
Oh Ella .. kenapa kamu sangat suka membangunkan singa yang sedang tertidur? Alex mengumpat dalam hatinya ketika melihat ke bawah sudah menegang.
Sesuatu yang di bawah sana ingin segera keluar dan minta di puaskan oleh orang yang sudah berani mengganggu tidurnya.
Alex tak dapat menahan dirinya lagi. Dia segera membalikkan tubuh nya lalu menangkup pipi Ella dengan lembut.
"Apa kamu benar-benar akan menerima kakak sebagai suami kamu seutuhnya?" Alex bertanya lembut dengan suara yang sedikit berat karena hasratnya sudah sampai ke urat lehernya. Yang artinya sebentar lagi hasrat tersebut akan sampai ke otaknya.
"Benar .. Ella akan menerima kakak sebagai suami Ella seutuhnya. Ella janji akan menjadi istri yang baik, patuh, pandai menabung, tidak mubazir dan yang tentunya akan selalu setia merepotkan kakak dengan segala kemanjaan Ella." Gadis itu menjawab dengan penuh ceria, dia begitu semangat saat menjelaskan apa saja tugas nya nanti.
"Dan Ella juga sudah tahu kalau tugas seorang istri itu melayani suami dengan baik di atas kasur dan juga di dapur. Karena kata Aunty Margaret pria akan senang saat perut kenyang. Dan cinta seorang pria akan semakin bertambah apabila seorang istri pandai bergoyang di atas ranjang," ceplos Ella membuat Alex tersenyum penuh arti. Tampaknya gadis itu belum menyadari apa yang baru saja di ucapkan nya.
"Apalagi ya, tugas seorang istri .. hemm. Oh iya seorang istri juga harus pandai mengelola uang bulanan," lanjut Ella tersenyum polos menunjukkan deretan giginya.
"Baiklah .. kamu sudah bilang ingin menjadi istri yang baik 'kan?" Alex bertanya sambil mengusap leher jenjang Ella hingga membuat gadis itu meremang.
Alex membalikkan tubuh Ella hingga sekarang dirinya lebih leluasa memeluk Ella dari belakang. Alex menyibakkan rambut Ella ke samping, kemudian dia mengecup lembut leher Ella.
"Kakak," panggil Ella pelan sambil mencengkram lengan Alex yang melingkar di perutnya.
"Hemm .. katanya mau jadi istri yang baik dan penurut. Dan itu di mulai dari sini dulu, El!" Alex meniup telinga Ella hingga membuat gadis itu menganga 'kan mulut nya. Dia merasa geli namun juga nikmat dan nyaman, bahkan tangannya terangkat ke belakang menahan tengkuk Alex agar bibir tebal pria itu tak lepas dari lehernya.
Alex tersenyum lebar saat melihat Ella telah menerima sentuhan nya. Alex membalikkan tubuh Ella menghadap ke arah nya. Dia melingkarkan tangannya di pinggang ramping Ella, begitu juga dengan gadis itu dia melingkarkan tangannya di leher Alex. Mereka berdua sama-sama menekan tubuh mereka masing-masing.
__ADS_1
Nafas keduanya naik turun, tak hanya Alex yang berhasrat tapi Ella juga. Alex menyatukan keningnya dengan kening Ella. Hingga hidung mereka saling bersentuhan, harum nafas mint dan stroberi bercampur menjadi satu. Alex segera menggendong Ella seperti koala, pria itu tampak buas saat mencium rakus bibir mungil milik Ella.
Alex membawa Ella menuju ranjang, dia menindih tubuh mungil Ella tanpa melepaskan ciuman mereka. Tampan mereka berdua saling menginginkan satu sama lain. Baik Ella maupun Alex sama-sama ingin lebih. Tangan Alex tak dapat di kendalikan lagi, pria itu bermain mencari squishi kembar. Dan dengan senang hati si pemilik membuka bungkusan squishi tersebut.
"Kamu sangat cantik, El!" bisik Alex sambil mencium daun telinga Ella hingga membuat gadis itu tersenyum malu.
Hingga tak terasa tubuh keduanya sudah polos bak bayi yang baru lahir. Gelombang asmara yang berada di tubuh mereka bak ombak yang menghantam batu karang. Saling memuaskan satu sama lain, saling membalas perbuatan nikmat itu dengan lembut.
Ahh .. rasanya mereka berdua ingin dunia menjadi milik mereka berdua saat ini juga!
Inikah yang di namakan dengan indahnya surga dunia! Padahal Alex maupun Ella belum melakukan penyatuan akan tetapi rasa nikmat itu tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata.
Bolehkah Alex melakukannya sekarang? Tapi sepertinya pria itu masih ingin berlama-lama melakukan pemanasan agar nanti si gadis kecilnya itu menggila saat masuk ke permainan inti. Benar kata orang bahwa tak perlu belajar s**s dengan dalih berpacaran, lebih enak melakukan s**s sehat dengan ikatan suci. Ah .. Alex begitu menggila.
Dia mengecup tubuh indah dan mulus bak manekin hidup itu di segala tempat. Bahkan mulutnya sedari tadi tak berhenti bermain di puncak lereng squishi kembar milik Ella.
"Sakit ..!" lirih Ella membuat Alex yang sedang asik bermain di puncak squishi menaikkan alisnya.
"Si Joko ku belum masuk ke dalam lorong mu, El. Jadi bagaimana bisa sakit?" Alex bertanya dengan suara berat karena hasrat sudah sampai di otak kanan nya dan kini sedang menuju ke otak kirinya.
Ella tak menjawab melainkan gadis itu terisak karena rasa sakit di perutnya kian mendominasi. Bahkan hasrat yang tadinya menggebu-gebu ingin segera di salurkan hilang tak berbekas.
"El, kamu kenapa?" Alex menangkup pipi Ella yang sudah basah karena butiran kristal di pelupuk matanya tak berhenti turun.
__ADS_1
"Sakit .. hiks .." tangis Ella begitu memilukan hingga membuat Alex kebingungan.
"Apanya yang sakit, El. Katakan yang jelas! Bahkan aku belum masuk tapi kamu sudah menangis seperti ini?!" Alex bertanya dengan nada lembut, hasrat yang tadinya membuncah kini harus di tahan ketika melihat Ella menangis.
Alex tak sengaja melihat ke bawah dan matanya langsung terbelalak ketika melihat darah mengalir di sela-sela paha Ella. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Ella berdarah? Apakah ada orang lain yang memasuki lorong sempit Ella? Tapi siapa sedangkan tak ada orang lain dalam kamar ini selain Ella dan dirinya.
"El .. kok lorong kamu berdarah? Padahal aku belum masuk, loh?" Alex bertanya polos hingga membuat wajah Ella memerah menahan malu.
"Ella, lagi naik bendera kak!" jelas Ella ambigu membuat Alex pusing karena tak tahu maksud Ella.
Bendera Ella naik? Apakah ada bendi yang bernama Ella? Mengapa dirinya tidak tahu.
"Bendera apa, El? Katakan dengan jelas karena kakak tidak mengerti apa yang kau katakan dan kalau bisa tidak usah pakai istilah!" desis Alex yang sudah geregetan sedari tadi.
Dirinya ingin segera tahu mengapa lorong Ella yang belum di jamahnya sudah mengeluarkan darah.
"Ella datang tamu kak!" ucap Ella menutup wajahnya yang memerah menahan malu.
"Mana tamu kamu, El? Apa dia berada di luar mension?" Alex bertanya polos membuat Ella geram.
Mengapa Alex bisa sepolos itu? Mengapa bisa kakaknya itu tak tahu apa maksud dari datang tamu.
"Ella sedang menstruasi kak?!" jerit Ella membuat Alex terkejut.
__ADS_1
**Bersambung
Maaf telat up karena sistem eror🙏🙏**