
"Anda siapa?" Tanya Tari datar tanpa menoleh ke belakang, karena dirinya kenal betul siapa yang memanggil namanya.
"Kamu kemana aja selama ini?" Bukan menjawab melainkan pria itu malah bertanya membuat Tari kesal.
"Bukan urusan, Anda!" Desis Tari hendak beranjak dari kursi kayu tersebut, namun pria paruh baya yang masih terlihat gagah dan tampan itu mencekal tangan Tari sehingga tubuh Tari menabrak dada bidangnya.
"Haduh ..," pekik Tari mengelus keningnya yang terasa sakit.
"Maaf! Apa masih sakit?" Tanya pria itu lembut yang tak lain adalah pak Dahlan.
Tari mendongak kepalanya sehingga mata nya bertemu dengan mata hitam pak Lan. Mata Tari berkaca-kaca ketika bayang-bayang masa lalunya bersama pak Lan hadir di kepalanya. Pria paruh baya inilah yang dulunya selalu menemani Tari susah senang, pak Lan yang selalu memberi dukungan moral maupun finansial pada Tari dulu. Dan pak Lan juga yang telah menoreh luka di hati Tari. Segala janji manis yang di ucapkan oleh pak Lan dulu semuanya bohong.
"Sakit di kening ku! Tidak sesakit hati ku?!" Sergah Tari marah di balas tatapan sendu oleh pak Lan.
"Maafkan Daddy, Tar! Daddy salah karena telah menyia-nyiakan kamu dulu!" Balas pak Lan lembut ingin mengelus pipi Tari namun dengan gerak cepat Tari menepis tangan pak Lan.
"Menyesal! Apa Daddy menyesal karena telah mencampakkan Tari dulu?!" Tari tertawa getir ia bertanya dengan nada mengejek membuat pak Lan semakin merasa bersalah.
"Iya! Dan sekarang Daddy ingin menebus semua kesalahan Daddy dulu pada kamu?! Daddy janji bakal nikahi kamu!" Pak Lan berucap lembut menggenggam kedua tangan Tari.
Tari menghempaskan tangan pak Lan, ia menatap sinis pria paruh baya yang masih tampan itu. Bisa-bisanya pak Lan mengajak nya balikan setelah semua yang terjadi.
"Aku tidak percaya lagi dengan janji yang Daddy ucapkan karena janji Daddy itu J-A-M-B-U?!" Sarkai Tari menjulurkan lidahnya ke arah pak Lan.
Jambu? Kenapa jambu di samakan dengan janji pak Lan?
"Jambu? Apa maksud kamu, Tar?" Pak Lan bertanya karena bingung dengan filosofi Tari.
__ADS_1
"Ck .. janji Daddy itu J-A-M-B-U! Singkatan dari janji mu busuk .. busuk?! Kita berdua itu cuma mantan dan sesama mantan tidak boleh saling kenal lagi! Lihatlah perut Tari yang buncit?!" Tari tersenyum penuh kemenangan ketika melihat wajah pak Lan yang berubah suram. Tari mengelus perut buncitnya di depan pak Lan seolah-olah ingin mengatakan bahwa Tari telah berhasil move on darinya.
"Kamu sembelit, Tar? Ya ampun kenapa bisa sembelit kamu separah ini sampai-sampai perut kamu kembung seperti ini? Kita ke dokter yah buat periksa perut kamu?" Pak Lan bertanya dengan raut wajah yang berubah khawatir, dirinya berpikir Tari sembelit karena dulu semasa pacaran perut Tari juga pernah kembung karena tidak BAB selama 2 hari.
Wajah Tari yang tadinya tersenyum sombong langsung berubah memerah menahan malu dan juga kesal karena pak Lan salah mengartikan perut buncitnya.
"Iya, perut aku kembung karena sudah di pompa pakai pompa ajaib milik suami bule ku!" Dengus Tari mengerucutkan bibirnya karena pak Lan sangat lemot.
Degg.
Tubuh pak Lan membeku setelah mencerna perkataan Tari, ia melihat ke arah perut buncit Tari lalu matanya menatap ke arah cincin berlian yang sangat cantik melingkar di jari manis tangan kanan Tari.
Dia sudah menikah batin pak Lan tak percaya.
Tanpa sadar tangan pak Lan tergerak ingin mengelus perut buncit Tari namun sebelum itu terjadi seseorang terlebih dulu menepis kasar tangan pak Lan.
Tari terkejut melihat kedatangan David yang tiba-tiba, hatinya merasa gundah dan was-was bila David mengamuk.
Mati aku batin Tari ketakutan.
Sedangkan pak Lan menatap bingung ke arah David yang melayangkan tatapan permusuhan padanya. Siapa laki-laki bule ini? Itulah pikirnya.
"Who are you?" Pak Lan bertanya dengan nada tinggi karena kesal pada David yang tiba-tiba datang menepis tangannya.
"Aku suami Tari!" Balas David merangkul pinggang Tari posesif.
Degg.
__ADS_1
Jantung pak Lan bergetar mendengar pernyataan David. Matanya tak sengaja melihat cincin yang sama seperti Tari pakai di jari manis David.
"Apa benar itu, Tar?" Pak Lan bertanya lirih seolah tak percaya apa yang baru saja ia lihat.
"Benar! Ini adalah suami bule ku! Dia lebih baik, tampan, kaya dan muda tentunya. Terlebih lagi suami ku ini selalu menepati janji, dia tidak pernah bermain-main dengan perkataan nya. Buktinya dia mau menikahi ku dan menerima ku apa adanya?! Oh ya aku hampir lupa bahwa suami ku ini cuma milik ku seorang yang artinya dia masih lajang sebelum menikahi ku, tidak seperti seseorang?!" Balas Tari tersenyum puas melihat raut wajah pak Lan yang terlihat sedih.
Sakit 'kan, Dad? Begitulah rasa sakit yang Tari rasakan dulu?! Dimana Daddy tiba-tiba memutuskan hubungan kita sebelah pihak! Padahal dulu Tari sudah mau menjadi istri kedua dan Tari juga tidak minta harta Daddy tapi Daddy tidak mau?! Lihatlah sekarang Tari sudah bisa move on dan Tari juga bersyukur juga berterima kasih pada Daddy karena sudah mau mengajarkan apa artinya mencintai dengan tulus dan bagaimana rasanya di sakiti! Batin Tari bahagia.
Tanpa banyak berkata-kata lagi, pak Lan segera pergi meninggalkan Tari dan David dengan membawa segudang penyesalan, namun bila boleh jujur pak Lan juga merasa lega karena Tari sudah mendapatkan lelaki yang lebih baik dari dirinya. Pak Lan bukanlah laki-laki egois, dia laki-laki yang memiliki hati lapang. Dia bisa dengan mudah mengikhlaskan Tari walaupun hatinya sakit.
Mungkin ini sudah takdir Allah! Tugasku hanya sebatas menjaganya bukan memilikinya. Di antara kami berdua ada sebuah benteng yang selamanya tak bisa kami hancurkan. Status ku sebagai suami orang menjadi sebab putus nya hubungan kita. Semoga kamu bahagia bersama pria itu, Tar batin pak Lan tersenyum getir.
"Sudah selesai reuni dengan mantan?" David bertanya dengan nada dingin membuat bulu kuduk Tari berdiri.
Gleg.
**Bersambung.
Hayo .. Ada yang tahu kenapa pak Lan minta balikan?
Kira-kira David marah gak yah?🤭
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰.
Mampir juga di novel author yang baru dan mohon dukungannya karena novel ini ikut lomba**.
__ADS_1
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰