
Mohon like yah kakak untuk mendukung author πππbantu author untuk mendapatkan rangking karya baru π₯°π
Hari mulai senja menandakan matahari akan terbenam menggantikan bulan yang akan segera muncul, banyaknya orang orang berlalu lalang di jalanan kota new York, hiruk pikuk suara mobil terdengar di tambah dengan suara anak manusia yang berceloteh ria berjalan kaki dengan pasangan nya.
Begitu juga dengan dua anak manusia yang berbeda usia tampak sedang bersenang-senang di salah satu mall terbesar di kota new York, terlihat jelas di wajah keduanya guratan bahagia.
"Kamu senang sayang belanja dengan mama?"tanya Margaret menggandeng lembut lengan Tari.
"Senang banget ma, seumur hidup Tari baru kali ini berbelanja banyak begini,"balas Tari jujur membuat Margaret tersenyum senang.
Baru kali ini ada seorang gadis yang mempunyai karakter kuat berasal dari keluarga miskin, bahkan ia tak malu mengakui pekerjaan nya dan dengan lugas dia menunjukkan segala ekspresi yang ia rasakan, dia memang cocok dengan David, aku yakin suatu saat nanti David dapat melupakan wanita ular itu batin Margaret senang.
Ternyata tanpa David ketahui, orang tuanya terlebih dulu mengetahui tentang masa lalu David yang tragis, namun mereka senang akan kejadian masa lalu itu, Margaret dan Dino memilih pura pura tidak tahu tentang David yang pernah berpacaran, dan Margaret juga tahu bahwa Tari dan David cuma bersandiwara menjadi pasangan,namun ia dan Dino akan merencanakan bagaimanapun caranya Tari dan David harus bisa saling mencintai.
"Tenang saja sayang, nanti disaat kamu menikah dengan anak mama pasti kamu bisa berbelanja dengan sepuasnya tanpa harus lelah bekerja,"ujar Margaret mengelus kepala Tari.
"Jadi pekerjaan Tari sesudah menikah apa ma?"tanya Tari polos.
"Kamu cuma makan, tidur, berbelanja dan membuat anak dengan David,"balas Margaret membuat Tari tersedak ludahnya, membuat anak? Dengan David? Oh tuhan Tari tidak pernah berpikiran ke arah situ, karena yang ia pikir adalah dirinya cuma menikah kontrak tanpa harus berhubungan suami istri dengan David.
Tari menatap lekat wajah Margaret yang tampak berbinar ketika berbicara perihal anak padanya, membuat Tari merasa tak enak hati bila seandainya Margaret tahu tentang perjanjian dirinya dengan David.
"Sayang kamu kenapa diam, apakah kamu tidak ingin memberi mama cucu,"tanya Margaret berakting dengan mata yang berkaca-kaca membuat Tari yang melihat nya pun merasa iba.
"Eh enggak ma, Ta--ri mau kok memberikan mama cucu, tapikan nanti tergantung sama Allah ma, apakah Allah mau menitipkan anak kepada Tari dan David nantinya,"balas Tari ambigu membuat Margaret yang mendengarnya tersenyum senang dalam hati, entah apa yang akan direncanakan oleh otak liciknya, yang jelas itu bukan suatu hal yang baik untuk Tari.
"Yang penting kamu nanti harus berusaha sebisa mungkin dengan David sayang, mama yakin kamu pasti akan hamil nantinya apalagi kalau kalian sering bercocok tanam tiap malam nya,"jelas Margaret tanpa malu membuat pipi Tari langsung merona.
"Sayang kenapa pipi kamu merah?"
__ADS_1
"Enggak kok ma."
"Apakah kamu sudah pernah bercocok tanam dengan ubi nya David sayang?"tanya Margaret yang sangat senang menggoda Tari.
Sedangkan Tari wajahnya langsung memerah padam, ia tak menyangka bahwa Margaret bisa mesum seperti ini, sekarang Tari tahu kalau sifat mesum David menurun dari Margaret.
Boro boro bercocok tanam, sampai aku besar seperti ini saja tidak pernah tahu sebesar apa ubi pria, apakah ubi mereka akan tetap kecil seperti bayi atau berubah besar seperti ubi bakar, dan kalau besar bagaimana cara mereka memakai celana d*lam, apakah itu tidak membuat mereka risih batin Tari mengomel.
"Tari tidak pernah melakukan nya ma,"balas Tari tersenyum kaku dengan pipi yang memerah.
"Tapi kalau ciuman sudah kan sayang?"tanya Margaret tanpa malu membuat Tari tersedak ludah.
Ini emak emak bule mesum nya pakai kuadrat dikali tiga hasilnya bener bener tanpa batas, pantas saja anak nya punya tingkat mesum level dewa, dikit dikit main nyosor aja batin Tari menggerutu.
"Sudah ma,"balas Tari pelan membuat Margaret tersenyum senang.
"Baiklah ayo kita pulang,"ajak Margaret menggandeng tangan Tari menuju lobi di ikuti oleh para pengawal di belakang mereka dengan banyak barang barang mewah di tangan mereka.
David menatap Tari dari atas sampai bawah dengan mendengus kesal karena entah mengapa ia sangat tak suka melihat Tari yang berpakaian gaun mini membuat aset Tari yang berada di depan dan belakang tampak menonjol, tadinya ia sedang ada meeting di perusahaan tetangga tetapi ia terpaksa harus meng cancel nya dikarenakan Margaret menghubungi nya untuk segera menjemput Tari pulang.
"Hai sayang, kamu sudah tiba,"sapa Margaret mencium pipi David.
"David hampir karatan menunggu disini,"kesal David pada sang mama membuat Margaret terkekeh geli.
"Mama tadi habis belanja dan juga mama membawa Tari ke salon, lihatlah calon istri mu itu ia tampak seperti putri salju di negeri dongeng,"ujar Margaret memuji Tari membuat David tanpa sadar mengangguk kepalanya.
"Tentu ma, bukankah David pandai memilih calon istri,"balas David santai langsung merangkul pinggang Tari namun karena merasa kesal dengan penolakan Tari, ia pun me*remas bokong Tari tanpa sepengetahuan Margaret.
"Akkk,"pekik Tari terkejut menatap tajam ke arah David yang terlihat tanpa berdosa malah mengecup bibir nya di depan Margaret.
__ADS_1
"Kalian sangat romantis sayang, mama jadi teringat masa masa indah bersama mantan kekasih mama dulu,"ujar Margaret bertepuk tangan.
"Ekhm,"suara deheman seseorang membuat tubuh Margaret membeku, ia tahu jelas siapa pemilik suara tersebut, sedangkan David dengan cepat merangkul pinggang Tari membawakan nya masuk kedalam, begitu juga dengan semua barang belanjaan Tari sudah dimasukkan kedalam mobil.
Margaret merutuki David yang langsung pergi meninggalkan dirinya sendiri bersama si pemilik suara deheman itu.
"Hehe pa-pa kenapa bisa ada disini?"tanya Margaret tersenyum kaku berbalik badan menatap wajah Dino yang terlihat memerah.
"Bagus yah, ternyata selama ini mama masih saja memikirkan para mantan mama itu,"ucap Dino dingin, ia begitu kesal karena Margaret sering kali kelepasan memuji para mantan nya yang tak bisa di hitung jari.
"Hehe enggak kok pa, buat apa mama pikirkan mereka kalau ada papa disini,"elak Margaret menggandeng tangan Dino membawa masuk suaminya kedalam mobil, karena cuma satu cara yang bisa membuat Dino tidak lagi marah.
"Papa makin ganteng aja deh,"puji Margaret mengelus paha kokoh Dino.
"Lebih ganteng juga mantan mama yang dulu kan,"ketus Dino menepis halus tangan Margaret dari pahanya, namun perlahan-lahan ia memejamkan mata dikala tangan Margaret sudah menyentuh aset nya.
"Jangan marah lagi yah sayang,"bisik Margaret mencium telinga Dino.
"Kita ke hotel,"titah Dino pada sopirnya, kemudian ia langsung menekan tombol yang membuat penghalang antara kursi penumpang dengan kursi kemudi.
"Lakukan ma,"titah Dito membuka resleting celana nya membuat Margaret tersenyum mesum.
"Baik sayang."
Bersambung
Hai kakak author balik lagi nih..
Mohon maaf kemarin gak sempat up karena sibuk.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak
Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπ