Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Alex sakit


__ADS_3

"El, apa kamu benar-benar marah!" Alex bertanya serius sambil menggenggam lembut tangan Ella.


"Enggak." Ella melepas paksa tangan Alex hingga membuat pria tampan berwajah teduh yang merupakan suaminya itu mengumpat kesal dalam hati.


"Terus kalau enggak marah kenapa ngomongnya gak lihat kakak!" Alex sengaja tak langsung menyalakan mobilnya. Pria itu ingin berlama-lama mengobrol dengan Ella berharap amarah gadis itu reda.


"Malas." Ella membuang wajahnya ke samping. Gadis itu lebih memilih memandang keluar jendela daripada melihat wajah teduh Alex.


Hati Ella sakit ketika mengingat betapa lama dirinya menunggu Alex datang menjemput nya. Terlebih lagi dirinya tak mempunyai teman yang dapat menemani nya atau mengajak dirinya berbicara. Ella benar-benar sendirian menunggu Alex di depan kampus. Bahkan gadis itu tak menelepon sopir yang biasanya bertugas mengantar jemput dirinya. Karena Ella yakin bahwa Alex Bakan menjemput tepat waktu. 


Namun kenyataan tak sesuai harapan. Ekspetasi tak sesuai realita, terlebih lagi jawaban Alex yang mengatakan bahwa pria itu melupakan Ella.


Cih .. begitu mudah dan gamblang jawaban Alex. Bahkan pria itu tak tahu betapa ketakutannya Ella saat mendengar suara petir berkali-kali. Belum lagi hati Ella yang selalu was-was bila mana jika ada laki-laki usil di kampus nya. Apalagi karena perangai Ella yang buruk membuat setiap laki-laki di kampus tak menyukai dirinya.


Ah .. membayangkan saja sudah membuat Ella ketakutan.


Lamunan Ella tersadar saat merasakan benda kenyal di pipinya yang ternyata Alex mengecup pipi nya.


"Maafkan kakak, El. Tadi kakak benar-benar lupa, kamu tahu sendiri 'kan bagaimana kakak yang kalau kerja suka melupakan apapun. Bahkan tadi saja kakak lupa makan siang karena sibuk bekerja. Belum lagi kita baru menikah dua hari jadi wajar saja kalau kakak lupa. Dan juga selama ini tidak ada yang menunggu kepulangan kakak! Jadi wajar dong kalau kakak bisa lupa?!" jelas Alex lembut, pria itu tak bisa tenang sebelum Ella mau memaafkan dirinya.


"Kakak lupa karena Ella tidak penting dalam kehidupan kakak. Ella tidak ada arti apapun bagi kakak?!" desis Ella menatap kesal Alex.


Inilah yang membuat Alex kesal pada Ella. Gadis itu memang polos namun juga keras kepala. Ella selalu menilai segala sesuatu lewat satu sisi berbeda dengan Alex yang menilai segalanya lewat di sisi.

__ADS_1


Ella benar-benar kekanakan! Lihatlah bagaimana gadis itu memilih berpaling daripada menatap Alex yang jarak wajah pria itu hanya 5 cm dari wajahnya.


"El .. dengan cara apa lagi kakak jelaskan! Apa kamu tidak mengerti posisi kakak. Semuanya terjadi secara tiba-tiba! Status kita yang dulunya sekedar kakak adik angkat dalam sehari berubah menjadi suami istri hanya karena sebuah ciuman?!" Alex berusaha mengontrol emosi nya agar tak lepas kendali. Berbicara dengan Ella membutuhkan kesabaran yang tinggi.


"Lalu apa kakak menyesal menikahi Ella?" tanya gadis itu menoleh ke samping hingga hidung nya bersentuhan dengan hidung mancung Alex. Gadis itu menatap tajam wajah teduh Alex.


Pria itu terhenyak saat mendengar pertanyaan Ella. Sudah cukup .. sudah cukup Alex tak dapat menahan rasa kesalnya lagi. Pria itu memilih berpaling lalu menyalakan mobilnya. Daripada menjawab pertanyaan Ella yang hanya akan berakhir perdebatan tak berujung lebih baik Alex diam saja.


Ella yang tak mendapatkan jawaban dari Alex pun hanya bisa tersenyum miris. Dirinya berpikir bahwa Alex pasti menyesal menikahi nya.


Oh Ella .. kenapa kau selalu menilai sesuatu dengan otak kecil mu sendiri. Bukankah Alex sudah meminta maaf! Lalu apa yang harus di permasalahkan. 


Alex mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga tak seberapa lama mereka sampai di kediaman James. Saat tiba Ella langsung turun tanpa menunggu Alex. Gadis itu berlari tergesa-gesa masuk ke dalam mension. Bahkan Ella tak menoleh sedikitpun ke belakang.


Alex yang melihat tingkah Ella pun hanya bisa memijat pelipisnya. Dia merasa kesabaran my benar-benar di uji oleh Ella. Tak pernah sedikitpun Alex berniat membuat Ella menunggu lama di kampus. Dan juga pria itu tak pandai berkilah dengan kata-kata manis sehingga membuat Ella semakin kesal.


Alex masuk ke dalam mension dengan langkah gontai. Dirinya sudah sangat lelah bekerja dan sekarang malah mendapatkan masalah dengan istri kecilnya.


Suasana dalam mension tampak sepi karena malam sudah tiba. Di tambah lagi dengan hujan deras yang belum juga berhenti. Alex masuk ke dalam kamarnya berharap Ella sudah tak lagi marah padanya.


Saat Alex masuk dia tak mendapati Ella dalam kamar. Hingga samar-samar terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Alex menekan perutnya yang merasa perih karena belum makan sejak tadi siang. Karena rasa sakit itu kian mendera membuat Alex langsung membuka pakaiannya dan hanya menyisakan celana boxer.


Kemudian Alex segera merebahkan tubuhnya atas ranjang. Dia menyelimuti tubuhnya yang kedinginan. Tak berselang lama Ella keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi aset pribadinya. Ella mendengus kesal saat melihat pakaian Alex yang berserakan. Dia mengambil pakaian Alex lalu di taruhnya ke dalam keranjang kotor. Di lihatnya Alex sudah terlelap dengan deru nafas yang teratur.

__ADS_1


Setelah memakai baju, Ella keluar dari kamar menuju dapur untuk makan malam. Dirinya masih kesal dan marah pada Alex sehingga gadis itu memilih tak membangunkan Alex untuk makan.


"Biarin aja kakak tidur. Sepertinya dia juga terlalu kelelahan!" gumam Ella sambil mengunyah makanan nya.


Tidak ada yang menemani nya makan karena Margaret, Dino begitu juga dengan Tari dan David sudah tidur.


Setelah selesai makan Ella masuk ke dalam kamarnya. Dia merendahkan tubuhnya di samping Alex.


Ella mengernyitkan dahinya saat mendengar rintihan Alex dengan mata terpejam. Namun karena rasa kesal Ella masih ada membuat gadis itu memilih acuh pada Alex. Mereka berdua tidur tanpa berpelukan. Alex tidur menghadap Ella sedangkan gadis itu tidur memunggungi Alex.


***


Tak terasa pagi hari sudah tiba. Hari ini Ella tidak kuliah karena libur, gadis itu asik bermanja-manja di bawah selimut. Namun saat dirinya bergolek tak sengaja kulit nya bersentuhan dengan kulit Alex.


"Panas," gumam Ella dengan mata terpejam. Perlahan Ella membuka matanya, dia berusaha menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya yang masuk ke dalam kamar.


Ella membelalakkan matanya ketika melihat wajah Alex yang pucat pasi tepat di depan wajahnya. Ternyata yang di sentuh Ella tadi ialah leher Alex.


"Kakak .." Ella meletakkan punggung tangannya di kening Alex.


"Ah .. panas!"


Bersambung

__ADS_1


Nah kan author bener up kilat ..


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘 salem Aneuk Nanggroe Aceh Darussalam


__ADS_2