Hear My Heart

Hear My Heart
Part 59


__ADS_3

Adrian kembali ke rumahnya, saat itu Intan yang berpura-pura cemas segera menanyakan apa yang terjadi dengan suaminya yang terlihat kacau.


"Adrian, bagaimana dengan keadaanmu? aku ingin menemanimu semalam. tetapi polisi melarangku karena mereka bilang aku akan mengganggu penyelidikan mereka"


"aku tidak ingin membahasnya, aku lelah aku butuh istirahat." tugas Adrian yang segera pergi membersihkan dirinya.


'huh, kau pikir aku tidak tau Adrian. tapi biarkan saja kamu mengira aku tidak tau apa-apa. tapi aku berjanji aku tidak akan membiarkanmu bersatu dengan Aileen. dan sekarang perempuan yang kamu puja itu sudah mendekam di dalam penjara' gumamnya dalam hati.


Adrian menanggalkan pakaiannya dan masuk kedalam bakal mandi. disana ia mengatur suhu air menjadi hangat. didalam sana Adrian teringat Stevy yang sedang tidak sadarkan diri dalam ruangan ICU.


"astaga Aileen, apa dia dipenjara karena keterangan Intan. aku tidak bisa melihat Aileen di penjara. terlebih dia pasti marah karena aku menculik Nolan! "


Cukup lama Adrian bermonolog didalam sana. bukannya membuat pikirannya tenang, Adrian justru semakin gelisah memikirkan kemarahan Aileen terhadapnya.


"aku harus menemui Intan"


Adrian bangkit dari kamar mandi dan mengenakan handuk sebatas pinggang.


Setelah ia sudah mengganti pakaiannya, Adrian mencari Intan di ruang tengah, namun saat itu ia tidak menemukan Intan sama sekali hingga akhirnya Adrian memutuskan untuk menghubungi Intan.


"halo Intan, kamu ada dimana sekarang? "


"... "


"apa? untuk apa kamu kesana? "


"... "

__ADS_1


klik


"hash, aku harus menyusulnya. jangan Sampai Intan berbuat yang tidak-tidak"


Adrian melakukan mobilnya dalam kecepatan tinggi, namun mendadak ia harus menekankan laju kendaraannya karena terjadi kecelakaan di depannya. dan hal itu membuat lalu lintas menjadi padat dan membuatnya terjebak didalam kemacetan.


"ckk, kenapa mobil didepan sangat lamban. aku harus segera kesana, atau Intan akan merusak segalanya. aku tau jika saat ini kau berambisi untuk menghancurkan Aileen, Intan. tapi jangan pernah kamu menganggap semuanya akan mudah, karena aku orang pertama yang akan menghalangimu!"


tin tin


Adrian terus memencet klakson mobilnya agar mobil didepannya segera melakukan mobilnya meskipun hanya sejengkal.


"ckk, kenapa mereka tidak maju. Aku tidak akan membiarkan Intan membuat Aileen hancur. jika Aileen di penjara, maka bisnis yang ia bangun selama ini juga akan hancur"


Dua jam sudah Adrian terjebak didalam kemacetan, hingga akhirnya ia berhasil melewati mobil-mobil di depannya. dengan segera Adrian melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi.


Saat itulah Adrian bisa menebak apa yang sedang terjadi, terlebih saat itu Adrian melihat Intan yang pergi dengan wajah yang berseri dan juga tersenyum.


Adrian berlari kedalam untuk menemui Aileen, namun ketika masih di depan pintu masuk ia di hadang oleh Galen. Galen terlihat sangat marah dan menarik kerah baju Adrian.


"apa yang anda lakukan tuan? tolong jangan membuat keributan di sini! atau kalian akan kami tahan karena membuat keributan di kantor polisi" ucap Polisi yang menegur Ginga dan juga Adrian.


Ginga lalu melepas cengkeramannya dan membiarkan Adrian masuk.


dia tanya wajah sendu Aileen yang terduduk dibalik jeruji besi.


"Aileen" panggilnya, namun tidak mendapat jawaban dari Aileen yang masih sibuk dengan dunianya.

__ADS_1


"Aileen" Adrian kembali memanggil Aileen, namun Aileen belum kunjung menanggapi panggilannya


"Aileen" kali ini Adrian meninggukan suaranya hingga membuat Aileen menoleh ke arahnya.


Raut ketidaksuakaan langsung terlihat jelas di wajah Aileen. dengan rambut yang sedikit berantakan Aileen berjalan mendekat ke arah Adrian. sorot kebencian terlihat jelas di kedua mata Aileen.


"ada apa kamu kesini? lebih baik kamu pergi, aku tidak ingin berbicara dengan laki-laki sepertimu. lelaki yang tega menculik anak kecil hanya untuk kepentingannya sendiri" Sarkas Aileen mengusir Adrian.


''Aileen, aku hanya ingin meminta maaf. aku kesini untuk membebaskanmu"


"tidak perlu berpura-pura baik denganku Adrian. bukannya kamu sudah menyuruh istrimu untuk memberi kesaksiannya palsu seperti tadi? lalu kenapa kau berpura-pura sedih hmmm?"


"apa maksudmu Aileen, aku tidak pernah ingin kamu ditangkap. aku justru datang kesini untuk menentang semua pernyataan Dari Intan agar kamu bebas Aileen"


"huh, sudahlah kau lebih baik pergi dari sini Adrian."


"nggak aku bakalan tetep bikin kamu bebas Aileen"


"jika aku bebas kau akan masuk mengantikanku dan mendekam disini Adrian. pilhlah"


"tidak apa jika aku yang akan dipenjara asalkan kamu tidak di tangkap Aileen, karena aku tidak sanggup melihatmu di dalam ruangan sempit dan sangat tidak layak untukmu Aileen"


Ginga yang melihat Adrian segera menari Adrian untuk menjauh dari Aileen. Ganga menarik Adrian hingga terpental.


"apa kau puas melihat Aileen di penjara Adrian? karena istrimu Aileen Harus dipenjara. dan yang lebih parah aku tidak boleh untuk meminta jaminan!"


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2