Hear My Heart

Hear My Heart
Part 18


__ADS_3

Aileen mengikuti kemanapun adrian pergi. hingga saat adrian ke kolam renang pun aileen terus mendampingi adrian.


"wah pak adrian boleh ni di kenalin sama asistennya" ucap salah satu laki-laki yang ada di kolam tersebut.


awalnya adrian enggan mengenalkan aileen, namun untuk alasan sopan santun akhirnya adrian mengenalkan aileen kepada laki-laki itu. pasalnya lelaki itu adalah rekan kerjanya.


"baik pak ramond, perkenalkan dia aileen asisten pribadiku" saat itu rafa segera menjabat tangan aileen cukup lama sehingga membuat aileen cukup risih.


"emm pak ramond mari duduk" adrian segera menarik rafa duduk di kursi di sebelah kolam renang. cukup lama mereka berbincang, namun pandangan ramond terus tertuju kepada aileen hingga membuat aileen tidak nyaman.


"emm tuan adrian, aku hatus kesana lebih dulu" mengetahui aileen yang sengaja menghindar, adrian mengangguki ucapan aileen.


bukannya menyerah, ramond kini juga mengikuti kemanapun aileen pergi. hingga saat itu ramond tiba-tiba meraih pinggang aileen dan di tariknya aileen hingga menempel dengannya. seketika aileen mendorong tubuh ramond hingga terjatuh.


brugh...


"brengs*k, kurang ajar ya kamu. kamu berani memperlakukan mutra kerja bossmu seperti ini." ramond terlihat kesal saat itu


"maaf pak ramond, bukannya aki tidak sopan. tapi perilaku anda itu benar-benar tidak sopan."


"heh wanita sepertimu berkata seperti itu? aku yakin kamu tidak ada bedanya dengan wanita di luaran sana yang menjual tub*hnya kepada bosnya"


bugh...


dan brakk...


ramond terjatuh di atas meja karena pukulan yang adrian layangkan berhasil membuatnya tumbang. mengetahui adrian yang melakukan itu,ramond meradang dan ingin membalas adrian namun adrian berhasil menghindarinya dan akhirnya ramond terjatuh ke dalam kolam. seketika semua orang memperhatikan ramond, adrian dan juga aileen.


ramond lalu naik dari kolam renang dan berdiri di hadapan adrian dengan berkacak pinggang. ramond memandang sekelilingnya yang masih terus melihatnya.


"kalian lihat, pak adrian membela wanitanya. dia rela memumuli rekan bisnisnya sendiri hanya karna wanita ini. padahal wanita ini yang sudah menggodaku!" ucap ramond lantang.


"itu tidak benar, aku tidak pernah menggodanya. bahkam laki-laki ini yang berlaku tidak sopan denganku" sargah aileen.

__ADS_1


"lihatlah perempuan ini berkilah. mungkin dia malu karna ketahuan telah menggodaku"


bugh..


sekali lagi adrian menghantam ramond dengan penuh emosi. "jaga ucapan anda pak ramond."


"anda berani memukulku lagi, aku pastikan aku akan memutus kontrak kerja sama dengan anda" ucap ramond.


"silahkan saja pak ramond, aku juga tidak akan sudi mempunyai rekan bisnis yang picik seperti anda. anda lupa, siapa yang membutuhkan kerja sama ini ha" mendengar ucapan adrian seketika membuat adrian bungkam dan berlalu pergi dengan rasa malu.


dari balkon kamar galen memperhatikan aileen yang terlihat sedih saat itu ia ingin sekali membela aileen, namun dia harus menerima telfon penting dari kantornya sehingga dia urungkan niatnya.


_


Aileen duduk didalam kamarnya dan kembali mengingat kejadian saat ia berada di kolam renang.


aileen kembali menitikkan air matanya.


tok..tok..


"tuan, apa aku terlihat seperti yang pak ramond ucapkan" ucap aileen dengan airmata yang mengalir di wajahnya.


"jangan bicara seperti itu aileen, orang itu hanya menutupi kesalahannya dengan menuduhmu!" adrian berusaha memberi pengertian kepada aileen supaya tidak terpuruk dengan ucapam orang yang ingin menjatuhkannya.


aileen merenggangkan jarak mereka dan menatap lekat adrian. "tapi tuan, tuan harus kehilangat salah satu proyek yang selama ini tuan perjuangkan"


"dengar aileen, semua itu tidak penting lagi jika orang itu sudah berani mengganggu orang yang aku sayangi"


ya sudah kamu tunggu disini, aku akan memesan makanan untuk kita makan. saat adrian bangkit, aileen memegang tangan adrian dan bangkit dari duduknya.


"tuan.."


adrian menoleh dan menatap aileen dalam-dalam.

__ADS_1


"apa tuan sungguh-sungguh saat bilang akan melamarku?" adrian lalu mengangguk pelan kepada aileen.


dan aileen tersenyum lembut kepada adrian. "aku akan menerima lamaran itu, asalkan tuan bisa meyakinkan orang tuaku. yang tentu saja itu tidak akan mudah, karena mereka sejatinya belum mengetahui perihal perceraianku dengan kak galen."


"tenang saja aileen, asalkan kau sudah bersedia aku pasti akan memperjuangkan itu!" adrian lalu memeluk aileen dengan lembut.


'tuhan, semoga keputusanku ini benar. dan untuk perasaanku kepada kak galen, semoga aku bisa menguburnya dan belajar mencintai tuan adrian. aku yakin tuan adrian seseorang yang sangat baik'


tanpa mereka sadari saat itu galen berada di depan pintu kamar aileen yang terbuka. galen segera kembali ke dalam kamarnya ketika ia mendengar perbincangan antara aileen dan adrian.


_


bugh..


bugh..


"hei ada apa ini kak galen" raven segera menghentikan aksi galen yang terus memukul-mukul tembok kamarnya.


"aku tidak habis pikir dengan aileen, raven."


"iya ada apa dengan aileen kak, kenapa kak galen sangat marah?"raven sangat penasaran dengan hal yangembuat seorang galen yang tidak pernah perduli dengan apapun kali ini terlihat sangat emosional.


"kau tau raven, aileen menerima lamaran dari adrian" galen saat itu benar-benar meradang


"tapi ini terlalu berlebihan kak, kakak tidak perlu semarah ini karna kakak tidak pernah menyukainya kan? atau saat ini kak galen mulai menyukai aileen?" raven bertanya penuh selidik.


"ti-ti-tidak.. mana mungkin aku menyukai aileen. aku hanya tidak ingin aileen salah memilih suami" sargah galen


'alasan kak galen benar juga, aku tidak rela aileen dimiliki laki-laki lain. waktu itu aku sudah pernah kehilangannya dan tidak untuk kali ini' raven mengepalkan tangannya merasa tidak rela aileen akan dimiliki lelaki lain setelah kakaknya yang pernah menjadi suami aileen.


.


.bersambung

__ADS_1


.


.


__ADS_2