Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Kedatangan 3 bocah


__ADS_3

Tari dan David membulatkan matanya ketika melihat ketiga bocah menggemaskan itu masuk ke dalam kamar mereka. Ana menggendong boneka macan, Olaf menggendong boneka salju, sedangkan Lea menggendong boneka hiu.ย 


"Assalamu'alaikum aunty/ tatak ipall and Abang David!" ujar ketiga bocah itu memberikan salam sambil berusaha naik ke atas ranjang David dan Tari.


"Wa'alaikumussalam." David membantu ketiga bocah itu naik ke atas ranjang.


"Kalian pergi bersama siapa kesini sayang?" tanya Tari lembut sambil mengecup pucuk kepala ketiga bocah menggemaskan itu satu-persatu.


"Kami pelgi with Oma. And this tami bawa hadiah buat dedek Diego, ada ikan hiu, ada Tiger, and ada boneka salju shepelti nama Olaf!" celetuk si tampan Olaf membuat Tari dan David terkekeh geli.


"Kenapa kalian bisa pergi kesini hemm .. setelah sekian lama aunty tinggal di Indonesia kalian baru menjenguk aunty and uncle!" Tari mencubit gemas pipi Ana hingga membuat gadis kecil itu tersenyum malu.


"Hehe .. tadi Aunty Lea yang ajakin tami kesini." Ana menunjuk Lea yang sedang asik menoel pipi Diego hingga membuat gadis itu melengos ke arah mereka.


"Yeps .. ajakin meleka kesini dan itu adalah ide Olaf!" Lea pun menjelaskan kronologi bagaimana bisa mereka mengunjungi Tari.


Flashback.


Di sebuah mension besar yang di dekorasi dengan nuansa klasik dan modern, terlihat tiga bocah balita sedang asik bermain mobil-mobilan.


"Aunty tenapa cembelut .. mulut na juga tenapa di majuin shepelti Donald duck?" tanya Olaf saat melihat wajah Lea tampak murung sambil memeluk boneka Marsha milik nya.


"Aunty lindu tatak ipall!" balas Lea sambil mengeratkan pelukannya pada boneka Marsha nya.


"Hooh .. Ana juda lindu .. apa lagi shekalang ada little Diego!" timpal Ana yang juga ikutan rindu pada Tari dan juga baby Diego.


Mereka kembali mengingat saat Tari melahirkan, ketiga bocah itu cuma bisa menjenguk sesaat karena saat itu David bum sembuh total sehingga waktu jenguk nya di batasi. Padahal saat itu mereka sedang asik menoel pipi gembul Diego yang baru saja lahir.


"Hayoo siapa yang rindu sama Aunty Tari dan baby Diego!" Nana berucap lembut sambil memeluk ketiga bocah tersebut. Tadinya dia hanya lewat saja namun saat mendengar putri kecilnya Lea merindukan Diego dan Tari membuat dirinya ikut menguping pembicaraan ketiga bocah balita itu.

__ADS_1


"Mom .. kita ke lumah tatak ipall yok!" rengek Lea dengan mata puppy eyes.


"Benell Oma .. Olaf lindu di peluk Tante tantik!" timpal Olaf dengan wajah sumringah ketika membayangkan dirinya di peluk oleh Tari.


Nana yang mendengarnya pun terkekeh geli melihat ketiga bocah balita di depannya itu sama-sama merindukan Tari.ย 


"Ya sudah .. sana siap-siap biar kita ke rumah baby Diego!" Ketiga bocah tersebut langsung terpekik girang mendengar ajakan Nana. Benarkah sebentar lagi mereka akan bertemu dengan baby mungil Diego? Apakah mereka bisa bercanda ria lagi dengan Aunty cantik Tari? Ahh .. membayangkan nya saja sudah membuat ketiga bocah itu kegirangan.


Ara yang sedang menonton TV bersama dengan Leo terkejut mendengar suara sorakan anak-anak mereka. Apa yang terjadi? Mengapa anak-anak mereka terlihat begitu bahagia. Terlihat Olaf dan Ana berlari tergesa-gesa masuk ke dalam kamar mereka. Begitu juga dengan Lea yang mengikuti kedua keponakan kecilnya itu. Namun si jahil Leo merengkuh tubuh mungil sang adik hingga membuat gadis kecil itu memberontak.


"Oh c'mone brother .. let me go .. janan ganggu Lele .. ahh .. i hate you!" Lea memberontak dalam gendongan Leo, gadis mungil itu memukuli wajah sang kakak berkali-kali berharap kakak jahilnya itu mau melepaskan dirinya yang sedang terburu-buru.


"Kamu mau kemana Lele? Kenapa Ana dan Olaf berlari terburu-buru seperti tadi?" Leo menghujani ciuman di wajah adik kecilnya itu. Pria itu tak bisa menahan rasa gemasnya pada sang adik yang memiliki wajah dan kepribadian persis seperti mommy nya.


"Lele mahu ke lumah baby Diego .. Lele udah jawab 'kan .. so let me go!" Gadis itu memanyunkan bibirnya saat sang kakak bukannya melepaskan dirinya akan tetapi malah mengeratkan pelukannya.


"Eits .. wait the minute .. cium kakak dulu baru kakak lepaskan kamu!" Leo menunjukkan pipinya meminta sang adik menciumi pipi nya.


"Hey Lele .. ini namanya brewok dan kakak mirip Zein Malik bukan Amita Bachan, kau ini .. kecil-kecil sudah tahu Amita Bachan!" sungut Leo tak terima hingga membuat Ara yang sedari tadi asik memperhatikan interaksi kakak asik itu terkekeh geli.


"Sayang .. lepaskan Lea, biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan! Kasihan dia nanti ketinggalan Olaf dan Ana!" ucap Ara lembut membuat Lea tersenyum lebar sambil mengangkat jempolnya ke arah kakak ipar nya itu.


"I love you tatak ipall!" Lea memberikan flying kiss untuk Ara.


"Baiklah sayang .. ingat Lele! Kali ini kau bebas tapi lain kali kalau kakak berhasil menangkap mu maka akan kakak jadikan kau sebagai bantal guling kakak!" ancam Leo sambil menghujani ciuman di wajah adiknya itu. Setelah selesai mencurahkan kegemasan nya barulah Leo melepaskan Lea.


"Dashar tatak tua .. weee!" Lea menjulurkan lidahnya ke arah Leo lalu berlari kencang menuju kamar nya hingga membuat Leo meninju angin karena gemas melihat adik kecilnya itu.


"Huff .. kenapa si lele makin hari makin menggemaskan seperti ikan koi! Lihatlah sayang jidatnya bahkan semakin lebar, untung ada poni yang menutupi jidatnya itu kalau tidak sudah ku jadikan lapangan sepak bola jidatnya itu!" gerutu Leo membuat Ara tertawa cekikikan.

__ADS_1


"Kakak kenapa suka sekali menyamakan Lea dengan ikan sih .. kadang Lele dan sekarang ikan koi! Tidak boleh seperti itu pada adik sendiri kak?!" Ara bangkit dari sofa menuju Leo yang berdiri memandangi pintu kamar Lea.


"Huff .. aku sangat menyayangi nya sayang. Tapi aku tidak tahu cara mengungkapkan selain mengganggu nya setiap hari!" balas Leo sambil menggaruk pipinya yang tak gatal.


"Dasar kakak tsundare!" gumam Ara membuat Leo yang mendengarnya tertawa pelan.


Flashback off.


"Lalu apa kakak mu juga datang kesini, Lea?" tanya David lembut sambil mengusap rambut pirang Lea.


"Endak .. kalena kata mommy tatak Leo endak bisa jauh dali kak Ara!" balas Lea acuh sambil mengendikkan bahunya.


"Oek oek oek!"


"Diego!!"ย Mereka semua terkejut melihat Diego sidah bisa tengkurap.


"Sayang .. lihatlah Diego kita sudah bisa tengkurap!" David kegirangan, pria itu mengambil ponselnya untuk mengabadikan momen tersebut.


"Tentu bisa sayang .. karena Diego sudah berumur 3 bulan!" balas Tari tersenyum senang sambil menepuk bokong Diego.


**Bersambung


Hiks .. jari author udah keriting karena up banyak hari ini๐Ÿฅบ๐Ÿคง๐Ÿคง adakah yang mau memberikan vote dan hadiah biar jari author lurus lagi dan bisa up satu bab lagi nanti malam๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak ๐Ÿ™๐Ÿ™


Salem Aneuk Nanggroe Aceh โค๏ธ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


Jangan lupa mampir ke Chat story kedua author .. yang kepo tentang Karma Elsa bisa langsung cuss** ..

__ADS_1



__ADS_2