
"Tidak mungkin kau calon istri David,"bantah Nesya tak percaya.
"Honey, apa benar dia pacar mu dan aku bukan calon istri mu?"tanya Tari berakting pura pura marah membuat David tersenyum puas karena akting Tari benar benar seperti artis papan atas.
David langsung menarik pinggang Tari, ia memeluk tubuh Tari dari belakang seraya mencium pipi Tari.
"Kau adalah calon istri ku sayang, sedangkan dia hanya sebatas teman ku,"ucap David lembut mencium telinga Tari.
Kurang asam, dasar pria tua laknut mencari kesempatan dalam kesempitan batin Tari marah.
Tari mencengkram erat tangan David yang melingkar di perut nya membuat David terkekeh geli karena ia tahu bahwa Tari pasti marah karena sikap nya.
Gadis OG ini boleh juga menjadi teman ranjang ku, dan bibir nya tadi sangat manis, akkkk kenapa kau langsung bangun ubi, apa kau mau di bakar oleh gadis OG itu batin David kesal.
David langsung melepaskan tangannya dari pinggang Tari karena si ubi telah bangun, ia mengatur nafasnya agar kembali seperti semula.
"Tidak mungkin Dav, kamu itu pacar ku, kita sudah menjalin hubungan lebih dari 2 tahun, oh aku tahu pasti wanita j*lang ini yang menggoda mu terlebih dahulu kan,"sentak Nesya dengan air mata buaya yang membasahi pipinya, membuat orang orang merasa iba kepada nya.
Bisik bisik dari orang orang pun terdengar di telinga Tari, bahwa banyak dari mereka yang menuduh Tari sebagai wanita penggoda yang merebut David dari Nesya, Tari yang mendengarnya pun memutar bola mata jengah, karena ia sudah kebal akan bisik bisik tersebut.
Baiklah, akan aku tunjukkan apa itu wanita seribu muka batin Tari menyeringai.
Sedangkan David ia terdiam dan memilih bersikap santai karena ia yakin bahwa Tari bisa mengatasi Nesya dengan baik.
"Apa maksud anda nona dengan mengatakan saya telah menggoda David, apa anda tidak tahu kalau kami sudah menjalin hubungan kurang lebih 5 tahun, kami sengaja merahasiakan ini pada publik karena kami ingin hubungan kami aman dari kejaran paparazi, apalagi David adalah incaran para wartawan karena dirinya yang menjadi pengusaha sukses di Asia, jadi sekarang saya bertanya pada anda siapa yang menjadi wanita penggoda disini, saya yang telah menjalin hubungan 5 tahun lebih dengan David atau anda yang mengaku ngaku sebagai pacar David,"sarkas Tari dengan raut wajah yang terlihat sedih.
Dan benar saja bisik bisik kembali terdengar, banyak orang yang memihak Tari sekarang, dan tak sedikit orang menghina Nesya, David yang melihat akting Tari yang sangat hebat mampu merubah situasi dengan cepat pun tak dapat berkata apa-apa lagi, karena ia merasa sangat puas melihat Nesya yang terlihat marah, entah ada dendam apa David kepada Nesya, yang jelas ia sangat tak menyukai wanita bermuka dua itu.
"David,"panggil Margaret yang sedari tadi diam saja bersama dengan Dino menonton pertengkaran Nesya dan Tari.
__ADS_1
"Mama,"balas David langsung memeluk dan mencium kening sang mama membuat Tari yang melihat nya merasa kagum, karena sangat jarang seorang pria mau bersikap manis pada mama nya di depan orang banyak.
"Ini siapa Dav, apa ini calon menantu mama?"tanya Margaret tersenyum ramah pada Tari.
Oh God kenapa ini bisa begitu rumit, aku bisa berbohong pada teman teman ku tapi tidak dengan Mama dan papa batin David frustasi.
Tari memilih diam saja, ia menatap ke arah David yang tampak frustrasi.
"Iya ma, ini calon istri David,"balas David yang tak ingin membuat mama nya kecewa.
"Hai nak, kamu sangat cantik pantas saja David memilih mu menjadi istri nya,"puji Margaret langsung memeluk hangat tubuh Tari.
Ya ampun, kalau sudah begini bagaimana cara nya aku keluar dari sandiwara ini batin Tari kesal.
"Terimakasih nyonya atas pujiannya,"balas Tari tersenyum kaku.
"Mama, panggil saja mama sayang,"potong David membuat Margaret kesal.
"Kau selalu memotong ucapan mama, lama lama mama kutuk kamu jadi monyet baru tahu rasa,"ketus Margaret membuat David malu karena semua tamu menatap ke arah nya.
"Pa, tolong kondisikan omongan istri mu,"bisik David di telinga Dino dengan wajah yang memerah menahan malu.
"Aku tidak bisa karena mulut mama mu sebelas dua belas dengan mesin ketik,"balas Dino pelan.
Nesya yang melihat mama David berbicara hangat pada Tari pun merasa marah, kesal, cemburu bercampur menjadi satu, ia menatap tajam wajah Tari seolah olah ingin menelannya hidup hidup.
Lihat saja kau gadis OG, aku akan menghancurkan mu, tunggu saja tanggal mainnya batin Nesya marah.
"Kenapa kamu tidak pernah main kerumah sayang, padahal mama dari dulu menunggu kedatangan mu,"ujar Margaret merangkul lengan Tari.
__ADS_1
"Mama menunggu ku,"tanya Tari menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, David selalu menolak setiap wanita yang mama jodohkan dengannya karena ia selalu bilang bahwa di memiliki seorang pacar cantik dan baik,"balas Margaret jujur membuat Tari semakin bingung, ia menatap ke arah David seolah olah ingin bertanya apa maksud yang di katakan Margaret.
David pun langsung berjalan merangkul pinggang Tari, kemudian ia meminta izin kepada Margaret karena ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Tari.
"Apa maksud mama anda?"tanya Tari langsung pada David setelah mereka sampai di halaman belakang.
"Tidak ada,"balas David santai memandang lurus ke depan seperti menerawang sesuatu.
"Lalu bagaimana dengan sandiwara ini, kita tidak mungkin melanjutkan lebih dari ini, saya tidak ingin membohongi orang tua anda,"ucap Tari membuat David menatap nya dengan intens.
Entah mengapa tiba tiba jantung Tari bergetar hebat, ada desiran aneh menggelitik hatinya dikala di tatap oleh David yang terlihat sangat gagah dan tampan dibawah sinar rembulan.
"Mari buat perjanjian,"ujar David serius.
"Perjanjian apa?"tanya Tari bingung.
"Menikahlah dengan ku,"ucap David membuat Tari tersentak kaget.
"Anda gila ya, atau saraf otak anda sudah putus, tidak mungkin saya mau menikah dengan anda, karena niat saya ke Amerika untuk bekerja bukan menikah,"ketus Tari dengan suara yang terbata bata menahan kegugupan nya.
**Bersambung.
hai kakak author balik lagi nih..
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah, bantu author untuk mendapatkan rangking karya baru πππ
Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπ₯°π₯°**
__ADS_1