Hear My Heart

Hear My Heart
Part 17


__ADS_3

Aileen berlari ke kamar yang saat itu di tempati oleh galen. saat itu aileen mendapati galen yang terbaring di ranjangnya dengan selimut menutupi badannya.


"kak raven, kenapa kak galen tiba-tiba demam. tadi pagi sepertinya baik-baik aja?" aileen menanyai raven yang sudah ada di kamar tersebut sebelum aileen.


"entahlah aileen, tadi aku ingin mengajak kak galen untuk berjalan-jalan tapi malah seperti ini keadaannya."


tanpa menunggu lama aileen pergi mengambilkan air hangat untuk mengompres galen.


dengan telaten aileen menunggu galen dan terus memeriksa suhu badan galen.


"kak galen udah makan?" tanya aileen dan galen hanya menggeleng.


sedangkan raven, raven pergi entah kemana tanpa berpamitan.


aileen lalu dengan cekatan menyiapkan bubur untuk galen. dalam hitungan menit, aileen sudah membawa semangkuk bubur di hadapan galen.


"kak galen makan dulu ya.." aileen lalu menyuapi galen dengan penuh perhatian. saat di suapi galen tak hentinya terus memandangi aileen yang sibuk meniup bubur untuknya.


'mantan istriku..'galen tersenyum saat


ia mengingat hal yang baru saja ia lakukan dengan raven.


____flashback on____


"kak galen ikut aku sekarang.." raven menyeret galen dari tempat dimana ia dan raven mengawasi aileen dengan adrian.


dengan langkah tergesa raven mengajak galen ke kamarnya. setelah sampai di kamarnya tiba-tiba raven pergi ke kamar mandi.


"kau menarikku kesini dengan terburu-buru, hanya untuk pergi ke kamar mandi raven?" galen mendengus kesal saat adiknya melakukan hal yang membuatnya kesal.

__ADS_1


saat galen ingin mendudukkan tubuhnya dia atas sofa raven menariknya lagi danlagi seperti yang baru terjadi.


byur....


Galen seketika berdiri di atas bathup yang berisi air hangat dominan ke panas. raven berhasil membuat galen meradang karena tingkahnya.


"apa yang kai lakukan raven, kau ini sudah gila ha? kenapa tiba-tiba kamu melemparku ke dalam air panas raven?!" galen mendelik ke arah raven yang berekspresi biasa saja seperti tidak berbuat apa-apa.


"tenang kak galen, ini cara untuk membuat aileen percaya kalo kakak demam." raven menatap galen yang saat itu melempar tatapan membunuh ke arahnya. "dengan berendam di air ini suhu badan kak galen akan naik dan otomatis kakak seperti orang yang mengalami demam!"


mendengar penjelasan dari raven galen lalu mengikuti saran dengan berendam di air hangat cukup lama.


____flashback off____


"kak.. kak galen baik-baik saja kan?" selorohan aileen membuyarkan lamunan galen .


"eh iya ai, aku baik-baik saja."


suata ketukan pintu dari luar membuat aileen segera membukakan pintu.


saat itu ia tertegun melihat kedatangan adrian dengan satu parsel buah segar.


"tuan adrian, maaf apa ada pekerjaan untukku?" tanya aileen


"tidak aileen, aku dengar mantan suamimu ini mengalami demam" adrian meletakkan buah yang ia bawa di atas nakas di samping galen berbaring.


"maaf sudah merepotkan anda tuan adrian"


"tidak serepot itu tuan galen. kebetulan saat ini aku ingin melamar adikmu aileen!"

__ADS_1


"tuan adrian.. bercanda anda tidak lucu tuan!" aileen menatap lekat adrian.


mendengar ucapan adrian, galen bangkit dari tempat tidurnya. perlahan galen mendekat ke arah aileen.


"tidak semudah itu jika kau ingin melamar adikku sekaligus mantan istriku" galen begitu tenang menaggapi ucapan dari adrian.


adrian mengernyitkan dahinya sekilas dan kini ia tersenyum smirk terhadap galen yang saat itu merengkuh pundak aileen.


"aku tau itu tuan adrian, maka dari itu aku ingin bertemu dengan orang tua kalian." adrian terlihat begitu serius dan hal itu membuat aileen bingung.


aileen yang bingung dengan situasi saat ini, ia segera menarik adrian keluar. "tuan, maaf sebelumnya. tolong jangan bercanda tuan"


"aku tidak bercanda aileen, aku ingin menjadikanmu istriku!" balas adrian tanpa raut bercanda sesikutpun.


"tapi tuan, tuan tau kan aku adalah pegawaimu. dan statusku sudah tidak-"


"aku tau itu, dan apa kamu bersedia menjadi istriku?" adrian menatap lekat manik mata aileen.


"aku akan mengizinkanmu menikahinya jika setelah kau bertemu orang tuaku."ucap galen yang baru keluar dari kamarnya menyusul adrian dan aileen.


entah kenapa ketika mendengar ucapan galen, hati aileen terasa teriris. aileen memegangi dadanya dan membuat adrian cemas "ada apa aileen, apa kamu sakit?" aileen hanya menggeleng mendengar pertanyaan dari adrian.


'aku yakin aileen tidak akan menerimanya, karna aku tau saat ini aileen mulai mempunyai perasaan denganku. buktinya aileen rela meninggalkan adrian hanya demi merawatku.'


"baik aileen aku akan menunggu jawabanmu, aku harap aku mendengar jawaban yang ku harapkan" adrian melempar senyum kepada aileen dan berlalu pergi meninggalkan aileen bersama galen.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2