
musik mengalun menemani makan malam yang harusnya menjadi quality time untuk aileen dan nolan. namun kali ini ternyata ada kejutan yang mengharuskannya untuk makan malam dengan seorang pria yang tak ingin ia temui.
"oh ya paman, apa paman memiliki pesawat yang sangat besar?" ucap nolan di sela-sela makannya.
"nolan, tidak baik makan sambil bicara sayang" ucap aileen dengan lembut.
"tidak terlalu besar nolan, tapi paman punya!"sahut seorang pria yang sekarang ikut makan malam dengan aileen dan juga nolan.
"apakah aku bisa keliling dunia dengan itu paman?"
"tentu saja. apa kau mau keliling dunia jagoan?"
"tentu saja paman, aku sangat suka jika aku bisa keliling dunia di usiaku yang sekarang ini paman. karna dengan begitu aku bisa berbagi pengalaman ketika aku besar nanti bukan. dan aku dengan pengalaman itu, akan menjalankan perusahaan "
sungguh, nolan memang anak yang sangat cerdas. di usianya yang masih 5 tahun, ia sudah memikirkan tentang masa depannya.
"baiklah jagoan, sekarang habiskanlah makananmu anak pintar"
"baiklah paman." nolan begitu lahabnya menghabiskan makanan kesukaanya itu.
▪▪▪▪▪
Sudah seminggu semenjak acara makan malam itu, dan aileen pun kembali di sibukkan dengan pekerjaannya. dan lagi-lagi nolan datang menjemput ibundanya untuk menghadiri acara dari pelanggan butik yang hari ini mengadakan acara pernikahan.
nolan sangat sabar menunggu ibunya untuk bersiap. karena kali ini aileen harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. dia menganggap penampilannya berpengaruh untuk citra butiknya. karena sang pemilik acara adalah salah satu orang ternama di daerah itu.
40 menit sudah, dan kini aileen sudah berada di tengah-tengah pesta yang tak lupa di temani oleh putranya. saat itu aileen mulai berbaur dengan beberaoa orang imyang ia kenal yang tak lain adalah para kustomernya.
"paman..."nolan berlari menghambur memeluk seseorang ya ia kenal.
"hei jagoan, rupanya kita berjumpa lagi ...."
"tentu paman, sepertinya kita memang di takdirkan untuk bertemu!" celetukan nolan membuat pria yang di sebelahnya pun ikut bergabung.
"raven, siapa anak kecil ini?"
"perkenalkan kak galen, dia nolan teman baruku" raven mengedipkan sebelah matanya melihat nolan
"halo paman , perkenalkan namaku nolan. nama paman galen bukan?" nolan mengulurkan salah satu tangannya menjabat tangan galen.
dan lelaki yang bertemu aileen tempo hari adalah raven, sehingga membuat aileen merasa tidak nyaman. terlebih ia harus merahasiakan apa hubungan masalalu nya dari anak kesayangannya.
__ADS_1
"raven, siapa orang tuanya. kenapa anak ini sangat pintar?" galen berdecak kagum atas kecerdasan yang nolam miliki.
"kau akan tau kak.." raven mengedarkan pandangannya mencari keberadaan aileen. dan benar saja aileen pun datang menghampiri nolan.
"nolan, kenapa kau meninggalkan bunda? dan kamu kena-" aileen tiba-tiba menghentikan ucapannya ketika ia menyadari saat ini ia berhadan dengan raven kembali. dan saat itu pula galen ada di sebelahnya.
"aileen..." seru galen.
"apa-apaan ini jadi paman galen juga sudah mengenal bunda? dan bunda, bunda tidak pernah mengenalkanku dengan paman raven dan juga paman galen?"
aileen lalu berlutut di hadapan nolan dengan senyum manisnya. "sayang.. bukannya bunda tidak mau mengenalkan paman-paman ini, tapi kami bertemu sudah sangat lama sayang dan ini kali pertama bunda bertemu dengan mereka" aileen berusaha menutupi apapun tentang masalalunya dari nolan. karena aileen tidak ingin hal itu mempengaruhi peekembangan anaknya.
"baiklah bunda, alasan bunda bisa aku terima." nolan lalu menatap raven dan galen bergantian. "tapi paman, apa kalian juga mengenal ayahku seperti kalian mengenal bundaku?" celetukan itu berhasil membuat ledakan di dala diri galen. ia merasa sangat syok sekaligus kecewa mendengar hal itu dari pertanyaan nolan.
'siapa yang menikahi aileen, setelah beberapa tahun ternyata dia sudah melaanjutkan hidupnya tanpa aku. bahkan dia sudah memounyai anak setampan dan secerdas ini?!'
terasa terkoyak lubuk hati galen. galen merasa dunianya saat ini berhenti 'aku tau aku dulu salah, tapi apa aileen tidak pernah menaruh perasaan untukku?'
"tidak nolan, paman raven dan paman galen tidak pernah mengenal ayahmu" tukas aileen.
"lalu dimana ayah nolan aileen" celetukan galen berhasil membuat aileen membulatkan matanya sempurna.
"ayahku saat ini masih di luar negeri paman, nanti kalau ayah pulang pasti akan aku kenalkan."
bagai tersambar petir, saat itu mata galen memanas menahan cairan dari matanya.
"hei jagoan ayo ikut paman.." saat itu raven sengaja mengajak nolan agar galen bisa berbicara dengan aileen.
setelah tau apayang di lakukan oleh raven, galen tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menanyakan apa saja yang ingin ia ketahui terhadap aileen.
sadar akan yang di lakukan kedua kakak beradik itu, saat itu aileen ingin segera pergi dari hadapan galen. namun galen lebih dulu mencekal tangan aileen dan aileen segera mengibaskan tangan galen.
"aku hanya ingin bicara ai, tolong jangan hindari aku" galen menatap penuh harap, dan akhirnya aileen menganggukinya.
"apa yang ingin kau bicarakan tuan galen?"
'bahkan kau tidak sudi memanggilku kakak ailee?'
"aku ingin tau selama ini kau dimana, apa kau baik-baik saja?"
"seperti yang kak galen lihat, aku sangat baik sekarang ini. emm lalu bagaimana keadaan mama dan papa sekarang tuan galen?"
__ADS_1
"aku bersyukur kau baik-baik saja aileen, tapi... " galen mendadak sendu "mama meninggal karena tau segalanya, dan sekarang papa memilih menetap di luar negeri aileen"
kaki aileen mendadak lemas, dan kini posisinya mulai goyah. aileen begitu syok mendengar ibu yang merawatnya mebinggal, itupun karna putra putrinyabyang membohonginya.
"mama..."
"tenanglah aileen.." galen lalu mendudukan aileen di salah satu kursi tamu.
"ini salah kita, kenapa mama bisa seperti ini! itu semua salah kita tuan galen."
"itu salahku aileen, aku yang merencakan. tapi lebih baik kita tidak membahasnya dulu aileen." galen kembali menatap aileen dengan hangat "siapa ayah dsri nolan aileen?"
"dia seseorang yang baik, dan tuan galen tidak tau soal dia karna dia lebih sering keluar negeri"galen termangu melihat kepergian aileen
tanpa menunggu balasan dari galen aileen segera pergi dan ingin meyusul nolan. namun belum sampai ke tempat anaknya, aileen menabrak seseorang.
brugh...
"aileen.. maafkan aku, aku sangat ingin menghampirimu dan karna sesikit berlari aku menabrakmu.
"hei intan hati-hati ini adalah pernikahanmu, untuk apa kau buru-buru..?"
"karna kau sahabatku sekarang aku ingin segera mengenalkanmu dengan calon suamiku" intan segera menarik aileen dan saat itu posisinya ada di belakang calon suamonya..
"sayang berbaliklah aku membawa sahabatku sekaligus designer hebat.."
seseorang memutar tubuhnya dan melihat aileen yang saat itu juga sedang menatapnya.
'kenapa ini terjadi di kehidupanku, kenapa mereka hadir lagi?'
"kenalkan dia adrian calon suamiku aileen.. dan adrian, kenalakan dia aileen sahabatku yang terbaik"
"selamat tuan, kau beruntung mendapatkan wanita yang sangat baik seprti intan" aileen menjabat tangan adrian dengan anyum tipisnya, sedangkan adria masih diam dan tidak sedetikpun pandangannya pergi meninggalkan aileen.
"bunda..." nolan menghambur kepelukan aileen dengan di antar oleh raven.
'aileen sudah mempunyai anak?' seperti raven dan galen, adrian pun sangat syok dengan apa yang ia lihat saat ini.
.
.
__ADS_1
.bersambung
.