Hear My Heart

Hear My Heart
Part 20


__ADS_3

Kini kegelisahan yang aileen rasakan pun meredam setelah galen dan raven berhasil meyakinkan orang tuanya perihal apa yang di ucapkan oleh adrian. saat ini aileen raven dan galen bersama-sama menyembunyikan tentang hubungan aileen dengan adrian.


"untung saja tadi kakak bisa membuat mama papa percaya. kalu tidak, entah apa yang akan terjadi dengan mereka" raven menghembuskan nafas lega.


"tapi kita tidak bisa tenang, karna lambat laun mama papa juga akan tau. dan aku harap tidak terjadi hal buruk dengan mereka" sahut galen dengan wajah lugasnya.


"sebelum itu terjadi, aku akan membuat mama papa mengerti" timpal aileen yang bangkit dari tempat duduknya.


"apa kamu yakin aileen? kamu lihatkan kejadian yamg baru saja membuat kita kelabakan!" raven berdiri di hadapan aileen dengan mimik wajah yang jelas-jelas ingin melarang apa yang akan aileen lakukan.


"aku yakin kak, tidak mungkinkan jika aku tidak melakukan hal itu. apa yang akan tuan adrian lakukan itu lebih menghawatirkan bukan?"


"ini memang salah kak galen dari awal, jika kak galen tidak menceraikan aileen tidak mungkin adrian berbuat seperti tadi!" ucap raven dengan suara tingginya.


"apa maksudmu raven, kau yang dari awal meninggalkan aileen di pelaminan dan mengharuskanku untuk menikahinya" sargah galen yang tidak terima dengan tudingan yang di layangkan oleh raven.


"oke itu memang salahku, tapi kenapa kak galen mau menikahi aileen jika akhirnya menceraikannya"


"tolong, tolong hentikan. jangan berdebat lagi" lirih aileen. "teriakan kalian bisa membuat mama dan papa dengar, kalian tidak mengingat kejadian tadi?" aileen mulai membayangkan apa yang baru saja terjadi.


____flashback on____


"emm ngomong-ngmong nak adrian sibuk apa saat ini?" tanya pak ardhan.


"saya hanya sibuk di kantor mengurus kerja sama yang saat ini juga melibatkan tuan galen pak ardhan." jelas adrian.


"oh iya ma ini tuan adrian boss aileen"


adrian tersenyum tipis kepada bu anggita."sebenarnya ada yang ingin saya katakan tante"


bu anggita tersenyum tipis "apa yang ingin kau sampaikan nak adrian?"


"apa tante tau, tante sangat beruntung dengan mempunyai anak seperti aileen. aileen adalah gadis yang baik dan sangat cerdas."


"ma, lebih baik mama istirahat. mama pasti capek kan?" adrian berusaha mengalihkan perhatian dengan mengubah topik pembicaraan. namun semua usahanya itu sia-sia, karena bu anggita begitu antusias dengan ucapan adrian.


"iya nanti mama istrihat sayang, tapi biarkan nak adrian menyelesaikan ucapannya okey?!"

__ADS_1


"begini tante aku hanya ingin menikahi aileen"


"apa kau sadar dengan ucapanmu nak adrian?" tanya bu anggita dengan raut wajah yang terkejut.


"emm tuan adrian lebih baik kau ikut denganku" raven menarik adrian keluar ruangan.


"apa maksudnya ini galen?"


"emm ma pa, kalian tenang. adrian memang orangnya suka bercanda, dan barusan itu salah satunya" galen berusaha berbicara dengan tenang supaya orang tuanya percaya dengan ucapannya.


saat itu pak ardhan mulai memegangi dada sebelah kirinya, dan hal itu di sadari oleh aileen.


"pa, papa minum dan istirahatlah" pak ardhan lalu menuruti ucapan aileen.


"mama, benar kata kak galen. tuan adrian memang suka bercanda. dan kali ini, ini memang sudah berlebihan. lain kali biar aku mengatakan padanya untuk tidak terlalu berlebihan" jelas aileen dengan suara yang sedikit bergetar.


"mama percaya jika kamu yang mengatakannya sayang, tapi lain kali jangan seperti itu mama gak mau denger itu, karna mama gak mau kehilangan menantu sekaligus anak mama"


"iya ma" aileen lalu memeluk bu anggita dengan erat dam saat itu bu anggita juga memanggil galen ke dalam pelukannya.tanpa sengaja galen menyentuh pinggang aileen dan hal itu membuat aileen canggung begitupun dengan galen. namu mereka harus menutupi ketidaknyamanan itu demi orang tuanya.


____flashback off____


Dan akhirnya perdebatan antara galen dan raven pun berhenti, kini raven tengah kembali ke kamarnya. dan aileen pun ingin ke kamarnya namun galen tiba-tiba mencekal pergelangan tangannya.


"ai kamu mau kemana"


"aku mau ke kamar kak, aku sangat lelah"


"kamu tidak bisa kembali ke kamarmu karna mama papa saat ini ada di rumah" bu anggita dan pak ardhan memang sudah berada di rumah galen karena tidak ingin di rawat.


"tapi kak galen?"


"tidak ada pilihan lain aileen, dan kamu tidak perlu cemas. kamu ingat waktu itukan? tidak ada yang terjadi dengan kita bukan" galen bersikeras meyakinkan aileen yang sempat ragu.


akhirnya tidak ada alasan aileen untuk menolak, namun saat mereka berdua tengah berjalan ke kamar tiba-tiba bu anggita menghentikan mereka.


"sayang kalian pasti lelah, kalian harus minum ini untuk memulihkan tenaga kalian okey?! mama tau kalian pasti capek kan dari luar kota langsung buru-buru ke rumah sakit?"

__ADS_1


"tapi ma kita mau tidur, kenapa gak besok aja minumnya" sahut galen.


"baiklah kalau kalian memang tidak mau, mama akan membuangnya" ucap bu anggita dengan raut kekecewaan di wajahnya.


"tunggu ma, biar kami minum" mendengar ucapan galen bu anggita sangat senang.


seusai meminum minuman itu aileen dan galen segera masuk ke kamar mereka. seperti biasa, galen hanya mengenaka celana pendek dengan kaos oblong. sedangkan aileen mengenakan piama tidur pendek.


mereka pun mulai memejamkan mata mereka, namun tiba-tiba mereka merasa ada yang aneh dengan tubuh mereka. aileen memyibak selimut yang ia kenakan dan secara tidak sengaja galen melihat kaki aileen.


'ada apa denganku, aku sudah biasa melihat aileen dengan pakaian seperti ini. tapi kenapa saat ini begitu berbeda? aileen terlihat sangat se*y' galen menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali memejamkan matanya.


dan lagi aileen kini melepas piyamanya dan hanya mengenakan tengtopnya dan hal itu berhasil membuat galen menyipitka kedua matanya dan langsung bangkit dari posisi tidurnya.


"apa yang kau lakukan aileen, apa kau ingin menggodaku?" ucapan galen seketika membuat aileen ikut bangkit dari tidurnya.


"ini sangat panas kak, padahal aku sudah menghidupkan ac nya dengan suhu paling dingin. apa kakak tidak merasa kalo ada yang aneh?" aileen menatap lekat galen.


dan saat itu hal yang sama tiba-tiba di rasakan oleh galen. "kamu benar aileen, apa ini ada hubungannya dengan minuman yang mama berikan?"


"tapi untuk apa mama melakukan hal itu kak, bahkan mama taunya kita masih suami istrikan?"


"justru itu aileen, aku takut mama melakukan ini supaya kita segera memberikan mereka seorang cucu"


Setelah mendengar penjelasan dari galen mendadak aileen merasa gelisah dan entah kenapa melihat galen ia sangat ingin memeluknya. dan saat itu pula galen melepas kaos yang ia kenakan.


keluar keringat dari kedua sejoli itu karena menahan sesuatu yang harusnya tidak mereka tahan.


dan tiba-tiba galen menarik aileen le dalam pelukannya.


"kak galen?"


.


.bersambung.


.

__ADS_1


__ADS_2