
Adrian tersenyum getir melihat teman yang dikenalkan oleh calon istrinya yang beberapa saat lagi akan resmi menjadi istrinya itu adalah aileen seseorang yang ia cintai selama beberapa tahun terakhir.
ya, memang benar. adrian mau menikahi intan karena perjodohan dari oma nya yang saat ini masih duduk di salah satu ruangan.
dan kini acara yang dibtunggu pun tiba. saatnya untuk adrian dan intan untuk ijab kabul.
"saya terima nikahnya intan maheswari binti indra maheswari dengan uang lima milyar dan emas 100 gram di bayar tunai"
"bagaimana saksi sah?"
"sah.." ucap semua saksi yang hadir di pernikahan yang sangat megah. bagaimana tidak? orang yang saat ini dinikahi oleh adrian bukanlah orang sembarangan, melainkan satu-satunya anak dari pengusaha terkaya di kalangan para pengusaha lainnya.
terlukis senyum di wajah intan yag sangat cantik. dan saat itu pula intan mencari aileen dan juga nolan yang saat itu duduk di salah satu kursi tamu.
"aileen ayolah ikut foto bersama kami, kau adalah sahabatku bukan? jadi kau harus menurutiku hari ini! iya kan nolan sayang"
"tentu tante" ucap nolan menatap teduh intan. dan setwlah itu, nolan berjalan dan meraih tangan aileen dengan lembut. dengan senyum di bibirnya nolan menatap manik mata aileen dan.. "ayolah bunda kita jangan mengecawakan tante intan"
aileen menatap teduh anak dan sahabatnya itu, aileen menghela nafas panjang dan kini membuangnya untuk menyetujui untuk berfoto bersama keluarga termasik dengan adrian.
foto di ambil beberapa kali dan saat itu kebetulan aileen berada di tengah antara galen dan adrian. sedangkan nolan di gendong oleh raven yang berdiri di sebelah mempelai wanita.
dan akhirnya pesta telah rampung, aileen dan nolan bergegas untuk meninggalkan tempat tersebut. namun seseorang mencekal lengan aileen dan mengharuakan aileen untuk menghentikan langkah kakinya dengan nolan yang masih di gendongannya karena saat itu nolan sudah di kuasai oleh rasa kantuknya.
"tunggu aileen aku ingin bicara.."
aileen menoleh dengan sedikit kesulitan karena nolan yang ada di gendongannya.
saat mengetahui orang itu adalah adrian, aileen berusaha menghindar. namun pergerakan yang lambat, adrian begitu mudah untuk menyusul.
"aku tidak punya banyak waktu jadi apa yang ingin kau katakan.?"
"selama ini kau ada dimana aileen, au terus mencarimu. namun kenapa baru saat ini kau muncul?"
"dengar tuan adrian, aku tidak punya banyak waktu. jadi apa yang ingin kau bicarakan, to the poin saja" tukas aileen.
"aku sangat merindukanmu aileen, aku tau aku berbuat salah karna menyetujui kesepakatan dengan galen tapi ak-"
"tolong jaga bicaramu tuan adrian" potong aileen. aileen sebenarnya tidak ingin membahas soal ini, tapi rntah kenapa adrian malah memulainya. terlepas dari itu semua, aileen tidak igin sahabatnya mengetahui bahwa dirinya adalah mantan calon istri dari suaminya saat ini. "apa kau tidak berpikir apa yang akan intan pikirkan jika kau mengucapkan hal itu dengan wanita lain tuan adrian?"
"aku tau intan akan terluka, tapi aku sungguh merindukanmu aileen. dan anak tadi, apakah dia benar anakmu?"
__ADS_1
"apa maksudmu dengan menanyakan tentang anakku tuan adrian? TENTU SAJA NOLAN ADALAH ANAKKU!" jelas aileen dengan menekankan bahwa nolan adalah anaknya. dan kini aileen mulai enggan untuk berbincang dengan adrian "sudahlah sepertinya tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi, saya permisi tuan adrian" aileen lalu pergi dengan langkah kaki yang sedikit gontai karena menggendong nolan sejak tadi.
adrian terus menatap kepergian aileen, hingga terdengar suara dari intan yang datang menghampirinya dengan galen dan juga raven.
"dri.. tuan galen dan raven akan pulang. kau sejak tadi kemana, kalian sempatkanlah berbincang sebentar sebelum pulang, aku harus menemui beberapa temanku dulu"
inyan pun segera meninggalkan adrian, sedangkan galen dan raven masih heran dengan adrian yang masih termangu.
"apa kau masih memikirkan aileen tuan adrian?" tanya raven begitu saja.
"entahlah.. oh kalian sudah mau pulang?" ucap adrian sengaja mengalihkan pembicaraan.
"tentu kami harus pulang, bersenang senanglah dengan istrimu!" tutur galen dan kini iapun segera melangkah pergi bersama dengan raven.
setelah sampai di rumahnya, galen tak henti memikirkan aileen dan juga nolan.
galen berdiri di atas balkon dengan secangkir kopi di tangannya. angin malam yang menyeruak tak bisa membuat galen kedingan karena ia terus memikirkan tentang ucaoan nolan perihal ayahnya yang berada di luar negeri.
"apa benar kau sudah melupakanku aileen? sekalipun sebagai kakakmu?"
hati galen terus memberontak, ia seakan tidak terima dengan hubungannya dengan aileen saat ini yang seperti orang asing.
"seperti apa laki-laki yang saat ini bersamamu aileen?"
aileen memandangi wajah nolan hang kini sedang terlelap, ia teringat saat nolan sangat senang bertemu dengan orang-orang di masalalu nya.
"kenapa kami harus bertemu tuhan? aku sudah mati-matian menghindarinya. bahkan aku juga berusaha bersembunyi dari orang suruhan mereka yang mencariku."
aileen memegangi dadanya yang mulai sesak karena mengingat saat galen dan adrian membuay kesepakatan yang melibatkan dirinya. "tapi apalah dayaku jika takdir berkata lain dan mempertemukan kami kembali." aileen memejamkam matanya sekilas " dan kini yang harus aku lakukan adalah, bagaimana alu bis menutupi masalaluku dari nolan."
aileen membelai pipi anaknya yang terlihat sangat manis saat terlelap.
dan kini aileen pun mulai ingin memejamkan matanya.
namun..
ting tung...
"siapa malam-malam begini datang?"
aileen perlahan turun dari ranjang dan meninggalakan nolan yang masih sangat nyenyak di dalam. aileen lalu menuruni tabgga dan oergi ke ruang tamu untuk membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
klek..
"siapa kau.." saat itu aileen hanya melihat seseorang dari arah belakang tanpa mengetahui orang tersebut.
sosok tinggi dan kekar yang berdiri do hadapannya kini perlahan membalikan tubuhnya.
seketika aileen membulatkan kedua matanya sempurna mendapati seseorang yang ia kenal.
"tuan adrian, kenapa selarut ini kau datang? dan dari mana kau mengetahui rumahku?"
bukannya menjawab adeian begitu saja memeluk aileen, dan dengan refleknya aileen mendonring tubuh adrian.
"apa kau gila tuan adrian, kau sudah mempunyai seorang istri. jangan beraninya kau datang ke rumahku dengan tujuan masalalumu!" aileen begitu marah dengan apa yang di lakukan oleh adrian.
"dengar aileen aku masih sangat menyayangimu, aku mohon maafkan aku!" adrian berlutuk di depan kaki aileen yang tak bergeming sedikitpun.
"tuan adrian kita sudah mempunyai jalan hidup masing-masing lebih baik kau pergi dan yemani sitrimu yang saat ini menunggumu di rumah!"
aileen langsung meninggalkan adrian yang masih terpaku di deoan rumahnya. dan ebtah mengapa secara tiba-tiba hujan turun begitu deras.
namun hal itu tidak membuat adrian bergeming sedikitpun.
-
pagi-pagi sekali aileen hendak lati pagi, namun ketika ia membuka pintu ia di kejutkan dengan adrian yang masih berdiri di tempat yang sama dengan tadi malam.
"ternyata kau belum pergi tuan adrian?"
"aileen maafkan aku!"
brugh...
"tuan adrian.."
"bangunlah tuan adrian.." aileen menggoyang-goyangkan tubuh adrian.
"astaga, ternyata dia demam.."
adrian tumbang begitu saja, sedangkan aileen kebingungan bagaimana harus bertindak!
.
__ADS_1
.bersambung
.