
Galen dan Raven tidak ingin membuang kesempatan. kini mereka menyusun rencana untuk menangkap basah Adrian dan Stevy adalah dalang dari hilangnya Nolan.
Saat itu Galen mencoba menyelinap ke dalam rumah Stevy, sementara Raven pergi untuk meminta Ginga dan Aileen untuk datang ke rumah Stevy.
Saat itu Galen memperhatikan dari luar jendela ketika Stevy ingin mengerjai Nolan. namun Adrian sempat melarangnya.
"jangan lakuin itu sama Nolan Stevy, bagaimanapun Nolan tidak tau apa-apa dengan kesalahan yang dibuat oleh Ginga.' ucapnya yang terus mengenakan masker agar Nolan tidak mengenalinya.
" bibi, kenapa dari tadi kau marah-marah? bikinkan aku makan, aku sangat lapar! " kali ini Nolan mulai melakukan apa yang ia pikirkan. dan pemikiran anak jenius itu memang sangat berbeda.
Disaat anak lain yang di culik, mereka akn takut berbicara,. tetapi in Nolan? siapa yang bisa melawan Nolan ketika ia menggunakan kecerdasannya.
"kau pikir aku menculikmu untuk menjamumu anak ingusan? " Stevy menggeratkan giginya.
"ya, walaupun kau menculikmu, kau tetap harus memberiku makan bibi. apa kau mau jika aku tiada karena kelaparan? dan jika aku tiada, bagaiman bibi akan mempergunakan nanti? "
Adrian yang melihat tingkah Nolan justru mengulas senyum dibalik masker yang ia gunakan.
"astaga anak ini"
'tapi apa yang dia katakan benar juga, jika dia tiada, bagaimana aku akan memepergunakannya untuk mengancam Ginga nanti?'
"baiklah, kau tetap disini aku akan menyuruh pembantuku untuk membawakan makanan."
__ADS_1
"tunggu bibi, aku mau makananku itu rendah kalori dan jangan terlalu banyak minyak. dan tentu saja gizinya harus lengkap"
"jangan mengatur! "
"aku tidak mengatur bibi, aku hanya meringankan pekerjaanmu. jika kau salah memberiku makanan, aku akan sakit dan akan membuatmu susah nantinya bibi"
Stevy mulai kuwalahan dengan tingkah Nolan yang sangat tidak bisa dianggapnya remeh. saat itulah Stevy mulai mengeluh dan berbicara dengan Adrian.
"Adrian, kita akan sampai kapan begini? lebih baik aku menghubungi Ginga sekarang"
"terserah kau saja. dan satu yang harus kau tau Stevy, Nolan itu anak jenius, jadi tidak. mudah untuk mengatasinya! "
"astaga, kenapa kau baru bilang Adrian? pantas saja sejak tadi dia membuatku sangat kuwalahan. dia terlalu pintar untuk anak seusianya! ck" Stevy berdecak kesal karena baru tau jika Nolan adalah anak yang jenius.
Sementara itu Galen diluar sana terus merekam dengan apa yang di lakukan oleh Stevy, terlebih ketika Stevy ingin mengerjai Nolan.
Aileen dan Ginga merasa cemas karena tidak bisa menemukan Nolan. hingga saat ini Ginga memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Nolan.
"sepertinya orang itu tau seluk beluk rumah ini. karena orang itu sudah merusak CCTV yang kemungkinan besar dilewati oleh orang itu."
"lalu Nolan bagaimana Ginga? dia masih sangat kecil, bagaimana kalau orang jahat menculiknya dan memperlakukannya dengan tidak baik! "
"tenanglah Aileen, aku sudah mengerahkan semua anak buah ku untuk mencari Nolan."
__ADS_1
Ting tung
bel rumah berdenting, Ginga segera membuka pintu ruang tamu. Seketika kedua netra mereka melebar melihat kedatangan Raven kerumahhya.
"kak Raven, kenapa kakak kesini? " Aileen bangkit dari duduknya.
"tenanglah Aileen, aku ingin berbicara dengan kalian berdua."
"sebaiknya kita dengarkan apa yang ingin Raven katakan Aileen" ujar Ginga.
Dan saat itu Raven mengatakan semuanya tentang yang Raven dan Galen tau tentang Nolan. dan saat itu pula Raven mengatakan rencananya terhadap Stevy dan juga Adrian.
Drrttt Drrttt
"sebentar, kak Galen mengirim video"
Semuanya meligat isi video yang dikirim oleh Galen, saat itu Aileen terlihat kesal. namun Ginga segera menenangkannya.
"tenang Aileen, Nolan anak yang cerdas. dia tidak akan mudah ditindas"
"tapi aku tetap tidak. Terima dengan apa yang dikatakan oleh Stevy itu. dia tidak pernah tau menjadi aku dan Nolan, makanya dia bisa bersikap seperti itu."
Sontak mendengar ucapan dari Aileen. membuat hati Raven terenyuh. ia me gingat ketika kejadian enam tahun lalu ketika Galen dan Adrian membuat Aileen terluka dengan kesepakatan yang mereka buat.
__ADS_1
.
. bersambung