Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Mujair goreng


__ADS_3

Ada bayi yang satu bulan bisa tengkurap .. dan author melihatnya langsung .. makanya author buat sebulan. Mungkin ada beberapa kakak semua yang mengalami hal serupa dengan author πŸ€­πŸ€—πŸ₯°


...----------------...


Semua mata menatap tajam Leo yang baru saja tiba bersama Ara. Terlihat wajah pria berdarah Amerika Indonesia itu terlihat sumringah dengan tampang tak bersalah.


Leo melihat Lea yang basah kuyup pun tertawa lepas.


"Hey Lele .. apa kau baru saja kembali ke habitat mu! Susah kakak bilang kalau kamu lebih cocok tinggal di kolam daripada di daratan?!" celetuk Leo dengan tampang tak bersalah hingga membuat David dan mom Nana berusaha menahan kekesalan mereka.


Dasar Leo tak berakhlak! Bagaimana bisa dia mengatai adiknya sendiri seperti itu. Pria dewasa yang sudah memiliki sepasang anak kembar itu tampak bahagia menjahili sang adik yang berusia tak berbeda jauh dengan anak-anak nya.


"Dasar kakak tak berakhlak! Kenapa kau meracuni otak adik mu dengan mengatakan para ikan di kolam itu keluarganya! Dan kenapa kau mengganti nama panggilan adik mu dari Lea menjadi Lele. Apa kau tak merasa kasihan dan takut kalau sampai dewasa dia seperti ini. Bisa-bisa hiu di laut pun di anggap keluarganya!" David tak dapat menyembunyikan kekesalannya, dia mengumpat Leo habis-habisan di depan Olaf, Ana dan Lea.


Ketua bocah tersebut hanya bisa menonton perdebatan di pria dewasa di depan mereka. Mom Nana yang melihatnya pun hanya bisa memijat keningnya, dia segera membawa Lea ke kamar tamu untuk menggantikan pakaian sang anak. Sedangkan Ara dia memilih membawa kedua anaknya untuk menemui Tari dan baby Diego.


"Hey, Dav. Lele itu adik ku jadi apa urusanmu. Kalau kau juga ingin punya adik kecil seperti ku minta sana sama uncle Dino!" sungut Leo yang sudah mulai lelah berdebat dengan David.


"Awas kau kalau sekali lagi meracuni pikiran Lea. Karena mau bagaimana pun dia juga adik kecil ku dan jangan pernah memanggilnya Lele lagi karena namanya Leana Dicaprio." David meninju keras bahu Leo hingga membuat pria itu meringis kesakitan.


"Ya .. aku tidak akan memanggilnya Lea lagi tapi aku akan memanggilnya MUJAIR goreng!" Leo berlari meninggalkan David setelah mengucapkan hal tersebut.


"Kurang ajar kau, Le! Adik sendiri kau panggil MUJAIR goreng .. kembali ke sini kau?!" David berteriak marah karena tak habis pikir bagaimana bisa ada seorang kakak yang jahil nya tiada tanding seperti Leo.


.


.


.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam yang artinya semua penghuni mension telah pulang. Begitu juga dengan keluarga kecil Leo, tak lupa Lea dan mom Nana sudah kembali pulang menuju mension Dicaprio.


Terlihat seorang gadis sedang asik berdiri di balkon kamar sambil menikmati dinginnya angin malam. Dia hanya memakai baju piyama tanpa lengan dan panjangnya hanya sebatas paha.


Alex yang baru saja masuk ke dalam kamar langsung tersenyum manis ketika melihat Ella yang terlihat cantik saat hembusan angin malam menerpa wajahnya sehingga membuat rambut panjang Ella yang di gerai tampak indah.

__ADS_1


Alex berjalan mendekati Ella lalu segera memeluk tubuh mungil itu dari belakang, dia meletakkan dagunya di bahu Ella.


"Lagi mikirin apa .. hemm!" tanya Alex sambil mengecup pipi Ella.


"Lagi ngitung bintang yang bergelantungan di atas langit," balas Ella asal sambil mengelus lengan Alex yang melingkar di perutnya.


"Buat apa ngitung bintang kalau induknya bintang ada di sini!" ujar Alex membuat Ella bingung, gadis itu melengos ke belakang hingga hidung nya bersentuhan dengan hidung Alex.


Cup.


Alex mengambil kesempatan tersebut dengan mengecup bibir Ella.


"Apa bintang punya induk?" Ella bertanya penasaran karena seumur hidup dirinya belajar dari kecil hingga dewasa. Tak sekalipun dirinya mendengar istilah bintang mempunyai induk.


"Punya!" balas Alex tersenyum manis sambil membalikkan tubuh Ella menghadap dirinya.


"Dimana induknya? Dan seperti apa bentuknya?" tanya Ella semangat membuat Alex tersenyum kecil.


"Kamu induk bintang nya. Kalau saja bintang di langit tahu berapa indah mata bulat mu ini pasti mereka akan cemburu pada mu!" rayu Alex membuat pipi Ella merona.


"Gombal," gumam Ella memukul pelan dada bidang Alex lalu segera memeluk tubuh kekar suaminya itu. Ella menyembunyikan wajahnya yang merona ke dalam dada bidang Alex.


"Susah malam .. ayo kita tidur! Karena besok aku akan mengantarmu ke kampus." Alex menggandeng tangan Ella membawa gadis itu ke ranjang. Mereka berdua tidur saling berpelukan, memberikan kehangatan satu sama lain.


Malam itu merupakan malam kedua mereka menjadi sepasang suami istri. Bila dulu mereka berdua tidur satu ranjang dengan status adik dan kakak atau sebagai status teman masa kecil. Maka sekarang telah berbeda. Tidak ada yang tahu bagaimana takdir bekerja.


Mereka berdua tumbuh besar bersama, dari kecil saling melindungi dan menyayangi hingga dewasa takdir berkata-kata mereka harus menjadi sepasang suami istri.


***


Pagi menyapa bumi, mata hari bersinar terang. Sinarnya yang terang memasuki celah-celah jendela kamar setiap penghuni mension James.


"Kamu sudah siap, El!" tanya Alex saat melihat Ella sudah rapi dengan pakaian kampusnya.


"Sudah, Kak." Ella menghampiri Alex yang terlihat kesusahan memakai dasi.

__ADS_1


"Sini biar Ella bantu kakak!" Alex menundukkan kepalanya sehingga membuat Ella lebih leluasa memakaikan Alex dasi.


"Sudah siap." Ella menepuk pelan dada bidang Alex membuat pria itu tersenyum hangat. Karena meskipun Ella belum dewasa akan tetapi gadis itu tahu apa saja yang harus dikerjakan nya setelah menjadi seorang istri.


Mereka berdua turun ke lantai bawah lalu ikut sarapan bersama dengan yang lainnya. Setelah selesai Alex menepati perkataannya dia mengantar Ella sampai ke depan gerbang kampus.


"Apa nanti kakak akan menjemput Ella!" tanya gadis itu penuh harap membuat Alex menganggukkan kepalanya.


"Nanti kakak akan menjemput mu," balas Alex sambil mengelus kepala Ella.


"Yes .. terima kasih kak! Ingat jangan telat jemput Ella kalau tidak .. Ella akan marah!" Gadis itu mencium punggung tangan Alex tak lupa dia mengecup bibir tebal suaminya itu. Lalu dengan hati yang bergetar tak karuan dia keluar dari mobil berlari masuk ke dalam gerbang kampus.


Alex yang melihatnya tak mampu menyembunyikan senyum di wajahnya. Dia merasa terhibur dengan status barunya.


"Ella istri ku!" gumam Alex lalu segera melajukan mobilnya kembali meninggalkan pekarangan kampus Ella.


.


.


.


Ella tak sengaja menabrak seseorang hingga dirinya terjungkal ke belakang.


"Kalau jalan pakai mata?!" desis orang tersebut membuat Ella mengepalkan tangannya.


"Benar, aku yang menabrak mu tapi aku juga yang jatuh bukan kamu! Jadi tak usah berlagak seperti kau yang jatuh?!" balas Ella datar lalu pergi meninggalkan orang itu.


"Hey gadis tak laku?!" teriak orang tersebut membuat Ella menghentikan langkahnya.


**Bersambung


Halo kakak author balik lagi nih .. ayoo mana hadiah nya untuk author .. ayo komentar dong kakak biar author semakin semangat up up up lagi πŸ™πŸ™πŸ€§πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ€—πŸ€—


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak πŸ₯°πŸ˜˜

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπŸ™πŸ₯°**


__ADS_2