
Siang itu Ginga dan juga Galen tengah membicarakan tentang perilaku Nolan yang semakin tidak bisa di kendalikan. hingga akhirnya kali ini keduanya membuat keputusan yang benar-benar akan membuat Nolan semakin membenci mereka.
"apa kalian yakin akan melakukan itu terhadap Nolan?" Raven mempertanyakan tentang keputusan yang sudah di buat Ginga dan juga Galen.
"aku tidak akan membiarkan Nolan berfoya-foya Raven. aku tau jika dia merahasiakan identitas keluarganya dari orang-orang kecuali gengnya yang tidak penting itu. sebenarnya aku tidak melarang dia menyenangkan para sahabatnya, tapi jika itu ke arah yang positif. Tapi ketika bersama dengan gengnya, Nolan semakin menjadi pemberontak. dan aku harus menunjukkan apa yang benar dan tidak untuknya" Galen terlihat sungguh-sungguh dengan ucapannya. dan ketika Galen serius, Raven pun tidak bisa melarang atau mencegahnya.
"dan ada satu lagi yang harus kamu lakukan Raven,jangan pernah memberinya kartu kredit atau uang. jika kamu melakukan itu, maka usaha kami untuk membentuk Nolan akan gagal" ujar Ginga menimpali ucapan Galen.
"baiklah kalau itu keputusan kalian, aku akan mendukung kalian. dan meskipun sulit, aku akan berusaha untuk tidak memberikan apa yang Nolan minta nantinya. karena Nolan adalah kesayanganku, aku juga ingin dia menjadi orang yang lebih baik. dan yang pasti aku ingin dia menemukan jati dirinya."
Saat itu Raven bangkit dari duduknya sembari menggoyangkan gelas yang berisikan minuman yang ada di tangannya dan sesekali menyesapnya sedikit demi sedikit.
"Entah apa yang membuat Nolan menjadi pemberontak seperti saat ini. padahal dulu ketika aku baru mengenalnya, Nolan adalah anak yang sangat cerdas dan kedewasaannya di usia dininya membuatku sangat kagum. dan aku sangat merindukan itu" Raven mengenang masa kecil Nolan yang jauh berbeda dengan sekarang. begitupun dengan Galen dan juga Ginga.
_
Beberapa anak anggota dari masing-masing geng bersorak-sorai menyaksikan Anevay yang siap bertanding dengan Mandalika.
'mampus lo cewek centil, lo bakal jadi babunya Rexy'
"oke, kalian akan memulainya setelah gue kasih aba-aba" ucap Marco.
"1.. 2..3"
Anevay dengan lihainya menguasai tiap inci jalanan dan juga tantangan yang sudah di susun oleh anggota geng Eagles dan juga Scorpions. sedangkan Mandalika baru melakukan gerakan saja ia sudah gagal. Dan hal itu pun terus terulang hingga akhirnya Anevay yang memenangkan pertandingan tersebut.
Saat itu Syahwa mendatangi Mandalika yang kembali sembari menenteng papan skateboard milik Agam dan emmbeeikannya kepada Agam.
"oke guys, semuanya udah jelas. dan sekarang Mandalika udah resmi jadi babu kalian selama satu bulan" ucap Anevay dengan tangannya yang bersedekah penuh kekuasaan.
Mandalika hanya bisa menarik nafas dalam mendengar ucapan Anevay. sementara itu geng Scorpions riuh dan menarik Mandalika untuk ikut bersamanya.
"okey, sekarang lo ikut kita. kerjaan lo bakal mulai hari ini. dan buat kalian, thanks udah bikin kita punya babu" ucap Hugo sembari menarik Mandalika.
Setelah kepergian dari Mandalika, Nolan menatap Anevay dengan matanya yang datar dan dingin.
__ADS_1
Sontak senyum keangkuhan di wajah Anevay pudar begitu saja.
"ada apa Nolan? "
"kenapa lo bikin rencana ini tanpa ngasih tau gue? disini gue ketua gengnya, kenapa lo yang bikin keputusan!"
"ini gue lakuin juga demi lo Nolan. dia udah mempermalukan lo kan tadi? makanyaa sekarang gue kasih dia pelajaran, supaya kedepannya dia nggak nyolot sama kita" jelas Anevay.
"tapi kasian juga si tu cewek, dia anak baru, bahkan dia nggak tau Rexy itu kayak apa! " ucapan David membuat teman-temannya menatap heran. pasalnya David tidak pernah seperduli ini, yang ia tau hanya menggombali banyak gadis.
"udahlah, lagian dia udah jadi babunya Scorpions. mending sekarang kita ke kafe biasa, kita makan-makan buat ngerayain kemenangan Ane" ujar Neo.
Tanpa menunda waktu, Geng Eagles tengah sampai di kafetaria tempat biasa mereka berkumpul. disana mereka memesan banyak sekali makanan dan minuman dan juga camilan lainnya.
"guys, kalian mau nambah apa? kalian pesen sepuas kalian karna ini kan ngerayain kemenangan gue, nanti biar pacar gue yang bayarin semuanya" Anevay tersenyum menatap Nolan yang saat itu juga menatapnya.
Ketika semuanya tengah asik menyantap makanan dan juga camilan mereka, tiba-tiba geng Scorpions juga datang ke kafe tersebut.
Saat itu Nolan dan teman-temannya menyaksikan Hugo yang terus memegangi Mandalika.
Saat itu oky memanggil pelayan untuk memesan makanan dan juga yang lainnya. banyak sekali makanan yang di pesan oleh mereka, namun tidak satu pun yang memperdulikan Mandalika. bahkan saat itu Vero memanggil Mandalika untuk memegangi piring camilannya.
"siapa tadi nama lo? "
"Manda"
"oh iya, suapin gue dong. tangan gue lagi sibuk buat ngegame ni" ucap Vero
"ya udah lo taro aja hp lo. abis itu lo makan, jangan terlalu manja jadi laki-laki. malu sama adek itu kan? "
Ucapan Mandalika berhasil membuat semua yang memperhatikannya melihat ke arah anak kecil yang tengah menyuapi seorang kakek tua yang saat itu bersamanya.
"haha kalah lo Ver sama kakek-kakek jompo itu" ujar Oky meledek Vero.
"haha seumuran mereka, Ky" timpal Hugo.
__ADS_1
"rese lo pada" ujar Vero dan mengambil piring dari tangan Mandalika.
Saat itu mendadak Marco pindah dan duduk di sebelah Mandalika. "lo anak baru ya di sekolahan lo? "
"hemm"
"pantes aja lo berani sama kita. kalo lo udah kenal sama kita, lo nggak bakal seberani tadi)! " ucap Marco
"emang kalian siapa harus gue takuti? disini yang bilang gue jadi babu kalian itu Anevay, bukan gue. dan gue juga tanding sama dia cuman gara-gara dia yang maksa kok"
"itu bukan urusan kita-kita. yang kita tau lo sekarang babu di Scorpions, jadi lo nggak usah ngelawan"
Marco mengambil minuman dingin miliknya dan saat itu menyiramnya di baju milik Mandalika. sontak hal itu membuat Mandalika membulatkan kedua matanya dengan mulut yang terbuka.
"jadi ini kerjaan geng kalian? berbuat semena-mena sama orang lain? cih miris banget, gue yakin kelakuan kalian kek gini itu juga cerminan dari ketua geng kalian"
"lo berani sama ketua kita?" pekik Hugo yang bangkit dari duduknya.
"duduk Go, biar gue yang bicara smaa dia" ucao seseorang yang bahkan sangat jarang mengeluarkan suaranya.
"lo bilang mereka berkelakuan kayak gue? sejenak apa lo sama gue? " Rexy bangkit dan menarik Mandalika.
"gue dari tadi diem karena lo itu cewek. jadi jangan bikin gue lupa kalo lo cewek" Rexy memperingatkan Mandalika
Sementara itu dari meja lain geng Eagles menyaksikan apa yang di lakukan oleh geng Scorpions terhadap Mandalika.
"gue yakin, bentar lagi cewek itu pasti bakal keluar karena nggak betah jadi babu karena kita "
Ucapan Anevay kali ini membuat Nolan mengerutkan dahinya.
.
.
. bersambung
__ADS_1