
**Tembus like 1000 dan komentar 100 author bakal triple up perhari nya🥰🥰
Like dan komentar itu seperti mood booster bagi kami .. jadi plisss tolong sedekah Lik my yah 🙏🙏**
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di sisi lain seorang pria sedang berjuang untuk bisa bertahan hidup. Alat-alat medis terpasang di kepala dan juga memenuhi badannya. Wajahnya yang tampan kini berubah menjadi wajah yang penuh darah. Alat bantu pernapasan di pasangkan ke hidungnya.
Para dokter begitu sibuk mengobati pria itu. Tak hanya satu dokter melainkan 5 dokter terhebat di Jakarta berkumpul dalam ruangan operasi itu guna menyelamatkan pria itu. Mereka semua sangat serius mengerjakan tugas masing-masing. Ada yang bertugas menjahit, ada yang membersihkan luka, bahkan ada juga yang sedang membedah badan pria itu.
"Jantungnya melemah, Dok!" Perawat tersebut tampak panik ketika melihat ke arah monitor deteksi jantung yang sudah menurun.
"Siapkan alat nya?!" Tegas salah satu dokter tersebut membuat perawat itu langsung mengambil alat pemicu jantung.
Dokter tersebut meletakkan alat tersebut di atas dada bidang pria itu. Bunyi alat pemicu itu terdengar nyaring di telinga mereka. Sekali mencoba tidak berefek apa-apa, malahan jantung pria itu semakin melemah. Dua kali mencoba juga tak ada efek. Hingga membuat dokter tersebut berteriak untuk menaikkan tinggi Joule nya.
"800 Joule?!" Teriak Dokter tersebut.
Ting ……
Bugh.
Tubuh pria itu langsung mengalami kejang-kejang untuk sesaat setelah itu bunyi monitor jantung mulai stabil yang artinya pria itu masih dalam kondisi aman meskipun sedang kritis.
"Pasien mengalami pendarahan karena tembakan di perutnya! Siapkan stok darah golongan O positif?! Tegas dokter tersebut menuju para perawat langsung mengambil stok darah. Beruntung bya rumah sakit itu adalah rumah sakit besar sehingga mereka tak kekurangan alat medis ataupun stok darah.
Tranfusi darah segera di lakukan saat itu juga. Namun lagi-lagi mereka semua di Bu terkejut dengan monitor jantung yang semakin melemah dan paling parahnya garis-garis di monitor datar dengan sesekali naik turun.
__ADS_1
"Pasien mengalami koma!" Lirih Dokter yang tadi memacu jantung pria itu.
"Bagaimana kita menghadapi kemarahan tuan besar? Kalau meteka tahu putra mereka mengalami koma?!" Salah satu dokter tersebut bertanya membuat ke empat dokter lain bersama dengan 6 perawat di situ berubah tegang. Keringat dingin membasahi kening mereka ketika mengingat siapa laki-laki yang baru saja mereka atasi.
David James! Pengusaha sukses di bidang teknologi dan juga farmasi. Anak dari pengusaha kaya yang berada dari Amerika bernama Dino James. Keponakan dari pengusaha furniture James Dicaprio. Sepupu dari pengusaha ternama pemilik Brilliant group di Prancis bernama Leonardo Dicaprio.
Ah .. rasanya kepala mereka ingin meledak saat itu juga ketika mengingat siapa David. Andai saja mereka punya topeng maka mereka akan memakai nya. Bagikan memakan buah simalakama itulah yang mereka rasakan sekarang.
Dengan langkah gontai para dokter serta perawat itu keluar dari ruang Opera itu.
Gleg.
Tubuh para dokter itu langsung membeku melihat semua pria yang dipikirkan mereka tadi berada di hadapan mereka. Dino James, James Dicaprio dan Leonardo Dicaprio serta Margaret James wanita paruh baya yang masih cantik pemilik perusahaan skin care ternama di Amerika.
"Bagaimana keadaan anak saya, Dok?" Tanya Dino dingin dengan raut wajah khawatir seraya mendekap tubuh lemah Margaret.
Bugh.
Tanpa di duga Leo meninju wajah dokter tersebut membuat mereka semua yang berada disitu kelabakan.
"Kenapa kalian tidak bisa menyembuhkan sepupu ku, huh?! Apa gaji kalian kurang?! Katakan padaku agar aku bisa menambah gaji kalian agar sepupuku itu sadar?!" Teriak Leo marah ingin memukul dokter itu lagi namun segera di tahan oleh James.
"Sabar, Le! Kamu tidak boleh seperti itu?! Mereka itu dokter bukan tuhan. Dokter hanya bisa menyembuhkan tapi bukan berarti mereka bisa menjamin segala kesembuhan pasien mereka 'kan!" James berucap tegas pada putranya yang memberontak dalam dekapannya.
Leo mendengar ucapan James pun langsung terisak dalam pelukan papa nya itu. Bagaimana pun dirinya menyayangi David meskipun mereka jarang bertemu karena David yang pekerja keras dan ambisius.
Margaret menangis pilu dalam rengkuhan Dino. Hatinya sakit ketika melihat sang anak putra semata wayangnya itu terbaring lemah dengan alat medis yang hampir memenuhi tubuh anaknya itu.
__ADS_1
Putra tercintanya sedang sakit! Hati ibu mana yang tak hancur melihat putra mereka yang dulu mereka lahirkan dengan bertaruh nyawa terbaring tak berdaya di atas brangkar.
"David .. hiks hiks .. papa putra kita, Pa .. huwaa! Kenapa harus David! Apa salahnya, Pa?!" Tangis Margaret pecah dalam pelukan Dino. Dirinya tak dapat lagi menahan berat tubuhnya, kakinya seakan lemas tak bertulang membuat Dino semakin mengeratkan pelukannya.
"Sabar, Ma! David pasti sadar, dia pria kuat! Apalagi sebentar lagi dia akan menjadi Daddy?! Pastilah dia akan segera sadar agar bisa melihat kelahiran putra nya nanti. Cucu kita, Ma?!" Dino berucap dengan suara yang bergetar menahan tangis. Dirinya sedih dan juga hancur tapi dirinya harus kuat agar bisa menguatkan Margaret yang begitu terpukul.
Mendengar tentang cucu mereka Margaret semakin menangis pilu ketika membayangkan Tari yang tidak tahu apa-apa di rumah. Menantunya itu sekarang pasti sedang menunggu kepulangan anaknya.
"Bagaimana dengan Tari, Pa? Apakah dia bisa baik-baik saja? Apa dia bisa tabah ketika tahu tentang keadaan David yang sebenarnya?! Mama gak sanggup pa. Melihat menantu kita yang sedang hamil tua itu terpukul dengan kabar suaminya yang sedang Koma. Apalagi sebulan lagi Tari akan melahirkan hiks .. hiks .. mama tudak tega pa?!" Margaret berucap di sela-sela tangisnya dengan nada yang terputus-putus. Wajahnya memerah dengan mata yang sembab karena terlalu banyak menangis.
Degg.
Hati para pria di situ tersentak ketika mendengar ucapan Margaret. Bagaimana nanti istri David kalau tahu fakta sebenarnya? Apakah dia akan baik-baik saja? Pasti jawabannya tidak! Leo membeku dengan tatapan kosong menatap David yang terbaring lemah lewat dinding kaca. Memori tentang kejadian Alexa yang koma pun terputar di otaknya. Bagaimana hancur nya Dimas saat itu yang hampir saja menganiaya putri kecilnya sendiri. Leo mengusap wajahnya kasar. Dadanya bergemuruh dengan tatapan yang menunjukkan kilatan amarah.
"Akan aku hancurkan dalang di balik ini semua?!" Leo berucap dengan wajah yang memerah dengan tangan yang terkepal erat.
"Ajak Arka dan yang lainnya untuk membantu?!" Tegas James dengan wajah dinginnya.
**Bersambung.
Halo-halo kakak🤭🤭
Author triple up ini ..
Mana hadiah nya🤩🤩🥳🥳
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰**