Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Alexander Lemos


__ADS_3

Seorang pria tampan dengan wajah teduh diiringi dengan senyuman manis yang mampu membuat kaum hawa jatuh hati kepadanya, ia berjalan tegap masuk kedalam perusahaan besar di negara Amerika, semua karyawan yang melihat nya pun tersenyum ramah membungkuk badannya memberikan hormat untuk pria tersebut.


Ia berjalan santai seraya bersiul menuju lantai 57, untuk menemui sepupu nya.


Sudah 5 tahun aku tidak bertemu dengan David, entah bagaimana rupa wajahnya sekarang, apakah dia masih terlihat tampan dan seksi seperti dulu atau dia semakin tampan lagi batin pria tersebut senang.


Setelah sampai di lantai 57 dia melihat Doni yang baru saja keluar dari ruangannya.


"Hai Don, apa kabar,"sapa nya tersenyum ramah membuat Doni ikut tersenyum kecil.


"Baik, kapan kau sampai di Amerika,"tanya Doni menaikkan alisnya.


"Baru saja sampai, dan sekarang aku ingin berjumpa dengan David,"ucap pria tersebut menepuk pundak Doni langsung bergegas menuju ruangan David.


Tanpa aba aba ia pun langsung membuka pintu ruangan David, mata nya langsung membulat sempurna melihat adegan romantis di depannya, yang dimana seorang wanita duduk di pangkuan David.


David yang asik mengabsen seluruh isi rongga mulut Tari pun terkejut melihat ada orang yang membuka pintu secara lancang, ia pun langsung melepaskan ciuman nya, begitu juga dengan Tari yang memeluk erat tubuh David menyembunyikan wajah nya di dada bidang David.


"David.."


"Kau.., Alex!"


"Kau gila yah, bukan bekerja tapi asik berciuman di kantor,"sentak Alex menatap kesal ke arah David dan Tari yang masih nyaman dalam dekapan David.


Alexander Lemos adalah sepupu dari David, ia adalah anak dari kakak sepupu mama nya, sedari kecil mereka selalu bersama hingga mereka beranjak kuliah dan memiliki cita cita yang berbeda, Alex memilih kuliah ke new Zealand untuk mengejar mimpi nya menjadi arsitektur sedangkan Alex memilih berkuliah di Harvard mengambil jurusan bisnis hingga ia pun bisa menjadi CEO sekarang.


"Kapan kau sampai ke Amerika,"tanya David santai tanpa membalas perkataan Alex, seraya tangannya memperbaiki rok Tari yang terangkat ke atas hingga paha mulusnya terpampang jelas.


"Pak saya mau turun,"ucap Tari mendongak kepalanya menatap David.


"Kau tetap duduk disini,"titah David menahan tubuh Tari yang memberontak.


"Apa dia kekasih baru mu Dav,"tanya Alex duduk di depan meja Alex.

__ADS_1


"Dia calon istri ku Lex,"balas David santai membuat Alex tersentak kaget.


"Bukannya kau bilang tidak akan menikah kecuali dengan Lu--,"belum sampai Alex melanjutkan perkataannya David lebih dulu memotong nya.


"Jangan menyebut namanya lagi Lex,"tegas David menatap tajam ke arah Alex membuat adik sepupunya itu langsung membungkam mulutnya.


"Sayang, kenal kan dia Alexander Lemos adik sepupu ku,"ujar David lembut mengelus pipi Tari.


"Halo, nama ku Tari calon istri nya David,"ucap Tari bangkit dari pangkuan David berbalik menatap lembut ke arah Alex.


Degg degg degg.


Jantung Alex berdetak kencang dikala melihat senyuman manis Tari yang terlihat menawan menampakkan deretan giginya yang putih dan rapi, ia tak pernah merasakan gugup seperti ini bila berhadapan dengan wanita, namun ia tak munafik bahwa Tari benar benar cantik alami, namun ia segera menepis pikiran nya itu karena kembali sadar dikala mengingat siapa Tari.


"Halo nama ku Alex sepupunya David,"balas Alex tersenyum ramah menjabat tangan Tari dengan sangat lama namun dengan kesal David memukul tangan Alex hingga jabatan tangan tersebut lepas.


"Dasar pelit, masa jabat tangan aja gak bisa,"ketus Alex membuat Tari tersenyum kikuk.


"Dia itu sebentar lagi akan menjadi kakak ipar mu jadi kau harus bersikap sopan dengan nya Lex,"tegas David menatap datar le arah Alex.


"Dia sangat tampan,"gumam Tari menatap punggung Alex lewat pintu yang hampir tertutup, David yang mendengarnya pun langsung kesal, ia sangat tak suka bila Tari memuji pria lain di depan nya.


Ia pun langsung menarik tangan Tari hingga kembali terjatuh ke pangkuan David.


"Pak ini tangan bukan tali yang bisa di tarik kesana sini,"kesal Tari menatap geram David.


"Apa! mau melawan hemm, mau aku hukum lagi,"ujar David menyeringai membelai bibir Tari yang alami karena lipstik yang Tari pakai, sudah di ***** habis oleh David tadi.


Tari langsung menggeleng kepalanya cepat karena tak ingin merasakan serangan bibir David yang dapat membuat dadanya sesak, namun tak dapat di pungkiri oleh Tari bahwa David sangat pandai membuat nya terbuai dan larut dalam ciuman mereka.


"Ini sudah jam makan siang, ayo kita pergi,"ajak David langsung bangkit hingga Tari terjatuh ke lantai.


"Bapak..,"teriak Tari kesal mengelus bokong nya.

__ADS_1


"Salah sendiri siapa yang menyuruh mu duduk di pangkuan ku,"ucap David santai berjalan keluar ruangan.


Oh my God, ingin rasanya Tari berteriak mengumpat dan memukul David, namun ia urungkan dikala mengingat denda yabg akan dia dapatkan.


"Awas aja nanti kalau sudah nikah, maka aku akan menyerang balik bapak,"gumam Tari kesal mengikuti David keluar dari ruangan.


***


David sedang makan siang bersama Tari, tak jarang David mencium bibir Tari guna menghilangkan bekas makanan, itu semua ia lakukan karena ada beberapa paparazi yang mengikuti nya, dan David tahu itu.


"Bapak kenapa dari tadi mencium saya sih,"ucap Tari mengerucutkan bibirnya.


"Jangan pasang wajah begitu, karena ada paparazi yang mengikuti kita,"ucap David tersenyum paksa sambil menarik hidung Tari berakting seolah olah dirinya gemas pada Tari.


Sedangkan di sisi lain seorang wanita cantik berjalan angkuh masuk kedalam restoran berbintang 5 tempat David dan Tari makan siang, ia sengaja datang kesitu karena mendapatkan kabar bahwa pria idamannya makan siang di situ.


Wanita itu tak lain adalah Nesya, ia mengepalkan tangannya erat hingga kukunya memutih, melihat pemandangan yang mampu membuat darah nya naik yaitu dimana David bersikap romantis dengan Tari.


Sial, aku akan mengganggu acara makan mereka dan tak akan ku biarkan David benar benar jatuh hati pada gadis kampung itu batin Nesya geram.


"Hai sayang kenapa kamu tidak menjawab telpon ku,"ucap Nesya yang baru saja datang langsung mencium pipi David.


Tuk.


David menendang kaki Tari dan memberikan kode dengan matanya agar Tari segera berakting dan mengusir Nesya dari hadapannya.


"Eh ada nona Nesya, ayo gabung agar kita makan bersama nona,"ajak Tari tersenyum lembut membuat David bingung namun ia tersenyum penuh arti dikala mengetahui maksud Tari.


**Bersambung


hai kakak author balik lagi nih..


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah...

__ADS_1


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**


__ADS_2