Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Olaf mahu jadi Girl


__ADS_3

Tak terasa malam sudah berganti pagi, langit yang hitam berganti biru, bintang yang tadinya bergelantungan di atas langit berubah menjadi awan putih yang sangat indah. Tari membuka matanya di saat merasakan wajahnya di sentuh oleh seseorang yang tak lain adalah Lea.


Gadis mungil itu sudah bangun sejak tadi tetapi ia tak ingin beranjak dari tempat tidur karena Tari tidur sambil memeluk posesif tubuh kecilnya.


"Solly ..," gadis mungil itu merasa tak enak hati ketika melihat mata Tari yang terbuka karena ia berpikir sebab ulahnya itu mengganggu wanita cantik yang dikenal sebagai kakak iparnya itu terbangun dari mimpi indahnya. 


"No problem, Lea. Apa tidur mu nyenyak?" Tari bertanya dengan suara serak khas bangun tidur, ia mengelus pipi gembul Lea yang sangat kenyal.


"Heum .. but tadi Lele pegang pelut tatak ipall kalena tadi pelut tatak shepelti ada Olang tusuk-tusuk dali dalam," Lea berucap polos karena tadi ia merasa gemas dengan perut Tari yang sudah buncit karena usia kandungan Tari yang sudah mencapai genap 4 bulan.


"Benarkah?" Mata Tari berbinar mendengarnya ia segera mengelus perut buncitnya dan ternyata benar saja bahwa anaknya sekarang sudah bisa bergerak.


Ya Allah kamu sudah bisa bergerak sayang batin Tari bahagia.


"Lea, ini bukan di tusuk-tusuk tapi dedek bayinya udah bisa gerak-gerak di dalam perut kakak," pekik Tari senang ia segera bangkit beranjak menuju cermin, ia mengangkat piyama tidurnya sehingga ia bisa melihat jelas perut buncitnya. Sedangkan di gadis mungil Lea ia segera turun dari kasur menghampiri Tari, tak lupa dirinya menyentuh perut Tari dengan tangan mungilnya.


"Dedek na ladi di dalam pelut tatak .. endak mungkin dia bisa gelak-gelak," gadis mungil itu bertanya polos membuat Tari terkekeh geli.


"Nanti waktu Lea besar pasti akan mengerti juga, sekarang ayo kita mandi bersama!" Ajak Tari membuat gadis kecil bule itu tersenyum senang, ia segera menggandeng tangan Tari.


"Let's go," pekiknya bahagia namun wajahnya berubah kesal ketika mendengar suara ketukan pintu. 


"Olaf, Ana! Sedang apa kalian disini?" Tanya Tari tersenyum manis.


"Tuan dan nona kecil ingin mandi bersama Anda," jelas seorang pelayan paruh baya yang menggandeng tangan Ana dan Olaf.


"No .. Olaf endak boyeh mandi with tatak ipall!" Sungut Lea berdecak pinggang membuat Olaf tak terima.


"Why?" Olaf bertanya dengan nada tinggi menatap tajam ke arah aunty kecilnya itu.


"Because you're a boy," balas Lea menyilangkan tangannya di depan dada.


Skakmat.


Olaf kalah telak mendengar fakta yang keluar dari bibir mungil Lea, bocah laki-laki tampan itu mengepalkan tangannya dengan wajah yang memerah.

__ADS_1


"Huwaaa .. tenapa Olaf jadi boy bukan girl .. hiks hiks .. papa!" Tangis Olaf pecah berlari menuju kamar Leo dan Ara.


"Huwaa .. aunty jahat dah buat Olaf nanis .. Ana malah Shama aunty," gadis mungil berambut hitam itu berlari mengikuti adik kembarnya, Tari hanya bisa menggaruk pipinya yang tak gatal ketika melihat pertengkaran antar saudara itu. Terlebih lagi ia tak habis pikir pada Ana yang akan selalu marah pada Lea yang menjahili Olaf, saat ditanya kenapa marah? Ana dengan gampang menjawab.


'Cuma Ana yang boyehh buat Olaf nanis'.


"Ayo tatak ipall .. Ita mandi belsama!" Ajak Lea tersenyum tanpa dosa.


"Tapi Olaf dan Ana?" 


"Meleka shudah besall jadi dah bisa mandi shendili," balas Lea santai membuat Tari menggeleng-geleng kepalanya.


***


Ara yang sedang memasangkan dasi Leo pun tersentak dikala mendengar suara pintu yang di ketuk kasar.


"Sayang, kenapa kalian menangis?" Tanya Ara khawatir menggendong Olaf sedangkan Ana di gendong oleh Leo.


"Huwaa .. tenapa Olaf boy bukan girl, Bunda?" Leo dan Ara tersedak ludah mendengar pertanyaan putra kecilnya itu, bagaimana bisa bocah laki-laki yang memiliki wajah tampan titisan dewa Yunani ini bertanya seperti itu.


"Lalu kenapa kalau kamu boy sayang?" Bukannya menjawab Leo malah bertanya membuat Olaf semakin terisak.


"Sayang, kalau Olaf boy kan bisa mandi dengan teman-teman boy lainnya, seperti Daniel, Maheer dan Mauza di tambah lagi ada Abang Aaron, Brayen dan Bryan!" Bujuk Ara membuat Olaf malah semakin menangis sesenggukan.


"Olaf Ndak shuka boy!" Sentak Olaf memberontak dalam gendongan Ara.


"Baiklah kamu lebih suka girl 'kan. Nanti akan papa suruh teman-teman girl mu untuk mandi bersama dengan mu," ucap Leo tersenyum penuh arti membuat Olaf langsung diam dan menatap Leo dengan mata yang berbinar.


"Benell, Pa?" Tanya Olaf menghapus air matanya.


"Benar dan papa juga akan menyuruh kakak Aarin untuk ikut mandi bersama mu," lanjut Leo membuat binar bahagia di mata Olaf langsung redup bagaikan lampu bohlam yang kehabisan Watt.


"Olaf mahu jadi boy aja," balasnya cepat memeluk Ara menyembunyikan wajahnya di ceruk leher bundanya.


Leo dan Ara terkekeh geli melihatnya karena cukup dengan menyebutkan nama Aarin sudah membuat bocah laki-laki tampan itu langsung diam. Bagaimana tidak diam, wajah polos Aarin yang dengan santainya memukul singa milik om Yogi di depan mereka masih terekam jelas di ingatan setiap bocah. Apalagi Aarin yang selalu mengancam menyunat Olaf, Daniel dan juga kedua adik laki-lakinya Mauza dan Maheer bila keempat bocah itu berani genit pada lawan jenis.

__ADS_1


"Princess Ana kesayangan papa kenapa menangis, hemm?" Tanya Leo lembut menghapus air mata Ana bahkan ia mengeluarkan sapu tangan dari sakunya lalu mengelap ingus Ana dengan telaten dan penuh kasih sayang.


"Olaf nanis jadi Ana juga nanis!" Jawaban polos yang keluar dari bibir mungil Ana membuat hati Leo dan Ara menghangat karena anak kembar mereka itu saling menyayangi satu sama lain.


"Sudah jangan nangis lagi ya! Kalian mau mandikan?" Tanya Leo lembut mengecup kening Ana dan Olaf.


"Heum," kedua bocah itu mengangguk kepalanya serempak.


"Ayo biar papa mandikan kalian!" Ajak Leo membuat kedua anaknya itu terpekik girang.


"Hole .. bisha mandi dengan papa," pekik Ana bertepuk tangannya.


"Kakak ke kantor saja nanti telat! Biar Ara yang memandikan mereka." Ucapnya lembut karena merasa tak enak hati melihat suaminya yang sudah rapi dan tampan harus kembali kusut karena harus memandikan anak-anak.


"Anak-anak lebih penting daripada kantor ku sayang, lagian aku bos nya jadi terserah aku mau masuk jam berapa!" Balas Leo santai mengambil alih Ana dari gendongan Ara.


"Terima kasih," balas Ara tersenyum tulus membuat Leo segera mencium pipi sang istri kecilnya itu.


"Ayo ikut kami biar sekalian aku memandikan mu!" Goda Leo membuat pipi Ara merona.


Dasar mesum batin Ara bahagia.


***


Sedangkan di luar mension Dicaprio, seorang pria tampan turun dari mobil Bugatti mewahnya, ia tersenyum penuh arti menatap besarnya mension tersebut.


"Akhirnya setelah sekian lama aku menginjakkan kakiku kembali di sini," gumamnya.


Aku datang kelinci ku 


**Bersambung.


Hayoo siapa itu?!🤭🤔


Olaf lutu banet shit🤭🤭🤭🥰😂

__ADS_1


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**


__ADS_2