
Mandalika sendiri merasa bingung harus memberi alasan apa untuk Syahwa, sehingga saat itu Mandalika memutuskan untuk pergi ke toilet tanpa menjawab pertanyaan dari Syahwa.
"Gue ke toilet bentar Wa"
Namun sayangnya ketika Mandalika berada di lorong sekolahan untuk pergi ke toilet, beberapa disini menghadangnya.
Ada yang berkacak pinggang, ada juga yang bersedekah dengan tatapan mengintimidasi. Tetapi Mandalika tidak memperdulikannya dan melewati beberapa siswi tersebut.
Tidak semudah itu Mandalika melewati mereka. Salah satu dari mereka menarik dan menghempaskan hingga Mandalika terbentur dinding.
Kulit putih yang terbentur dengan dinding berubah warna seperti warna buah tomat. Jari-jarinya mengusap lembut di setiap rasa sakit yang menjalar di seluruh lengannya.
"Jangan bersikap kelewat batas" Selorohan Mandalika membuat beberapa orang yang menghadangnya saling menatap dan bersamaan tertawa meledek.
Mandalika menautkan kedua alisnya. Ia tau jika semua ini adalah tentang gosipnya dengan Vero. Tentu saja, hal apa lagi yang menarik darinya kalau bukan yang berhubungan dengan kedua geng yang membuatnya muak seperti saat ini.
"Denger, gue nggak ada masalah apapun sama kalian. Jadi lebih baik kalian minggir"
Mandalika memang bukan seseorang yang penakut. Meskipun ia hanya sendiri, ia berani melawan siapapun jika memang dirinya benar.
"Kasih pelajaran girls"
Keributan pun terjadi, beberapa menyerang. Tetapi Mandalika tidak tinggal diam. Namun karena kalah jumlah, Mandalika mengalami luka cakaran yang cukup banyak. Tetapi beberapa dari yang mengeroyoknya juga mendapatkan cakaran dari Mandalika
Priitt
Peluit dari satpam akhirnya menghentikan keributan yang terjadi. Mandalika dan siswa lainnya digiring keruang bp.
Bahkan saat itu Mandalika melewati geng yang sangat ia benci.
"Bukannya itu Manda" Ucap Agam
Arlan yang saat itu dalam posisi memunggungi segera menoleh dan melihat keadaan Mandalika yang sudah acak-acakan yang juga melihat ke arahnya.
Bukan hanya Arlan dan Agam, Nolan juga Anevay pun melihatnya. Dan saat itu David dan Neo tertawa bersamaan melihat Anevay yang seperti boneka anabelle.
__ADS_1
"Akhirnya tu cewek kena batunya" Ucap Neo yang sangat menikmati yang baginya adalah sebuah hiburan.
"Lo kelihatan bahagia banget Neo, lo kayak punya dendam tersendiri sama tu anak" Sahut Agam
"Ya gue gak suka aja di slalu ngelawan kita kan?" Tukasnya
"Sukurin itu anak, pakek kecentilan pacaran sama Vero. Lagian Vero mau-maunya gitu pacaran sama biang onar" Anevay begitu terlihat tidak senang.
Itulah Anevay, tidak senang jika ada gadis lain selain dirinya dekat dengan siswa populer. Dan Vero adalah salah satu siswa dari sekolah lain yang populer di kalangan sekolah-sekolah lainnya. Selain gengnya sendiri yang sudah terkenal, fisiknya pun mendukung begitupun dengan prestasinya di sekolahan yang tidak bisa di abaikan.
Vero sendiri ahli dalam bidang seni bela diri yang menjadi andalan sekolahnya. Dan setiap anggota geng Scorpions memiliki keahliannya masing-masing.
Mereka semua membentuk geng selain karena persahabatan, satu yang menyatukan, yaitu Skateboard. Sehingga mereka mencari lawan yang sejajar. Dan selama ini yang bisa menyaingi mereka adalah Eagles. Dimana geng yang di pimpin oleh Nolan.
"Ternyata geng Scorpions sangat berpengaruh, sehingga membuat anak-anak disekolahan kita marah sama Manda. Dan itu juga nggak bagus buat geng kita. Jangan sampai mereka terlalu fokus dengan Scorpions dan lupa sama geng kita" Celetukan Neo berhasil membuat teman-temannya menatapnya dengan berbagai tatapan penuh maksud.
"Apa yang lo omongin emang benar Neo. Sekarang gue ngerti kenapa Vero macarin Manda." Agam mengangguk-angguk setelah mengatakan hal itu.
"Emang apa menurut lo Gam?" Kini Arlan yang ikut bertanya.
"Wah ada apa ini, seorang Arlan juga penasaran" Sahut David
"Pasti Vero macarin Manda cuman supaya geng Scorpions trending dan ngalahin geng kita"
"Itu bukan urusan kita, karena geng kita gak akan redup cuman gara-gara berita murahan kayak gitu Nolan pun yang sedari tadi diam kini angkat bicara.
" Tapi kenyataannya sekarang banyak yang hashtag Scorpions Nolan, dan itu gak bagus buat geng kita"
Mendengar ucapan Neo dan melihat layar ponsel yang Neo tunjukkan, membuat geng Eagles geram. Bukannya menghujat, banyak sekali yang mengomentari jika mereka gemas dengan Mandalika. Mereka menganggap Vero begitu profesional. Meskipun Mandalika adalah kekasihnya, Vero tetap mengijinkan Mandalika untuk menjalani hukumannya karena kekalahannya.
Ya begitulah, mereka berspekulasi sendiri menerka-nerka apa yang terjadi dan membuat asumsi sendiri bahkan sebelum ada klarifikasi dari Vero dan Mandalika sendiri. Meskipun ada beberapa yang mengejek Mandalika, tapi lebih banyak yang berkomentar lucu tentang hubungan mereka dan menyetujuinya.
'Astaga, kenapa rencana gue malah bikin mereka di dukung banyak orang? Kayaknya gue harus punya rencana lain' batin Nolan.
"Kalau efek macarin Mandalika sebegitu berpengaruh, gimana kalo salah satu dari kita harus bisa bikin Mandalika suka sama dia. Dan orang itu Arlan" Celetukan Agam memang membuat semuanya terkejut. Dan sudah pasti Arlan akan menolaknya karena ia tidak sedikitpun tertarik untuk berpacaran dan mencari keributan.
__ADS_1
"Gue nggak mau cari masalah. Lagian gue nggak punya perasaan sama Manda "
"Nah itu yang gue maksud Lan, kalo lo yang ngerebut Manda dari Vero nggak ada yang curiga lo cuman mau bikin Vero kalah. Dan pasti orang-orang bakal ngolok-olok Vero karena kalah dari lo, dan kalau Vero kalah otomatis gengnya juga kalah"
"Nggak, gue nggak bisa. Gue nggak suka sama Manda"
"Gampang aja Arlan, kalo nanti dia udah lo dapetin tinggal lo tinggal aja. Gampang kan! " Anevay pun mendukung ucapan Neo.
Disaat semuanya serius, saat itu seseorang menghampiri mereka.
"Permisi nak, dimana ruang BP ? "
Mereka semua melihat seseorang yang sudah patuh bayar lebih dengan rambut berwarna putih namun masih memiliki badan yang segar dan tegap.
"Maaf, kakek ini siapa? " Tanya Agam
"Saya kakeknya Mandalika, apa kalian tau dimana ruangannya?"
"Oh, ada disana kek. Biar ku antar" Meskipun mereka anak-anak sekolah yang cukup badung, namun mereka selalu sopan dengan orang tua.
Setelah mengantarkan kakek Mandalika, Arlan kembali bergabung. Dan bersamaan anggotanya bertepuk tangan kecuali Nolan. Arlan pun mengangkat dagunya dengan rsut wajah bingung dengan apa yang dilakukan para sahabatnya.
"Lo gercep banget Lan, lo udah mulai deketin kakeknya sebelum deketin cucunya"
Lagi-lagi semuanya tertawa dan ketika itu membuat Arlan menggeleng.
"Gue nggak deketin siapapun. Gue cuman bantuin orang"
"Pokoknya fiks, lo harus lakuin rencana ini Arlan. Nanti malem lo datang ke rumah Nolan"
"Kenapa ke rumah gue Ane? " Tanya Nolan
"Karna nanti malem Mandalika ke rumah lo buat ngajarin lo, jadi Arlan bakal deketin dia mulai malam ini. Ga boleh nolak, no debat"
Nolan dan Arlan saling menatap dengan penuh arti.
__ADS_1
.
Bersambung