Hear My Heart

Hear My Heart
Part 63


__ADS_3

Nolan menatap Mandalika yang menatapnya datar. dan saat itu Mandalika masih mengenakan Tank top nya, dan hal itulah yang dibuat Nolan untuk mengejeknya.


"apa lo pikir dengan memakai pakaian seperti ini akan bikin gue lupa masalah apa yang lo bikin sama cewek gue hmm? dan apa lo gak punya malu hmm? "


"seharusnya bukan gue yang malu tapi lo!" kali ini Mandalika angkat bicara.


"maksud lo? " Nolan mengerutkan dahinya menatap tajam ke arah Mandalika.


"kenapa lo tetep disini setelah lo tau pakaian gue kayak gini? itu berarti disini yang gak punya malu siapa? "


Nolan sadar dengan kata-kata yang justru menjadi boomerang untuknya sendiri. memang benar apa yang dikatakan oleh Mandalika. jika Mandalika memakai pakaian yang kurang pantas, seharusnya Nolan tidak berada di satu ruangan dengan Mandalika.


"urusan kita belum kelar" ucap Nolan dan berlalu pergi.


Setelah berbicara dengan Mandalika, Nolan bergegas untuk menemui teman-temannya yang sudah berada di belakang sekolah, tempat biasa mereka berkumpul.


"anj*r, cewek itu berani ngebalik kata-kata gue!" ketika menghampiri teman-temannya, Nolan justru mengomel. dan hal itu membuat teman-temannya heran. karena biasanya tidak ada satupun yang berani melawan ucapan dari Nolan.


"emang lu bilang apaan si? kenapa lu marah-marah kayak gini?" tanya Noe


"gue ngatain dia gak tau malu karena dia pakek daleman doang kan? eh malah dia ngatain gue nggak tau malu! katanya gue gak tau malu gegara gue nekat nemuin dia didalam UKS walaupun gue tau dia pakek kayak gitu! taik kan tu anak?!"


"ya tapi nggak ada salahnya juga si Nolan, apa kata cewek itu" sahut David.


"jadi lo ngatain gue nggak tau malu gitu? " Nolan menarik kerah baju David hingga akhirnya ia melepaskannya karena Arlan melarangnya.


"gak usah selalu main kasar kenapa si Nolan?"


"kenapa? lo nggak suka! huh, atau Jangan-jangan lo cemburu karena gue tadi satu ruangan sama cewek sirkuit? "


"kok lo malah bahas dia? gue cuman nggak mau lo berantem sama David! " tukas Arlan


"ah udahlah terserah"


Nolan memang tidak mau disalahkan ataupun apapun itu yang membuatnya terpojok. ia adalah seseorang yang baik dan sangat jenius sejak kecil. namun kepribadiannya begitu berubah drastis menjadi pemuda pemberontak. belum ada yang tau penyebabnya, hingga yang lain menjadi kewalahan ketika berhadapan dengan Nolan.


"oke guys kalian nggak usah berdebat. karena ada yang lebih penting" Anevay datang dengan mengatakan sesuatu yang penting dan membuat anggota Eagles mengernyit.

__ADS_1


Anevay lalu berjalan dan berdiri ditengah-tengah geng Eagles. Anevay mulai mengatakan apa yang dia anggap lebih penting dari masalah sebelumnya.


Keesokan harinya jam pulang sekolah tiba. Anevay dan Nolan hendak berangkat ke tempat yang mereka bahas kemarin, namun Anevay menyuruh Nolan untuk berangkat lebih dulu.


"tapi Ne, lo mau ngapain si? kenapa nggak bareng sama gue? ”


" ada sesuatu yangbkekuoaan Nolan. dan gue nggak mau lo telat. lo ketua geng Eagles Nolan, lo nggak boleh telat gara-gara gue!"


"oke gue duluan, tapi lo harus kabarin gue kalo lo butuh bantuan nanti" Anevay mengangguki ucapan Nolan dan berlari kembali ke dalam sekolah.


_


Nolan dan anggota geng lainnya telah sampai di sebuah jalanan, dimana seperti biasa mereka akan bertanding skateboard antar geng. dan ada satu geng yang menjadi musuh bebuyutan untuk geng Eagles, yaitu geng Scorpions.


"gimana kalian udah siap buat kalah? " ucap Marco, anggota dari geng Scorpions.


"gak usah banyak omong, mending kita buktiin sekarang!" sahut Neo.


Saat itu Nolan belum bisa fokus ketika Anevay belum sampai. dan hal itu disadari oleh anggota geng Eagles lainnya.


"Nolan, dimana Ane? "


"ya udahlah, kalo Ane bilang nyusul, pasti dia bakal nyusul" timpal Agam.


"oke, dari pada kalian semua ngerumpi, mending kita mulai battle nya sekarang! "


Hugo maju lebih dulu untuk menantang anggota Eagles, dan saat itu Agam lah yang maju mewakili Geng Eagles.


Ketika kedua perwakilan geng siap untuk bertanding, Anevay datang dan menghentikan Agam dan Hugo untuk memulainya.


"kenapa lo nyuruh kita berhenti? ah ya gue tau, pasti lo takut geng lo kalah kan? " ujar Vero membuat Nolan dan yang lain mengepalkan tangan.


Namun sebelum itu, Anevay menggenggam jari Nolan dan menatapnya penuh arti sehingga membuat Nolan tidak menyerang Hugo.


"gue ngumpulin kalian disini bukan mau tanding sama kalian"


Pernyataan Anevay memunculkan tanda tanya kepada semua orang yang hadir termasuk Nolan yang juga tidak tau apa tujuan dari kekasihnya mengumpulkan geng Eagles dan juga geng Scorpions.

__ADS_1


"Ane, lo ngomong apa si?" tanya Neo.


"dan yang bikin pertemuan ini bukan mereka?" timpal Agam. dan dengan cepat Anevay menggeleng.


"gue ngumpulin kalian karena gue mau tanding sama dia" Anevay menunjuk Mandalika yang sudah ia bawa dengan ditemani oleh Syahwa.


Flashback On


Setelah jam pulang sekolah Anevay dan gengnya harus bertemu dengan Geng Scorpions, saat itu Anevay mempunyai rencana untuk mengajak Mandalika dan juga Syahwa.


Anevay mengatakan meninggalkan sesuatu sehingga ia menyuruh Nolan untuk menemui geng Scorpions lebih dulu.


"lo harus ikut gue ke jalan xxx"


"gue nggak mau! "


"oke, kalo lo nggak mau temn lo bakalan gue botakin! " Anevay menarik Syahwa dan meletakkan gunting di rambut Syahwa yang sudah ia pegangin dan siap untuk memotongnya,


Syahwa hanya diam meskipun ketakutan, ia menitikkan air mata karena ia pikir rambutnya akan segera di potong oleh Anevay.


"oke, gue itung sampek tiga. kalo lo nggak mau, ya udah gue bakal botakin temen lo ini. hingga nantinya dia bakalan malu dan nggak masuk sekolah, bahkan dia juga bisa depresi gara-gara ini kan? "


Awalnya Mandalika tidak memperdulikan ajakan dari Anevay, namun karena ancamannya berhubungan dengan Syahwa. Satu-satunya sahabat nya, akhir Mandalika menuruti Anevay untuk pergi bersamanya ke jalan yang sudah iia sebutkan sebelumnya.


Flashback Off


"terus untungnya buat geng gue apa? ” kali Ini Rexy lah yang angkat bicara, ketua geng dari Scorpions.


" siapapun yang kalah, bakal jadi babu lo selama satu bulan"


"gue nggak mau, gue nggak mau tanding!" Sahut Mandalika yamg kini menjadi pusat perhatian.


Ketika Mandalika mengucapkan hal itu, Anevay segera mendekat dan mengancam Mandalika bahwa Ane akan membuli Syahwa terus menerus dan membotaki, hingga ia memilih untuk terus menuruti ucapan Anevay bertanding skateboard.


.Suasana menjadi ramai ketika Anevay dan Mandalika sudah bersiap di jalan. kini oa dangan keduanya saling menatap.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2