Hear My Heart

Hear My Heart
Part 49


__ADS_3

Nolan sudah diperbolehkan pulang, saat ini Aileen tengah menyiapkan beberapa makanan untuk makan malam. ia begitu senang karena putranya sudah diperbolehkan untuk pulang.


Ginga yang baru kembali dari kantornya mencium bau harum masakan dan mencarinya di dapur. seketika senyum terulas diwajahnya.


"ada apa ini, kenapa kamu masak sangat banyak Aileen? "


"aku ingin merayakan kesembuhan Nolan Ginga"


"dan kita harus mengundang Galen dan Raven, Aileen."


Seketika Aileen menghentikan aktivitas nya saat ini. ia kemudian menatap Ginga yang berdiri disampingnya.


"kita tidak harus mengundang mereka Ginga!"


"tapi kamu tidak bisa pungkiri kalau kesembuhan Nolan itu karena Galen Ai. aap kamu akan menjadi egois seperti ini?"


Aileen menarik nafas panjang dan membuangnya kasar. ia kemudian menatap Nolan yang saat ini tengah bermain bersama suster yang menjaganya. meskipun perban masih menempel dikepalanya, namun Nolan terus mengembangkan senyum dan juga gelak tawa memenuhi rumah.


"kalau bukan karna kamu dan Nolan, aku tidak akan setuju Ginga. tapi kali ini aku akan menurutimu. kamu atur saja untuk mengundang mereka Ginga, aku akan menyelesaikan masakannya.


"Terima kasih Aileen"


"untuk apa Ginga? "


"untuk tidak menjadi egois dan menjadi ibu terbaik untuk Nolan. sekaligus calon istri yang penurut"


"Ginga hentikan, jangan memujiku seperti itu!"


"baiklah, aku akan mandi. setelah itu kita akan merayakannya." Ginga melemggang pergi meninggalkan Aileen yang tengah menyelesaikan masakannya.


Sementara itu ditempat lain kini Galen dan Raven tengah mengurus pekerjaan kantor mereka yang sempat terbengkalai karena mereka tinggalkan untuk bolak balik rumah sakit karena menjenguk Nolam yang beberapa hari di rumah sakit.


"Raven, sepertinya hati ini kita akan lembur."


"kamu benar kak, huh aku sangat lapar. bahkan kita belum sempat mencari makan malam kak"


Drrttt drrttt


"kak, ponselmu berdering. angkatlah siapa tau penting"


"nanti saja Raven, pekerjaan ini sangat penting. aku harus menyelesaikannya"


"ya sudah."

__ADS_1


kini keduanya kembali mengerjakan proyek kantor mereka. namun lagi-lagi ponsel Galen berdering dan membuat mereka tidak bisa fokus dengan pekerjaan mereka. dan Galen segera meraih ponselnya yang ada diatas meja.


"Ginga? "


"siapa kak? "


"Ginga! "


"halo"


".... "


"baiklah"


klik


Galen termangu setelah menerima telefon dari Ginga. Raven yang melihat sikap Galen merasa ada yang aneh.


"ada apa kak, apa Tuan Ginga mengatakan sesuatu yang mengganggumu? "


"tidak Raven, dia mengundang kita untuk makan malam! "


"benarkah? "


Tidak ingin menyia-nyiakan waktu untuk bertemu dengan Nolan, Galen dan Raven segera bergegas untuk pergi ke kediaman Ginga. tidak memakan waktu lama, mereka tengah sampai di rumah Ginga.


Sebelum mereka mwngetuk pintu, Ginga lebih dulu membukakan pintu.ia menyambut kedatangan Galen dan Raven dengan baik.


semuanya sudah duduk di meja makan. saat itu Aileen terlihat sangat cantik dimata ketiga pria itu. tidak bisa dipungkiri, selain Ginga dan Galen, Raven juga oernahenaruh hati kepada Aileen. sehingga ketika mereka melihat Aileen yang sedikit berdoa dan langsung terpesona.


"sebelumnya terimakasih karena kalian sudah mau datang untuk makan malam"ucap Ginga memecah keheningan.


"kami yang seharusnya berterima kasih tuan Ginga, karena kalian mau mengundang kami"


"kami yang berterimakasih tuan Galen, berkat anda anak kami Nolan bisa selamat"


"maksud Ayah apa? kenapa aku selamat karena paman Galen? "


semuanya menoleh ke arah Nolan yang baru turun dari kamarnya dengan ditemani oleh suster pengasuhnya.


"sini duduk dan makan bersama Nolan" ujar Raven yang menjemput Nolan dengan menggendongnya menuju meja makan.


"ayah, ayah belum menjawabku tadi?"

__ADS_1


Nolan lalu didudukkan dikursi disebelah kanan dari Ginga dan disebelah Galen.


"begini Nolan, kamu harus berterima kasih karena paman Galen lah yang mendonorkan darah untukmu"


Sikap Nolan saat ini tiba-tiba berubah. yang awalnya terlihat senang, justru saat ini wajahnya begitu tegang.


"itu berarti apa yang dikatakan oleh paman Galen saat itu benar jika aku adalah anaknya? "


Ginga lupa jika ia memiliki anak yang sangat cerdas dengan kecerdasan diatas rata-rata. Nolan bahkan sudah bisa berpikir seperti orang dewasa. ia akan langsung memahami apa yang dikatakan Ginga saat ini berhubungan dengan pengakuan Galen beberapa hari lalu.


dan seketika semuanya menjadi panik ketika Nolan menyatakan hal itu, kecuali Raven. Raven justru tersenyum ketika semuanya sedang panik.


'aku tau kalian akan membuat kesalahan. dan kesalahan ini adalah keuntungan untuk kak Galen. dengan begini, kami tidak perlu berbuat lebih jauh lagi jika kalian sendiri yang membongkarnya.'


"itu benar Nolan, jadi paman Galen ini memang ayah kandungmu!" ujar Raven.


"kak Raven! " ucap Aileen


"itu memang benar Nolan, dia adalah ayah kandungmu" sahut Ginga.


"Nolan dengar, lebih baik kamu kembali ke kamar. nanti bunda akan menjelaskannya"


"tidak perlu Bunda, aku sudah memahaminya. dan aku tidak menyangka bunda akan membohingiku" Nolan berlari dan masuk kamarnya. saat itu Nolan mengunci pintu kamarnya sehingga membuat Aileen cemas.


"Nolan, buka pintunya sayang. bunda bisa jelasin"


Nolan tidak membalas ibundanya, edan saat itu Ginga datang dan membawa Aileen kembali ke bawah. dimana di sana masih ada Galen berasal dengan Raven.


"kamu lihatkan Ginga, seharusnya kita memang tidak mengundang mereka. dan ini membuat anakku marah denganku Ginga! " Aileen terlihat marah. ia bahkan tidak bisa melihat Nolan diam terlebih saat ini Nolan justru marah dengannya.


"maaf Aileen. maaf jika kedatanganku membuat Nolan marah padamu! "


"diamlah tuan Galen, aku tidak ingin bicara denganmu."


"Aileen, tolong jangan bersikap macam ini. akibat kau masih mencintai kak Galen. dan karena itulah kemarahanmu juga sangat besar."


"Raven" Ginga bersiap memuk*l Raven, tetapi Galen menangkap tangannya dan menghempaskan.


"hentikan, ini kesalahanku. jangan bersikap seperti ini tuan Ginga!"


.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2