penting dari segalanya kan? "


.


"apa yang dikatakan Galen benar Aileen, nyawa Nolan lebih penting"


saat itu Aileen terlihat memikirkan apa yang dikatakan oleh Ginga dan juga Galen. bahwa nyawa anaknya jauh lebih penting dari pada egonya.


saat itu dokter kembali keluar menemui keluarga pasien, yaitu Aileen dan Ginga. dokter tersebut mengatakan bahwa Nolan harus segera mendapat Taranfusi darah, karena ia sudah banyak sekali kehilangan darah. hingga tanpa menyetujui Aileen Galen langsung masuk untuk diperiksa darahnya.


setelah cukup lama berada di dalam Galen keluar dengan keadaan lemas karena darah yang di ambil cukup banyak.


"Aileen, apa yang kamu lakukan tadi tidak benar. kau hampir melakukan kesalahan dengan mengesampingkan keselamatan anakmu dari pada membuang jauh-jauh ego kamu terhadap kak Galen"


kali ini apa yang dikatakan oleh Raven benar. harusnya keselamatan Nolan lebih penting diatas segalanya. bukan seperti baru saja yang ia lakukan.


"sudah Raven, tolong hentikan perkataan mu. lebih baik sekarang kita doakan agar Nolan segera sadar"


sementara itu di tempat lain saat ini Intan bersama dengan Adrian di sebuah restoran. karena merasa penasaran akhirnya Intan menanyakan apa yang ia lihat kemarin.

__ADS_1


"ada apa Intan, apa ada yang ingin kamu tanyakan? " ucap Adrian sembari menyiapkan makananya.


"sebenarnya aku cuma ingin tau satu hal Adrian, siapa wanita yang kamu pikirkan selama ini? "


"uhuk uhuk.. " Adrian tersedak mendengar pertanyaan dari Intan. ia lalu menenggak habis air putih di hadapannya.


"ada apa ini Intan, kenaoankamu bertanya seperti itu? apa aku terlihat seperti orang yang memiliki perempuan lain hmm? "


"entahlah, aku merasa memang seperti itu Adrian. jika kamu tidak memiliki siapapun dihatimu, mana mungkin kau tidak menyentuhku sama sekali semenjak kita menikah? "


"tapi aku benar-benar tidak memilikinya Intan. hanya ada kamu dihidupku. dan untuk aku menyentuhmu atau tidak, itu hanya karena aku kelelahan bekerja Intan! "


"benarkah itu Adrian? tapi aku merasa kenapa kau sangat mengkhawatirkan Aileen kemarin? aku tau kau sudah mengenal Aileen jauh sebelum kamu mengenalku Adrian! "


"apa kamu heran kenapa aku tau Adrian? "


_Flashback On


"kepalaku sangat pusing, aku menyimpan obat sakit kepalaku dimana? "


Intan merasa pusing karena menangis terus menerus. ia kemudian mencari obat tersebut dilaci biasanya, namun ia tidak menemukannya sama sekali hingga Intan mencari di laci kerja milik Adrian.


matanya membulat sempurna ketika melihat Foto Aileen berada didalam laci. mata Intan mulai berkaca-kaca. ia lalu membaca tulisan di belakang foto tersebut dimana Adrian menulis bahwa Aileen adalah satu-satunya pertemuan dihatinya sebelum Galen merusak semuanya lima tahun lalu.


"apa ini? mereka semua membodohiku? "

__ADS_1


Intan lalu mencari hal lain yang mungkin bisa ia jadikan bukti. Intan lalu menemukan sebuah hardisk yang disimpan di dekat foto tersebut. Intan lalu menyalakannya. disana terlihat banyak sekali foto Aileen bersama Adrian bahkan di hati pertunangannya.


dada Intan terasa sesak bagai dihantam baru beton tepat di dada nya. airmatanya mulai mengalir deras.


"aku gak nyangka kamu juga bohongin aku Ai. padahal aku sudah memoercayaimu seperti saudara ku sendiri Aileen"


tingtung


Intan lalu mengambil hardisk tersebut dan melihat siapa yang datang dari monitor.


"Aileen? lebih baik aku simpan dulu hardisk ini"


_Fkashback Off


"aku bisa jelasin semuanya Intan"


"kebohongan apa lagi yang mau kau ciptakan Adrian? aku sudah tidak tertarik mendengar semua kebohongan!" Intan lalu meraih tasnya dan meninggalkan Adrian pergi.


"Intan.. " panggilan Adrian, namun Intan tidak memperdulikannya sama sekali. hal itu membuat Adrian cemas. ia khawatir Intan akan mengadu kepada orang tuanya. dan soskongan yang diberikan orangtuanya akan ditarik.


"aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi"


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2