
"Pa, Tari istriku jadi papa tidak berhak melarang ku untuk menemuinya!" David berucap dengan nada yang penuh penekanan.
"Dan Tari juga menantuku, sudah kewajiban ku untuk menjaganya dari suami bejat seperti mu yang sudah bermain macam-macam dibelakangnya. Apa kau pikir papa bodoh sehingga tidak tahu kelakuanmu dengan wanita ular itu di hotel?!" Sarkas Dino membuat David tersentak.
"David tidak melakukan hal kotor yang papa pikirkan itu! David dan Lucy hanya berciuman, tidak lebih dari itu, Pa!"
"Ciuman termasuk hal bejat jika yang berciuman itu adalah seorang suami dengan selingkuhannya!" Sanggah Dino menarik kerah baju David.
"Pa, please!" Lirih David dengan wajah gusar.
"Jangan pernah temui menantu ku lagi sebelum kau memutuskan pilihan mu, Dav. Pilih Tari dan anakmu atau kau pilih wanita ular itu?!" Tanya Dino menekankan perkataannya membuat David bimbang.
"Kalau kau memilih wanita ular itu, maka satu yang harus kau ingat, Dav. Jangan pernah temui menantu dan cucuku!" Lanjut Dino mendorong kasar tubuh lemah David.
"Pa!"
"Go away, Dav," balas Dino tanpa menoleh ke arah David.
David mengusap wajahnya frustasi menghadapi keadaan yang tiba-tiba saja bisa serumit ini. Padahal tadi keadaannya masih baik-baik saja.
"Agghhh .. kenapa bisa begini?!" Teriak David menendang angin.
Sedangkan di dalam ruangan Dino dan Margaret tertawa cekikikan ketika mengintip dari dalam. "Hihihi .. lihatlah anak kita sudah seperti orang gila, Pa." Bisik Margaret menutup mulutnya.
"Biar dia tahu rasa, Ma. Itu hukuman untuknya karena sudah berani berbuat kasar dengan istrinya," ketus Dino membuat Margaret tersenyum lebar.
Cup
"Ini yang aku suka dari kamu, Pa. Selalu lembut pada perempuan terutama aku istrimu," balas Margaret setelah mengecup bibir Dino.
***
David pulang ke mension dengan raut wajah dinginnya, ia baru saja mendapatkan laporan dari pelayan bahwa ada seseorang menitipkan paket untuknya.
"Kenapa setiap hari aku mendapatkan paket yang sama! Apakah ini penting?" Gumam David penasaran, lalu ia memilih membuka amplop tersebut.
Mata David terbelalak melihat foto Lucy yang telanjang bersama dengan 3 pria. Kemudian David mengambil flashdisk yang berada di amplop kedua. Ia membuka file dalam flashdisk tersebut.
"Ahh .. lebih cepat baby .. faster uhh .. kau membuatku puas .. tidak seperti si David bodoh itu .. uhhh," desah Lucy.
__ADS_1
"Kurang ajar .. kali ini rasa percayaku pada mu sudah habis Lucy .. bukan satu atau dua orang yang memberikan bukti pengkhianatan mu padaku, tapi begitu bodohnya aku mempercayai air mata buaya mu?!" Geram David melempar semua barang yang berada di sekitarnya.
Sejujurnya David sudah mulai hilang kepercayaan nya saat tak sengaja menemukan obat terlarang di dalam tas Lucy. Itulah sebabnya David tersenyum sinis saat Lucy mengajak nya tidur bersama.
"Blokir seluruh ATM Lucy!" Titah David menelpon seseorang.
Di tempat lain, Lucy yang sedang asik berbelanja dikejutkan oleh ATM nya yang tiba-tiba terblokir.
"Maaf Nona, ATM anda tidak bisa dipakai," ujar kasir tersebut.
"Coba yang ini," balas Lucy menyodorkan kartu ATM lainnya.
"Tidak bisa juga, Nona." Lucy menggigit bibir bawahnya karena merasa malu dengan pengunjung lain yang melihatnya.
"Biar aku saja yang membayarnya," ujar pria yang disampingnya.
"Sepertinya rahasia mu telah terbongkar, Luc!" Bisik pria itu membuat tubuh Lucy membeku.
Degg.
Tidak mungkin batin Lucy ketakutan.
***
Tak terasa malam telah berganti pagi, Tari membuka matanya perlahan menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya matahari yang masuk ke celah-celah ruangannya.
"Haus," lirih Tari membuat Margaret yang sedang mengupas buah terkejut.
"Sayang .. kamu sudah sadar! Mana yang sakit?" Tanya Margaret khawatir.
"Haus." Margaret mengambil air putih di atas meja lalu membantu Tari minum dengan hati-hati.
"Sudah cukup?" Tanya Margaret lembut mengelap bibir Tari yang basah.
"Heum." Tari tersenyum lemah ke arah Margaret, ia sangat bahagia bisa memiliki mertua sebaik Margaret yang selalu lembut dan menyayangi nya dengan tulus tanpa membedakan kasta.
Margaret menekan tombol nurse hingga tak lama dokter masuk ke dalam ruangan mereka dan memeriksa keadaan Tari dan janinnya.
"Kondisi nyonya muda sudah lebih baik namun janinnya masih lemah. Selama seminggu ke depan nyonya muda harus banyak-banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan serta makanan bergizi lainnya agar janin dalam rahim nyonya muda semakin kuat," jelas dokter tersebut membuat Margaret tersenyum lebar sedangkan Tari ia terkejut mendengar bahwa ada janin didalam rahimnya.
__ADS_1
"Terima kasih, Dok."
"Sama-sama nyonya besar." Setelah kepergian dokter tersebut Tari segera bertanya tentang kehamilannya.
"Ma, apa benar Tari hamil?" Tanya Tari serius.
"Benar sayang, sebentar lagi kamu bakal jadi ibu dan mama akan menjadi nenek!" Jawab Margaret semangat membuat hati Tari tersentuh karena Margaret bukan hanya menerimanya tetapi juga anaknya.
"Loh, kok kamu nangis sayang? Apa kamu tidak senang hamil?" Tanya Margaret sedih.
"Tidak, Ma. Bukan begitu .. hiks .. Tari nangis karena mama sangat baik mau menerima kehadiran Tari dan anak Tari di hidup mama," tangis Tari langsung pecah membuat Margaret tersenyum geli karena ia tahu kalau Tari sedang sensitif, efek dari hormon bayinya.
"Sayang .. semenjak kamu menikah dengan David, maka semenjak hari itu juga kamu sudah menjadi bagian dari hidup mama. Seharusnya mama yang harus berterima kasih karena kamu sudah mau menjadi istri David walaupun hanya istri kontrak," terang Margaret membuat Tari terkejut.
Degg.
Bagaimana mama bisa tahu batin Tari bertanya-tanya.
"Tenang saja, mama dan papa sudah terlebih dulu tahu tentang perjanjian kalian sebelum menikah. Itulah sebabnya mama menekan David agar cepat-cepat menikahi kamu, bahkan kamu digaji sepuluh kali lipat pun mama tahu," goda Margaret membuat wajah Tari memerah seperti kepiting rebus.
"Apa mama tidak marah pada Tari karena sudah memeras uang David," tanya Tari pelan menundukkan kepalanya.
"Buat apa mama marah karena mama tahu bagaimana sifat David. Dia itu laki-laki dengan seribu keuntungan, dia sangat cerdik dan licik dalam bernegosiasi. Mama dan papa sangat senang saat tahu kalau kamu bisa memeras David karena akhirnya ada juga seorang Dewi cantik turun ke bumi untuk menaklukkan hati seorang David." Semua ketakutan di hati Tari selama ini segera hilang tak berbekas ketika mendengar penjelasan Margaret. Ia berpikir bila suatu saat nanti mertuanya akan marah besar bila tahu tentang jati dirinya.
"Terima kasih, Ma. Karena sudah mau menerima Tari apa adanya, Tari harap nanti saat Tari diceraikan David, sikap mama dan papa tidak berubah pada Tari," balas Tari menenggelamkan wajahnya di dada Margaret.
"Cuma kamu satu-satunya menantu di keluarga James sayang, kamu harus ingat itu dan kamu juga tidak akan pernah diceraikan oleh David!" Tegas Margaret membuat Tari mendongakkan kepalanya.
"Apa maksud mama?" Tanya Tari bingung.
**Bersambung.
Halo kakak kira-kira
Apa yang akan dilakukan Margaret dan Dino untuk membuat David kalang kabut yah?🤭🤫🤔🤔..
Ada yang tahu?
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.
__ADS_1
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰**