
Sudah dua hari semenjak Mandalika histeris disekolahan, baru hari ini dia kembali masuk. ketika ia memasuki kelasnya, Anevay kembali membuat rencana untuk mengerjai Mandalika.
"Manda" panggil Syahwa sembari melambaikan tangannya.
Dengan mengulas senyum diwajahnya, Mandalika segera menghampiri Syahwa yang saat itu duduk di bangku kelasnya.
"Gue seneng banget lo udah berangkat sekolah Manda, waktu itu gue khawatir banget sama lo"
"sorry ya Syahwa, gue udah bikin lo khawatir. dan maaf karena gue histeris dan nggak bisa kontrol emosi gue Syahwa" Mandalika tertunduk lesu.
Meskipun Mandalika tau kelemahannya, yaitu histeris ketika seseorang mengingatkan tentang almarhumah ibunya yang meninggal. Mandalika tetap saja belum bisa mengontrol emosi dirinya hingga kejadian seperti kemarin terjadi.
"nggak pa-pa Manda, gue bakal bantu lo sembuh dari trauma lo. kapan-kapan kita ketemu sama saudara aku yang ahli hipnoterapi ya Manda, semoga aja dengan begitu kamu bisa sembuh" Mandalika tersenyum dan mengangguki ucapan Syahwa.
Syahwa memang sudah mengetahuinya sejak kakek Mandalika menceritakannya ketika Syahwa menemani Mandalika di UKS sekolah ketika ia histeris.
"eh cewek gangguan jiwa udah masuk" ujar Anevay.
"udah deh Ane, lo nggak usah bikin masalah. lo nggak inget sama kakeknya Manda kemarin"
Saat itu Anevay mengingat kemarahan kakek Mandalika ketika tau Mandalika histeris. meskipun saat itu tidak ada yang mengatakan siapa yang menyebabkan Mandalika histeris, tetapi kakeknya tau jika ada yang menyinggung tentang ibunya.
"itu bukan urusan gue, lagi pula siapa kakeknya? gue nggak perduli! "
Anevya justru tertawa dan menjetikkan jarinya beberapa kali hingga beberapa siswi datang dengan membawa mangkuk bakso. ketika mangkuk bakso diletakkan diatas meja, Anevay mendudukan Mandalika dan menyuruhnya untuk memakannya.
"cepet lo abisin" Tuhan Anevay setelah ia menuangkan banyak sekali sambal di dalam mangkuk bakso tersebut.
"gue nggak minat,esih baik lo makan aja sendiri" balas Mandalika dan berlalu pergi meninggalkan Anevay.
Karena egonya terluka, tanpa pikir panjang Anevay mengambil mangkuk dan mengejar Mandalika yang keluar dari kelasnya.
Byur
__ADS_1
Kuah bakso tersebut membasahi pundak Mandalika hingga membuat Mandalika kepanasan terlebih dengan sambal yang begitu banyak. melihat temannya kesakitan, Syahwa berlari untuk mengambilkan air. namun ditengah perjalannya, Syahwa menabrak Arlan yang hendak menyusul gengnya di kantin.
"aduh maaf, gue nggak sengaja." Syahwa melanjutkan larinya dan kembali berpapasan dengan Arlan yang berjalan santai. melihat Syahwa membawa air di sebuah gayung membuat Arlan menoleh dan melihat Syahwa menyiram Mandalika. hal itu semakin membuat Arlan tidak habis pikir.
"mereka aneh banget, kenapa Syahwa nyiram anak baru itu"
Namun Arlan melihat Mandalika yang kepanasan segera berlari. "ada apa ini? "
"biasa Arlan, dia kan gila, makanya tingkahnya aneh"sahut Anevay
" bohong, lo yang nyiram Manda pakek kuah bakso panas yang udah lo kasih sambel banyak kan Ane! "
Syahwa memang lebih berani dengan Anevay semenjak melihat Anevay yang keterlaluan dengannya dan juga Mandalika. sejak itula Syahwa memutuskan untuk tidak diam ketika Anevay berbuat semaunya.
Tanpa mengucapkan apapun Arlan membuka seragam Mandalika yang kini hanya tersisa tanktop yang Mandalika pakai.
"lo gila, lo ngapain lepas baju Manda, Arlan?" pelik Syahwa.
"panas, pundak gue rasanya kayak terbakar"
"kayaknya anak baru itu bikin ulah lagi Nolan, gimana kalo kita kesana sekarang?!" ujar Neo
Dan dengan segera Nolan berjalan mendatangi Arlan yang sudah mengangkat tubuh Mandalika untuk ia bawa ke UKS sekolahan.
"apa yang lo lakuin Arlan, kenapa lo harus gendong cewek psycho ini? " tanya Nolan.
"lebih baik lo tanya sama Ane, Nolan. gue nggak bisa jelasin sekarang, gue harus ke UKS, atau luka Mandalika akan semakin parah.
Dan saat itulah Nolan melihat pundak Mandalika yang seperti terbakar berwarna kemarahan karena kuah panas dengan cabai yang disiramkan oleh Anevay.
"labih baik. kita ikut kesana, gue penasaran! " timpal David yang sudah berlari dibelakang Arlan.
"ini sebenarnya apa yang terjadi Ane? "
__ADS_1
"cewek lo udah nyiram Manda pakek kuah panas yang udah dia kasih sambel banyak banget. Sampek-sampek pundak Manda kaya terbakar"
"apa itu bener Ne? "
"abisnya dia gue suruh makan malah pergi. daripada mubazir ya udah gue siramin aja biar dia tau rasa" ucap Anevay tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Akhirnya geng Eagles lainnya mengikuti David yang menunggu di luar UKS. namun saat itu mereka melihat dari luar kaca ruangan yang terlihat jelas Mandalika kesakitan. sementara Arlan memalingkan wajahnya ketika Mandalika di obati oleh dokter.
Setelah beberapa menit, Dokter keluar dari UKS. saat itulah anggota Eagles masuk untuk melihat Mandalika yang terluka.
"lo ada masalah apa sama cewek gue? " ucap Nolan
Mandalika menatap Nolan dengan datar, bahkan ia tidak mengeluarkan sepatah katapun.
"lo gagu ya? lo nggak bisa jawab per-"
belum selesai dengan ucapannya, Arlan membawanya keluar UKS. dan kini Mandalika tersisa seorang diri, sementara Syahwa mengikuti Arlan keluar untuk menjelaskan apa yang terjadi.
_
Siang itu Raven sengaja pergi ke kantor Galen untuk membicarakan masalah Nolan. namun saat itu Raven justru bertemu dengan Adrian bersama dengan Intan di tepi jalan ketika Raven hendak membeli minuman.
Tatapan Raven berubah dan menajam jetika melihat Intan.
" Raven " panggil seorang wanita cantik yang baru tiba.
"Sayang, kamu ada disini? "
"iya aku baru bertemu dengan mereka Raven."
Istri Raven memang tidak tau menau soal Adrian dengan istrinya hingga membuat istrinya tetap berhubungan baik.
.
__ADS_1
. bersambung