
Hari ini adalah saatnya untuk pulang liburan, dan hal itu membuat galen sedikit lega. karena jika liburan ini terus berlangsung, adrian dan aileen akan semakin dekat.
tring.....tring....
saat galen ingin mengajak aileen pulang,tiba-tiba ponselnya berdering ketika ia berdiri tepat di hadapan aileen dan juga adrian.
"siapa?" galen memang tidak mengetahui siapa yang menghubunginya saat ini.
"sayang ini mama" tutur suara yang di seberang sana.
"apa, mama? emm mama ada apa tiba-tiba menelfon galen. dan kenapa mama menggunakan nomor baru?"cecar galen.
"hari ini mama dan papa pulang ke indonesia, tapi di tengah jalan kami di rampok sayang. dan ini papa kamu pakek gaya-gayaan ngelawan dan akhirnya harus mama bawa ke rumah sakit, dan ini mama pakek telfon rumah sakit. kamu cepet kesini ya nanti mama sharelock."
"iya iya ma, mama tenang ini galen akan langsung kesitu" galen lalu menutup telfonnya.
"ada apa sama mama kak?" tanya aileen yang saar itu tidak sengaja mendengar sesikit perbincangan galen dan ibunya.
"mama dan papa ada di rumah sakit ai, dan aku harus segera kesana"
"bukannya mama papa ada di luar negeri kak?"
"panjang ceritanya aileen"galen lalu meninggalkan aileen bersama adrian.
"tunggu kak aku ikut" aileen akhirnya pergi bersama galen untuk melihat keadaan orang tua mereka tanpa memperdulikan adrian yang masih berdiri mematung di tempat itu.
"maaf tuan adrian, apa tuan tau dimana kakak saya dan aileen?" tanya raven yang baru datang.
"tuan galen pergi bersama aileen untuk melihat keadaan orang tua kalian di rumah sakit"tutur adrian.
"orang tua kami, maksud anda bagaimana tuan adrian?"
"ada insiden yang menimpa mereka dan saat ini mereka berada di rumah sakit." jelas adrian dan berlalu pergi meninggalkan raven yang masih syok dengan jawaba adrian.
__ADS_1
▪▪▪▪▪
Galen melajukan mobilnya dengan sangat tinggi dan hal itu membuat aileen sedikit takut. aileen meremas tangannya, dan hal itu di sadaei oleh galen. dengan begitu galen mulai mengurangi kecepatan laju mobilnya.
"maaf ai, aku sampai tidak memperdulikanmu. kamu sampai ketakutan seperti ini."galen menggenggam tangan aileen yang terasa dingin.
"aku tau kakak sangat khawatir dengan papa dan mama makanya kak galen buru-buru. dan waktu yang kita tempuh cukup lama makanya kak galen mengemudi secepat tadi, tapi kita juga harus berhati-hati kak karna pengguna jalanan ini bukan kita aja kita harus perduli dengan keselamatan mereka" tutur aileen menatap lekat manik mata galen.
setelah tiga jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah sakit, mereka segera mencari ruangan dimana ayah mereka di rawat.
"mama papa..." galen langsung memeriksa keadaan ayahnya yang berbaring di ranjang rumah sakit, sedangkan aileen langsung memeluk ibu kesayangannya itu.
"ma, apa yang terjadi dengan kalian? tamya aileen.
mendengar semua itu sempat membuat orang tua mereka tak mempercayai bahwa aileen bisa bebicara kembali.
"sayang, apa kamu benar-benar yang mengucapkan hal itu?"bu anggita masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.
"mama benar-benar bahagia sayang" ibu dan anak itu terlihat sangat hangat dengan pelukan kegembiraan.
"aileen.. sini mendekat nak"
"papa, apa papa baik-baik saja?"
"tidak ada hal yang lebih baik dari ini sayang, papa sangat bersyukur atas keadaanmu nak"ucap pak ardhan sembari memeluk aileen.
"tapi pa, mana yang sakit pa?" ucap aileen.
saat itu pak ardhan menunjuk jarinya yang tergores oleh senjata tajam "inilah sayang kelakuan mamamu, hanya luka goresan seperti ini mamau minta papa supaya di rawat"
"astaga ma.." sahut galen dan hal itu di balas senyuman oleh bu anggita.
tok..tok..
__ADS_1
seseorang masuk dari luar dan orang itu adalah raven dan di susul oleh adrian.
"tuan adrian..." ucap aileen.
galen lalu memeluk ibunya dan segera melihat keadaan ayahnya.
"selamat siang nyonya gumelar dan tuan gumelar semoga anda lekas sembuh"
"terimakasih, oh ya ini dengan siapa?"
tanya bu anggita
"saya adrian nyonya"
"panggil tante aja nak adrian"
"emm ngomong-ngmong nak adrian sibuk apa saat ini?" tanya pak ardhan.
"saya hanya sibuk di kantor mengurus kerja sama yang saat ini juga melibatkan tuan galen pak ardhan." jelas adrian.
"oh iya ma ini tuan adrian boss aileen"
adrian tersenyum tipis kepada bu anggita."sebenarnya ada yang ingin saya katakan tante"
setelah mendengar ucapan adrian, mendadak galen raven dan juga aileen menjadi gusar.
'apa adrian benar-benar ingin mengatakan hal itu sekarang' batin galen mndadak berkeringat dingin.
hal itupun di rasakkan oleh raven dan juga aileen yang mulai cemas.
.
.bersambung
__ADS_1