
Adrian terus memperhatikan aileen yang sejak dari tadi terlihat gusar, bahkan ada beberapa pelerjaan aileen yang salah dan mengharuskan aileen mengulanginya kembali.
"aileen,apa kami sedang ada masalah?" tanya adrian yang membuyarkan lamunan aileen.
'tidak tuan..' jawaban aileen masih membuat adrian ragu, karena aileen yang selama ini ia kenal sangat cerdas dalam mengerjakan apapun. tidak pernah salah seperti kejadian hari ini.
"aku sudah mengenalmu cukup lama aileen, ini bukan kamu"
'tuan adrian memang orang baik, mungkin tidak ada salahnya jika aku membagi masalahku dengannya' batin aileen.
'sebenarnya mama pulang dari luar negeri tuan, dan aku harus berpura-pura masih menjadi istri kak galen.' aileen menunduk lesu.
"apa tidak sebaiknya kamu mengatakan yang sejujurnya dengan orang tuamu aileen"
'tidak bisa tuan, mama selama ini masih kurang sehat jadi tidak mungkin kan tiba-tiba kami memberitahukan kalau kami sudah bercerai. aku tidak mau mama sakit'
"tenanglah aileen kamu pasti bisa mengatasinya".
entah karena kasihan atau apa, seseorang yang begitu dingin dan apatis tentang kehidupan orang lain, sekarang malah terlihat sangat perduli dengan kehidupan aileen.
setelah mengatakn masalahnya dengan adrian, aileen sudah lebih lega dan kini ia lebih fokus dengan pekerjaanya.
jam sudah semakin sore, adrian sudah membolehkan aileen pulang. namun saat itu adrian menawarkan diri untuk mengantar aileen.
'sebelum aku sangat berterimakasih, tapi tuan tidak perlu mengantarku, aku bisa pulang sendiri tuan'
"apa kamu menolak ku antar karna kau mengira aku menyukaimu. jika itu yang kau fikirkan,buang jauh-jauh pikiran itu mengerti!" dalam sekejap adrian sudah kembali seperti awal mereka bertemu yang selalu mengatakan hal yang cukup pedas.
dan aileen yang tidak ingin bosnya salah paham, akhirnya ia menerima tawaran adrian untuk di antar.
▪▪▪▪▪
Aileen berjalan masuk ke kamar, belum sampai ia membuka pintu seorang wanita paruh baya saudah menariknya.
nanar mata aileen menggambarkan perasaan senangnya karena bertemu dengan ibu yang sangat di rindukannya.
"sayang apa kau baik-baik saja selama ibumu ini pergi?" bu angguta memeluk erat putri kesayangannya itu dengan penuh kasih sayang.
sedangkan aileen hanya mengangguki ucapan ibunya tanpa menulis apapun, karna saat itu ia benar-benar bahagia dalam pelukan ibunya.
__ADS_1
'mama aku sangat merindukan mama, mama baik-baik kan disana?'
"iya sayang mama baik, oh ya lebih baik kamu sekarang mandi ganti baju setelah itu kita lanjutkan pembicaraan kita bersama suamimu di bawah"
'tapi ma, dimana kak galen sekarang?'Aleen mencari keberadaan galen.
"galen ada di ruang tengah sayang, sudah sana masuk ke kamarmu dan segarkan dirimu lebih dulu." aileen mengangguki ucapan ibunya.
setelah cukup lama aileen menyegarkan dirinya, ia segera menyusul ibu dan suaminya yang sudah me unggunua di ruang tengah termasuk juga raven yang sudah duduk disana.
"sayang sini duduk di samping mama" panggil bu anggita. aileen pun menuruti ucapan ibunya yang sudah menyiapkan teh yang sengaja ia bawa dari luar negeri.
"ada yang mama ingin bicarakan dengan kalian khususnya aileen"
"mama ingin mengatakan apa dengan aileen?" raven begitu penasaran, berbeda dengan galen yang yerlihat biasa saja.
"sabar raven ini mama mau bicara" ucap gu anggita.
"iya mamaku sayang sorry"
"aileen sayang..." mendengar panggilan ibunya aileen lalu menatap ibunya itu.
aileen mengerutkan dahinya, pasalnya aileen belum memberitau soal pekerjaannya. 'oh mungkin kak galen yang memberi tau mama' batin aileen.
'memangnya kenapa ma, kenapa mama ingin aileen berhenti bekerja?' tulis aileen
"mama ingin punya cucu"
"uhuk..uhuk.." galen yang saat itu tengah meminum tehnya menjadi tersedak karena ucapan ibunya.
"hati-hati galen, tidak perlu malu seperti itu" seru bu anggita.
"tapi kenapa mama tiba-tiba meminta cucu?" sahut galen.
"kalian taukan mama papa sudah semakin tua, kami ingin menimang cucu sebelum kami mening-"
"kami akan segera kasih cucu ke mama, mama jangan bicara seperti itu. dan untuk pekerjaan aileen tidak bisa langsung berhenti, karena pekerjaan itu ada kontraknya ma. aileen harus profesional" potong galen.
dan hal itu membuat bu anggita sangat senang,sedangkan aileen sangat terkejut dengan ucapan galen yang semakin ngelantur.
__ADS_1
"aku harus ke kamar, sepertinya pembicaraan ini tidak ada hubungannya denganku" ketus raven dan berlalu ke kamarnya tanpa menunggu persetujuan ibunya.
"ada apa dengan anak itu, sepertinya suasana hatinya sedang buruk" sahut galen.
pembicaraan itupun akhirnya selesai. kini galen dan aileen menyambung pembicaraan yang sedari tadi ingin aileen bahas.
'kak galen, kenapa kakak bebicara seperti iti dengan mama. jika kita memberi harapan palsu,itu akan semakin menyakiti hati mama kak'
"lalu aku harus berkata apa dengan mama aileen, apa aku harus mengatakan yang sebenarnya dan membuat mama sakit?" galen menatap lekat manik mata aileen.
Aileen pun menggeleng mendengar ucapan galen. 'aku tidak ingin mama sakit kak, tapi aku juga tidak tega membohongi mama seperti ini' aileen mulai menitikkan airmata nya, hal itu membuat galen tidak suka dan perlahan mengusap pipi aileen yang mulai menganak sungai.
"jangan menangis aileen, sementara ini biarlah berjalan seperti ini. untuk kedepannya kita pikirkan lagi okey?" aileen pun mengangguki ucapan galen.
saat itu aileen tersadar dan menjauhkan dirinya dari galen. aileen pun segera turun dari tempat tidur.
" mau kemana ai?"
'aku akan tidur di sofa kak'
"tidak perlu, kita tidur di tempat tidur. kamu tenang saja aku tidak akan macam-macam"
'tidak papa kak aku tidur disini saja"
"tidak perlu takut ai, kamu sudah seperti adikku sendiri. cuaca sedang sangat dingin tidak memungkinkan untuk ridur di sofa apalagi di karpet."tambah galen.
akhirnya mereka pun beranjak tidur. malam semakin larut mata aileen sudah terpejam begitupun dengan galen. namun aileen sebenarnya belum bisa tidur karena berada di samping galen.
'kenapa kak galen begitu tampan saat sedang tidur, bahkan dia hanya mengenakan kaos polos seperti itu' aileen pun segera menyadarkan dirinya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. 'sadar aileen, kak galen itu bukan suami kamu lagi. dan yang harus kami tau, kak galen gak punya perasaan apapun denganmu' aileen pun segera memejamkan matanya kembali dan akhirnya aileen tertidur pulas.
Saat itu pula galen kembali membuka matanya, karena galen pun tidak bisa tidur, galen mengubah posisinya dengan memiringkan badannya menghadap aileen.
Galen terus memperhatikan tiap lekukan wajah aileen yang sangat nyenyak dalam tidurnya. 'adikku sekaligus mantan istriku' galen mengukir senyum tipis di wajahnya ketika mengingat dirinya sebagai mantan suami dari seorang perempuan yang dianggapnya adik.
.
.
.bersambung
__ADS_1
.