
Alex menggoreng nasi untuk makan malam mereka berdua. Pria itu tampak menawan dengan memakai celemek san juga begitu lihai memainkan alat dapur. Alex mengiris bawang dengan telaten, begitu juga dengan bumbu-bumbu lainnya. Segala bahan yang di rahang dan di haluskan telah disiapkan nya.
Ella tak bisa berdecak kagum melihat Alex yang Seperti seorang chef. Suaminya itu benar-benar sempurna. Sudah baik, tampan, lembut dan juga pengertian. Di tambah sifat Alex yang bijak dan dewasa. Sangat berbanding terbalik dengan Ella yang manja, keras kepala, kekanakan dan kurang sabar.
Namun begitulah keadilan Allah dalam memberikan jodoh hambanya. Yaitu saling melengkapi satu sama lain. Gadis itu mengambil ponselnya untuk mengabadikan momen indah tersebut.
Alex memasang senyuman manis ketika tahu Ella memvideokan dirinya. Pria itu hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan isydi kecilnya itu.
"Halo guys .. perkenalkan ini adalah suami tercinta ku, dia yang dulunya kakak angkat malah naik pangkat menjadi suami angkat .. eh suami asli maksudnya." Alex tertawa pelan mendengar gurauan Ella.
"Suamiku ini satu dari seribu pria di dunia ini. Dia sangat baik, tampan dan setia. Yang jelas dia ahli di dapur dan .."
"Ahli di kasur," timpal Alex membuat Ella langsung mematikan ponselnya dan memukul pelan bahu Alex.
"Memang benar 'kan. Kalau kamu tidak percaya nanti kakak buktikan. Tapi tunggu setelah kita makan malam dulu agar kamu punya energi lebih untuk mengimbangi kakak!" Alex berucap sambil menuangkan nasi goreng ke piring mereka. Setelah sekian mereka menunggu gulai kambing matang. Alex memeluk Ella dari belakang, dia meletakkan wajahnya di ceruk leher Ella.
Pria itu mengecup leher Ella membuat gadis itu meremang. Ella menekan kepala Alex agar memperdalam ciuman Alex di lehernya.
"Apa kakak punya mantan?" Ella bertanya secara tiba-tiba membuat Alex menghentikan cumbuan nya.
"Tidak .. tapi kalau wanita yang mengejar kakak itu banyak. Cuma tidak kakak pedulikan karena tujuan kakak dalam hidup yaitu pacaran setelah menikah. Jadi kakak ingin cuma ada satu wanita yang menjadi tambatan hati kakak!" balas Alex lembut membuat hati Ella berbunga-bunga mendengar nya. Gadis itu tersenyum malu dengan pipi merona, sungguh tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata. Ella bersyukur karena kesalahannya yang mencium Alex secara tiba-tiba membuat mereka berdua menikah.
Ella membalikkan badannya, gadis itu mengalungkan tangannya di leher Alex. Dia memasang senyum termanis nya sehingga lesung pipi Ella tampak manis. Gadis itu membelai rahang tegas milik Alex.
__ADS_1
"Apakah kakak bahagia menikah dengan Ella?" tanyanya seraya menatap dalam mata safir Alex.
Seolah merasa terhipnotis dengan bola mata indah milik Ella membuat pria itu menganggukkan kepalanya menandakan dirinya benar-benar bahagia menikah dengan Ella.
Dalam seminggu ini banyak kejadian manis terjadi di antara mereka berdua. Tingkah Ella yang manja dan tampak sangat membutuhkan sosok Alex membuat pria itu nyaman dan terkesan di butuhkan. Oleh sebab itu berada di dekat Ella membuat Alex merasa dirinya sangatlah berguna.
"Lalu apakah dalam hati kamu sudah ada kakak di dalamnya. Apakah posisi kakak sudah meningkat menjadi seorang suami atau masih di level kakak angkat?" Alex bertanya lembut mengangkat dagu Ella. Pria itu menyatukan keningnya dengan kening Ella hingga membuat hidung mereka saling bersentuhan.
Jantung Ella berdegup kencang, hatinya berdebar-debar tak karuan. Pipinya merona begitu juga dengan keringat dingin membasahi tangannya.
Degg degg degg
"Posisi kakak sudah naik menjadi level suami! Tidak ada lagi yang namanya kakak angkat atau saudara angkat. Karena sekarang hati Ella sepenuhnya milik kakak. Dari awal kita menikah Ella sadar kalau selama ini posisi kakak memang lebih dari sekedar seorang kakak. Peran kakak yang menjadi sosok pelindung membuat Ella tak dapat menahan hati ini jatuh ke dalam pesona kakak," Ella menatap dalam wajah Alex perlahan dia mendekatkan bibirnya dengan bibir Alex. Wanita itu mengecup bibir manis Alex untuk sesaat. Ciuman tersebut sangat lah lembut dan penuh perasaan, tak ada hasrat di dalamnya karena yang ada cinta dan kasih sayang.
"I love you my husband!" Ella berucap lembut membuat Alex termangu dengan raut wajah yang terkejut. Wajah pria itu memerah bak kepiting rebus dengan jantung yang berdegup kencang, hatinya bergetar hebat.
Benarkah Ella sudah mencintai nya? Istri kecilnya itu sudah jatuh hati kepadanya? Apa ini nyata? Ini bukan mimpi 'kan pikir Alex.
"I love you kak, Ella benar-benar cinta sama kakak. Melihat kesabaran dan sifat kakak yang begitu dewasa dalam menghadapi Ella itu sudah membuktikan kalau kakak memang sosok suami idaman. Kakak tidak pernah marah dan kesal dengan sifat Ella yang cerewet dan kekanak-kanakan. Dengan senang hati kakak menerima Ella apa adanya bahkan kakak rela menikahi Ella tanpa dasar cinta hanya karena ingin membantu Ella agar tak kena amukan kak David. Terima kasih banyak kak! Tidak apa-apa kalau saat ini kakak belum mencintai Ella karena yang jelas Ella akan berusaha sebisa mungkin untuk membuat kakak jatuh cinta pada Ella?!" Gadis itu berucap dengan semangat yang berapi-api. Ella berjanji akan membuat Alex jatuh cinta kepadanya, bagaimanapun caranya Ella akan berusaha.
Alex ingin menjawab namun dia tak sengaja melihat gulai kambing yang sudah mendidih.
"Kita makan dulu ya, El!" Pria itu melepaskan pelukannya lalu beranjak mematikan kompor dan menuangkan gulai kambing ke dalam baskom. Ella menghela nafas panjang saat melihat Alex yang tak merespon apapun.
__ADS_1
"Ayo .." Ella membantu Alex menata makanan di atas meja makan. Setelah selesai mereka berdua pun makan malam. Ella tersenyum lebar saat mencicipi masakan Alex yang terasa sangat nikmat.
"Masakan kakak memang enak bukan main!" puji Ella mengangkat dua jempolnya membuat Alex terkekeh.
"Jangan berbicara saat makan, El. Nanti masuk setan ke dalam mulut mu?!" tegas Alex membuat Ella tertawa cengengesan, gadis itu mengangkat dua jarinya bertanda damai. Pasangan manis itu saling suap-suapan.
"Ella malu, Kak." Gadis itu menolak suapan Alex membuat pria itu mengernyitkan dahinya.
"Malu sama siapa?" Alex bertanya dengan raut wajah bingung.
"Malu sama cicak di dinding!" jawab Ella membuat Alex tertawa lepas. Kemudian pria itu mencium lembut bibir Ella karena gemas.
"Cepat makan nya karena kakak sudah enggak sabar buat malam pertama!" bisik Alex membuat Ella tersedak.
Uhuk uhuk uhuk.
"Nah kan. Ini pasti karena cicak di dinding yang sudah buat kamu malu!"
**Bersambung.
Ayoo mana like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰**
__ADS_1