Hear My Heart

Hear My Heart
Part 65


__ADS_3

Mandalika bangkit dari duduknya dan bergegas untuk pergi, namun saat itu Rexy segera mencekal pergelangan tangan Mandalika dan menghentikan langkahnya untuk pergi.


"lo nggak bisa pergi sekarang"


" lo nggak lihat? gue basah, dan gue harus cepet ganti baju atau gue bisa sakit"


"huh, emang se rentan itu tubuh lo sampek lo harus sakit cuman di siram minuman dingin?"


"gue perempuan, gue harus ganti sekarang!"


Saat itu Rexy tidak menyadari jika baju Mandalika terlihat transparan karena basah. dan tanpa menunggu persetujuan dari Rexy, Mandalika berlari untuk mencari kendaraan umum.


"gue harus kejar dia, dia itu babu Scorpions mana mungkin bisa seenaknya kayak gini! "


"woe bro, lo mau kemana?" pekik Hugo melihat Rexy keluar dari kafe.


"udah biarin aja, mungkin dia mau kasih pelajaran sama siapa tadi? " Oky bahkan belum mengetahui nama Mandalika.


"panggil aja cewek sirkuit" pekik Anevay sambil tertawa menimpali pertanyaan dari Oky.


"huh, kenapa sirkuit? "


"karena namanya Mandalika" jelas Anevay.


Saat itu Nolan merasa tidak senang karena berada satu kafe dengan geng Scorpions. akhirnya Nolan segera memanggil oelayan untuk meminta Bill.


"berapa habisnya mbak? " tanyanya kepada pelayan yang datang.


"2.150.000 kak"


"oh okey"


Nolan mengulurkan kartu kredit yang ia bawa.


"maaf kak, kartunya tidak bisa di gunakan"


"ya udah yang ini mba" Nolan mengganti kartu kreditnya hingga tiga kali, namun semuanya tidak bisa digunakan hingga membuat pelayan bingung.


"ya udah mba pakek ini aja" Anevay mengulurkan kartu kredit miliknya.


"ck, ini pasti kerjaan papa, atau nggak Ayah yang bikin ini semua" Nolan bangkit dengan wajahnya yang menegang."gue bakal ganti besok Ne, ini pasti kerjaan bokap gue" lanjutnya dan bergegas pergi meninggalkan teman-temannya termasuk Anevay yang masih di tempat itu karena para sahabatnya melarangnya untuk pulang.


Namun di depan kafe Nolan melihat Rexy yang masih bersama dengan Mandalika yang berdiri di tepi jalan.


"bisa nggak si lo nggak halangin gue pergi?"


"kalo gue nggak bisa kenapa? "


"dasar mesum! lo pasti sengaja kan bikin gue berhenti di pinggir jalan biar jadi bahan omongan orang? "


Saat itulah Rexy mengerti jika Mandalika ingin segera pergi karena pakaian ya yang berubah menjadi transparan karena ulah dari Marco yang menyiramnya dengan minuman.


'Astaga, kenapa gue nggak nyadar dari tadi? mana gue nggak pakek jaket lagi. jaket gue kan gue tinggal di loker sekolah!


"lo tetep disini, gue mau ambil tas gue! " Rexy berlari kedalam untuk mengambil tas yang ia tinggal di dalam kafe.


Sementara itu Nolan berjalan dan mendekati Mandalika dan melempar jaket miliknya.

__ADS_1


Mandalika terkejut ketika Nolan melemparkan jaket miliknya, namun karena ia tidak mau tubuhnya terekspose, akhirnya Mandalika segera mengenakan jaket miliknya.


"emm gue-" belum samoai Mandalika menyelesaikan ucapannya, Nolan sudah melakukan motornya dalam kecepatan tinggi.


"itu orang aneh banget sisi. eh itu ada taksi, mending gue cepet-cepet balik. kalo gue nggak balik sekarang, bisa-bisa si mesum itu kesini lagi" Mandalika segera menyuruh sang supir taksi untuk melajukan kendaraannya.


_


Keesokan harinya seperti biasa Mandalika berangkat dengan di antara oleh supirnya. dan pagi itu ketika ia berada di depan sekolahan, ia sudah di tunggu oleh Syahwa.


"Manda lo nggak pa-pa kan? kemarin geng Scorpions nggak bikin lo sengsara kan Manda? "


"Sengsara si enggak, tapi salah satu anggota mereka nyiram gue pakek minuman dingin"


"ihh kurang ajar banget si tu orang" dan saat itu wajah Syahwa berubah. ia begitu merasa bersalah kepada Mandalika.


"sorry ya Manda, ini semua gara-gara gue."


"sstt lo nggak perlu minta maaf okey? ”


Dan saat itu Mandalika melihat kedatangan geng Eagles, ia segera mengajak Syahwa untuk mengejar geng Eagles.


"ayok Syahwa ikut gue"


"eh Manda, lo mau kemana si? kenapa lo ke arah mereka? "


"enggak ah Manda, gue nggak mau punya masalah"


"ini gue mau balikin jaketnya Nolan Syahwa"


"kenapa jaket Nolan bisa sama lo Manda? gue yakin Ane bakal marah besar. keberanian gue saat ini nggak bisa kayak kemaren buat ngadepin Ane Manda"


" lo yakin Manda? " Manda mengangguki pertanyaan dari Syahwa.


Karena Syahwa menolak untuk menemaninya, akhirnya Manda memutuskan untuk menghampiri sendiri geng Eagles.


Semua mata tertuju kepada Mandalika yang datang dan membawa Jaket dari geng Eagles.


"eh guys, kenapa Manda bawa jaket geng kita? " tanya David. Dan seketika semua mengerutkan dahinya karena mereka juga tidak tau kenapa Mandalika memiliki jaket geng mereka.


"heh lo nyolong jaket siapa?” tuduh Anevay kepada Mandalika, namun Mandalika tidak memperdulikannya sama sekali dan langsung mencari sang pemilik jaket yang ia bawa.


"Ini jaket lo, gue balikin" Mandalika memberikannya kepada Nolan, namun saat itu Anevay segera menepis hingga jaket Nolan terjatuh.


"Nolan, kenapa jaket lo sama cewek ini? "


"wih Nolan, diem-diem gercep juga lo" ujar Agam


"heh ngawur lo, lo nggak lihat ini lagi tegang?" Neo menyikut lengan Agam untuk memperingatkan Agam agar tidak berbicara sembarangan sekalipun itu candaan.


"gak ada" Nolan mengambil jaketnya dan pergi begitu saja.


Karena jawaban dari Nolan yang tak menjelaskan apapun membuat Anevay kesal. akhirnya ia melampiaskannya kepada Mandalika. ketika Mandalika ingin pergi ia justru menarik Mandalika dan mendorongnya hingga lutut Mandalika terluka.


"sshh" Mandalika bangkit dan tidak melayani Anevay. karena kakinya terluka, saat itu Arlan menghentikan langkahnya.


"tunggu"

__ADS_1


Mandalika menoleh ke arah Arlan, saat itu Arlan menghentikan Mandalika. Arlan memasangkan plester untuk lutut Mandalika yang terluka.


"sekarang lo bisa pergi"


"thanks"


Hari berjalan begitu cepat, saat itu ketika Mandalika berada di depan gerbang Rexy datang bersama dengan gengnya. geng Eagles yang melihat itu segera berkumpul dengan memasang wajah sangarnya.


"ngapain kalian kesini? kalian mau nyari ribut? " tanya Neo


"pertandingan kita udah di tentuin satu minggu lagi. dan hari ini kita nggak ada urusan sama kalian karna kita mau jemput babu kita buat ngelakuin tugasnya" balas Marco tersenyum miring.


"sekarang lo ikut kita" Hugo menarik Mandalika dan Syahwa yang melihat itu segera berlari untuk membantu Mandalika.


"eh kalian jangan bawa Manda dong"


"sssttt, lo diem kalo lo nggak mau bernasib buruk" ancam Oky dan seketika Syahwa terdiam.


Namun sebelum mereka membawa Mandalika, saat itu supir yang menjemputnya sudah tiba.


"maaf ya non, saya terlambat jemput"


"nggak pa-pa kok pak, oh ya pak bilangin sama opa kalo Manda nggak bisa langsung pulang karena ada banyak tugas yang harus Manda atasin"


"tapi non, mana mungkin opa membiarkan non pergi begitu saja? "


"bilang aja kita kerja kelompok pak" Rexy meraih tangan Mandalika dan membawanya dengan motor miliknya.


Mandalika terdiam berada di boncengan Rexy. apa yang saat ini ia ali ternyata adalah impian banyak gadis yang bisa langsung di bonceng oleh Rexy. selain wajahnya yang tampan, Rexy juga berasal dari keluarga yang sangat kaya.


"lo semalem kurang ajar banget ya, gue suruh nunggu malah pergi" ucap Rexy sembari mengendarai motornya dalam kecepatan sedang.


"terserah gue dong, gue itu bukan punya lo, jadi lo nggak berhak tanya dan ngatur-ngatur hidup gue!”


" oh benarkah? okey, sekarang gue bakal kasih pelajaran sama lo"


Dan saat itu Rexy melajukan motornya dalam kecepatan tinggi hingga membuat Mandalika ketakutan.


"jengan kenceng-kenceng dong, nanti kalo jatuh gimana? ”


Namun Rexy tidak mengindahkan ucapan Mandalika dan semakin menambah kecepatan motornya hingga membuat Mandalika memeluk Rexy begitu erat.


Cukup lama Rexy membawa Mandalika hingga akhirnya ia berhenti di depan markasnya. namun ketika ia berhenti, Mandalika tak kunjung melepas pelukannya dan membuat Rexy mengernyit.


"heh bangun, lo tidur ya? "


Karena tidak mendapat respon, akhirnya Rexy menoleh dan menyadari jika Mandalika pingsan


"astaga, dia pingsan Rexy" pekik Marco.


Dan saat itu Vero berlari dari dalam dan mengangkat tubuh Mandalika. sontak perhatian Vero terhadap Mandalika membuat teman-temannya mengerutkan dahinya.


"kenapa lo segitunya sama cewek ini? " itulah pertanyaan yang lolos dari mulut Rexy.


"sebenernya.... "


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2