
Semenjak saat itu, David menepati perkataannya ia tak lagi menyentuh Tari bahkan mencium bibir Tari pun tidak, itu semua David lakukan agar rencana nya berhasil, yaitu menjerat Tari kedalam permainan dengan sempurna.
Hari yang di tunggu-tunggu pun telah tiba, di sebuah hotel yang mewah di sulap menjadi ballroom yang sangat indah bak negeri awan, yang dimana semuanya bernuansa putih, banyaknya para tamu undangan yang terkejut karena pernikahan seorang David James di lakukan secara tiba tiba, tamu yang hadir hanyalah beberapa kolega bisnis yang penting dan kerabat dekat dari keluarga James saja bahkan David tidak mengizinkan media meliput pernikahan mereka.
David berdiri di atas ballroom menunggu kehadiran Tari dengan jantung yang berdetak kencang, ia tak tahu mengapa dirinya bisa se-gugup ini padahal pernikahan nya dan Tari hanyalah sandiwara saja, namun tubuh nya seolah bereaksi bahwa pernikahan ini murni atas keinginan hatinya yang paling dalam.
"Kamu siap sayang,"tanya Margaret menggandeng tangan Tari.
"Siap ma,"balas Tari tersenyum kaku.
Semua mata langsung menatap ke arah pintu aula yang terbuka, menghadirkan sosok pengantin wanita yang berwajah cantik memakai gaun yang di taburi batu zamrud dan Rubi, mahkota kecil di kepala Tari membuat dirinya terlihat seperti ratu Elsa di film Frozen, mulut para lelaki langsung terbuka lebar begitu juga dengan mata mereka yang tak berkedip menatap sosok Tari.
David pun ikut terperangah melihat kecantikan Tari yang amat sangat menggoda iman, bahkan lekukan tubuh Tari semakin terlihat dikarenakan gaun tersebut tampak ketat di bagian tubuh nya hingga membuat dada Tari tampak semakin kencang dan menyembul keluar karena itu adalah baju pilihan Tari sendiri.
David menyambut uluran tangan Tari dengan lembut, ia tak berkedip dikala Tari tersenyum manis ke arah nya membuat dada David berdebar tak karuan.
Akhirnya David dan Tari pun telah sah menjadi sepasang suami istri Dimata agama dan negara, David segera merengkuh pinggang Tari. Tatapan mereka berdua bertemu hingga perlahan-lahan David mendekatkan bibirnya ke bibir Tari, ia mengulumnya dengan sangat lembut membuat Tari memejamkan matanya menikmati ciuman lembut yang pertama kali halal baginya.
"Mulai sekarang peraturan nya di mulai sayang,"bisik David menggigit kecil ujung telinga Tari.
Suara tepuk tangan pun menggema di gedung tersebut, Rika yang hadir di situ pun tanpa sadar menitikkan air matanya, ia merasa bahagia melihat Tari akhirnya menikah walaupun pernikahan tersebut hanya lah sandiwara, tetapi setidaknya gelar pelakor hilang dan di gantikan dengan gelar nyonya muda David James.
Acara berjalan begitu lancar, banyak tamu undangan mengucapkan selamat untuk Tari dan David, hingga beberapa jam lamanya Tari berdiri membuat kakinya keram.
__ADS_1
"Pak, kaki saya udah berkarat ini,"ujar Tari memanyunkan bibirnya.
"Apa kau Terminator yang turun ke bumi, dimana mana orang kakinya keram bukan berkarat,"ujar David menatap kesal ke arah Tari yang tidak pernah takut-takut nya mengekspresikan perasaan di depannya.
"Ish bapak ini, kalau saya Terminator maka bapak suaminya Terminator,"ketus Tari menghentakkan kakinya di lantai.
"Kau ini sangat cerewet, yasudah sana masuk kedalam kamar hotel,"ujar David tersenyum paksa mencubit gemas pipi Tari hingga memerah. Tari yang geram pun langsung mengigit jari David kencang.
"Ahh ... kau benar benar kelinci liar,"ucap David menekan perkataan nya meniup jarinya yang memerah, tampak jelas bekas gigi Tari.
"Makanya punya tangan jangan asal main cubit pipi orang,"ketus Tari kemudian langsung pergi menuju Margaret untuk meminta izin masuk ke dalam kamar hotel yang telah di siapkan untuk mereka berdua. David memandang punggung Tari yang mulai menjauh dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Ma, Tari masuk ke kamar dulu yah,"ujar Tari pada Margaret yang sedang berbincang dengan kerabatnya.
***
Tari bergidik ngeri ketika masuk kedalam kamar yang sudah di hias sedemikian rupa, apalagi ia melihat mawar merah dia atas kasur, lilin beraroma lavender menusuk penciuman Tari membuat dirinya merasa nyaman.
"Hah ... buat apa aku gugup, toh pak David tidak akan menyentuhku karena perjanjian nomor 5 sudah di hapuskan,"gumam Tari acuh langsung membuka gaunnya dan masuk kedalam kamar mandi.
Setelah berendam di kamar mandi selama 30 menit Tari pun keluar dengan hanya memakai lilitan handuk di dadanya, ia membuka lemari mencari baju yang bisa di pakai namun Tari tak menemukan nya, terkecuali lingerie seksi berbahan satin berjejer rapi di dalamnya.
__ADS_1
"Huff ... baiklah, lebih baik aku pakai ini saja dari pada harus telanjang,"gumam Tari langsung memakai lingerie tersebut, akibat tubuhnya yang merasa lelah karena terlalu lama menyambut tamu tadi membuat mata Tari berat, ia pun langsung naik ke ranjang tidur menyelimuti seluruh tubuh nya tanpa berpikir bahaya apa yang mengintai nya.
Sedangkan di sisi lain David yang sudah menyambut dan menyapa temannya pun ingin segera menuju kamarnya, karena ia pun merasa lelah namun disaat ia masuk kedalam lift, disaat David keluar dari lift menuju kamarnya, seseorang menarik tangannya membawa masuk ke salah satu kamar di sebelahnya.
"Apa yang kamu lakukan Nes,"sentak David menghempaskan tangan Nesya kasar.
"Dav, aku ingin kamu malam ini,"ujar Nesya langsung membuka bajunya hingga menyisakan pakaian dalam nya.
"Kau gila, aku sudah punya istri dan sekarang aku ingin menghabiskan malam ku dengannya,"balas David dingin.
"Aku tahu Dav kamu sudah punya istri, tapi bukankah kau selama ini tidak cukup dengan satu wanita, aku siap menjadi yang kedua Dav, aku juga siap menjadi pelampiasan hasrat mu,"ucap Nesya memeluk erat tubuh David dari belakang.
David oh David π€©π€©π€©
**Bersambung
hai kakak author balik lagi nih...
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.
Bantu author untuk mendapatkan rangking karya baru π₯°πππππ€π₯°
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπ₯°π₯°**