
Seorang wanita sedang duduk bersandar di sebuah sofa indah seraya menatap ke arah jendela dengan tatapan yang sulit diartikan, sedari tadi dirinya tersenyum senang ketika membayangkan sebentar lagi dirinya akan berjumpa dengan lelaki yang sangat mencintainya.
2 tahun aku hanya bisa melihatmu dari jauh Dav, dan akan aku pastikan kali ini kau akan menjadi milikku seutuhnya batin Lucy menyeringai.
Lucy tersenyum manis ketika mengingat masa lalunya yang sangat rumit, dari menjadi wanita malam, sampai pecandu obat-obatan serta berhubungan sesama jenis, tetapi David masih saja mencintainya. Bukankah David sangat bodoh mencintai dirinya tanpa alasan itulah pikirnya.
Suara bel berbunyi membuat Lucy segera bangkit membuka pintu dan betapa bahagianya dirinya dikala melihat David datang.
"Hai," sapa David tersenyum manis membuat Lucy tak tahan menarik tangan David ke dalam kamar. Lucy langsung menarik tengkuk David dan mencium rakus bibir tebal David.
Ciuman keduanya semakin panas menimbulkan suara kecapan dari lidah mereka masing-masing. Namun tiba-tiba David melepaskan paksa ciuman mereka membuat Lucy marah.
"Dav, kenapa kau menghentikannya," sentak Lucy dengan wajah memerah karena hasrat nya belum tersalurkan.
"Kita harus berbicara terlebih dulu sayang," balas David tersenyum paksa mengelus pipi Lucy.
Kenapa tiba-tiba wajah Tara terlintas di otakku .. wajahnya yang terlihat kesakitan di saat tongkat ku masuk ahhh … mengingat hal semalam membuat aku ingin lagi batin David kesal.
"Tapi jangan sekarang, karena aku sedang menginginkan mu, Dav." Balas Lucy menarik tengkuk David ingin mencium pria tampan itu lagi namun lagi-lagi David menolak.
"Dav … i want your body," teriak Lucy dengan nafas yang memburu membuat David menatap tajam wajah Lucy yang tampak memerah.
"Kau ingin tubuhku atau sedang membutuhkan tubuhku," balas David tersenyum penuh arti membuat Lucy tersentak.
Siall aku terlalu terburu-buru .. aku harus meminum obat penenang terlebih dahulu agar aku bisa mengontrol birahi ku batin Lucy. Dia sadar bahwa perbuatannya yang impulsif membuat David curiga padanya.
"Bukan begitu sayang, aku sangat merindukanmu itulah sebabnya aku tidak sabar ingin melakukan itu denganmu," elak Lucy langsung memeluk erat tubuh David.
Hanya mencium harum tubuhnya bisa membuat aku bergairah .. ahh Dav, aroma tubuhmu sangat berbeda dengan pria yang pernah aku tiduri batin Lucy menyeringai.
"Apa kau mencintaiku Luc," tanya David melonggarkan pelukannya menangkup pipi Lucy hingga tatapan mereka bertemu.
"Iya, Dav. Aku sangat mencintaimu," balas Lucy tersenyum manis.
__ADS_1
Terutama uang mu .. dengan uang yang kau berikan untukku setiap bulan aku bisa membeli banyak cemilan (obat terlarang) batin Lucy menyeringai.
David tersenyum kecil mendengar jawaban dari Lucy. "Lalu kenapa kau meninggalkanku, bukankah seharusnya kamu tetap berada di sisiku karena kau mencintaiku."
"Dav, berapa kali sudah ku bilang kalau aku tidak bisa berada disisi mu itu bukan karena kamu bangkrut. Tetapi karena kamu berbohong kepadaku dengan menyamar sebagai CEO dari perusahaan kecil .. dan kau tahu aku paling tidak suka dibohongi," balas Lucy dengan mata yang berkaca-kaca berharap David percaya.
"Okey .. aku terima alasanmu tapi kenapa kamu menyuruhku menikah dengan orang lain."
"Itu karena aku tidak ingin kamu tidur dengan sembarang wanita malam, Dav. Aku ingin kamu hanya menghabiskan malam mu dengan istri sementara mu itu sebelum aku kembali. Dan sekarang aku sudah kembali jadi ceraikan istrimu itu, karena sudah ada aku yang siap melayaniku kapanpun," jelas Lucy membuat David membulatkan matanya.
Cerai! Kata itu terngiang-ngiang di telinga David, sanggupkah dia menceraikan Tari! Mungkin bila Tari bukanlah gadis perawan David akan senang hati menceraikan Tari, tapi sekarang jelas berbeda keadaannya. Dulu David menilai Tari hanyalah gadis murahan yang menjadi duri di rumah tangganya orang lain, tetapi sekarang Tari adalah gadis baik-baik karena bisa menjaga perawan nya meski pernah berpacaran dengan om-om.
"Kenapa kamu diam, Dav. Jangan bilang kamu tidak rela menceraikan gadis itu," tanya Lucy menatap tajam ke arah David.
"Beri aku waktu selama 2 bulan," balas David mencengkram lembut pundak Lucy.
"Apa kamu masih mencintai ku, Dav." Tanya Lucy memegang tangan David yang berada di pipinya.
Ada apa denganku .. kenapa hatiku tidak bergetar lagi di saat Lucy menanyakan itu, bahkan saat Lucy mengatakan cinta tadi hati ku juga tidak bergetar .. tidak-tidak aku masih mencintai Lucy batin David bertanya-tanya.
"Lalu kenapa kamu tidak langsung menceraikan istri mu itu."
"Aku harus meminta izin kepadanya orang tua ku terlebih dahulu."
"Apakah 2 Minggu tidak cukup, Dav. Kamu tahu kalau aku tidak ingin menunggu lagi Dav," lirih Lucy dengan air mata yang mengalir di pipinya membuat David akhirnya mengangguk kepalanya.
"Baiklah 2 Minggu," balas David lalu memeluk hangat tubuh Lucy.
Sedangkan di tempat lain, Tari sedang duduk termenung di dalam kamarnya, ia mengingat kembali pembicaraannya dengan Doni tadi saat perjalanan pulang.
Flashback.
"Don, kamu tahu kalau aku dengan David hanya menikah di atas kertas. Lalu kenapa kamu menyuruhku untuk tidak meninggalkannya," tanya Tari bingung.
__ADS_1
"Tidak ada pernikahan di atas kertas nyonya. Karena anda telah menikah dengan tuan muda sah dimata hukum dan agama, dan apa anda rela pergi meninggalkan semua kemewahan yang anda rasakan sekarang!"
"Apa aku sangat terlihat materialistis, Don." Tanya Tari yang merasa tersinggung dengan ucapan Doni.
"Benar nyonya," balas Doni jujur membuat Tari mencebikkan bibirnya.
"Kau sangat jujur, Don."
"Saya anggap itu pujian,", balas Doni membuat Tari memutar bola matanya malas.
"Wanita ular itu telah kembali nyonya," lanjut Doni.
"Maksud mu si Lucy itu," tanya Tari penasaran.
"Anda mengenalnya nyonya."
"Tidak, tadi aku tidak sengaja melihat David mengangkat telepon dari Lucy," jelas Tari acuh.
"Saya ingin mengusir wanita itu dari kehidupan tuan David nyonya. Dia benar-benar berbisa dan yang terlebih parah lagi dia juga menyukai sesama jenis," ujar Doni membuat Tari tersentak kaget, ia langsung mengusap tengkuknya.
Suka sesama jenis? Bagaimana bisa donat makan donat batin Tari jijik.
"Lalu apa urusannya dengan ku, Don. Toh sebentar lagi kami akan bercerai," balas Tari santai.
"Apa Anda tidak kasihan dengan tuan David, apa anda sanggup melihat wanita yang akan menjadi pengganti nyonya itu ternyata menyukai sesama jenis. Apa Anda rela melihat uang tuan David dihabiskan untuk membeli obat-obatan terlarang. Dan apa …"
"Iya-iya aku gak sanggup .. aku akan membantu mengusir wanita itu dari kehidupan David tapi dengan satu syarat," potong Tari menyeringai membuat Doni menghela nafas panjang.
"Saya akan membayar nyonya dengan mahal," balas Doni cepat membuat Tari terkekeh geli.
**Bersambung.
Halo kakak author balik lagi nih...
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**