Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Nikah lagi!


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam, matahari sudah terbenam. Tak terasa sudah beberapa jam lamanya Tari pingsan. Margaret dan Dino memejamkan matanya sebentar karena mereka kelelahan menjaga David semalaman.


"Eughh .." lenguhan Tari membuat Margaret dan Dino terjaga.


"Sayang! Kamu sudah sadar? Apa yang sakit hemm?" Margaret bertanya bertubi-tubi menggenggam tangan Tari.


"Ma .. David dimana?" Tanya Tari lemah tanpa memperdulikan keadaan nya yang masih lemah. Karena pikirannya hanya tertuju pada suami tampannya yang belum kelihatan batang hidung dari kemarin.


Margaret terdiam untuk beberapa saat. Dia menatap intens wajah cantik menantu kesayangan nya itu. Margaret tersenyum lembut sambil mengelus pipi chubby milik Tari.


"Ma .. dimana David?" Rengek Tari dengan mata yang berkaca-kaca. Hatinya begitu merindukan David.


Margaret menatap Dino sesaat untuk meminta persetujuan dan dibalas anggukan oleh Dino.


"Sayang! Apa kamu ingin bertemu dengan David?" Tanya Margaret lembut dengan mata yang berkaca-kaca membuat Tari bingung dan penasaran karena melihat ada kesedihan di mata Margaret.


"Iya ma! Tari ingin bertemu dengan David." Jawab nya menatap Margaret dengan penuh harap.


"Tapi kamu janji ya sama mama. Apapun yang kamu lihat dan bagaimanapun keadaan David nanti kamu harus tabah?!" Tegas Margaret menatap serius wajah Tari.


Rasa rindu di hati Tari kian membuncah membuatnya tak banyak bertanya karena dirinya ingin cepat-cepat bertemu dengan David.


Dino pun menggendong Tari lalu mendudukkan tubuh Tari di atas kursi roda. Margaret membawa Tari menuju ke ruangan David di rawat. Sepanjang jalan Tari bertanya-tanya dalam benaknya kenapa Margaret membawa nya ke ruangan VVIP. Siapa yang sakit itulah pikirnya.


"Siapa yang sakit, Ma? Tari ingin bertemu David, bukan malah menjenguk orang sakit!" Tari bertanya dengan raut wajah bingung.


"David yang sakit sayang!" Lirih Margaret membuat tubuh Tari membeku.


Degg


Bagaikan di sambar petir di siang bolong begitu pula yang Tari rasakan sekarang. Bagaimana bisa suami tercintanya itu sakit. Bukankah kemarin-kemarin David sehat?

__ADS_1


"David sakit apa, Ma?" Tanya Tari dengan suara bergetar menahan rasa sesak di dadanya.


"David kecelakaan dan sekarang David koma!" Lirih Margaret membuat air mata yang di tahan oleh Tari sedari tadi langsung luruh begitu saja membasahi pipinya.


Tanpa bertanya apapun, Tari bangkit dari kursi rodanya. Dia langsung membuka pintu ruangan VVIP tersebut.


Degg


Rasanya dunia Tari hancur berkeping-keping melihat sosok pria yang dicintainya terbaring lemah di atas brangkar rumah sakit dengan alat medis memenuhi badannya. Dengan langkah yang bergetar Tari mendekati brangkar David.


"Sa-yang .." panggil Tari dengan suara yang bergetar menahan Isak tangisnya.


Tidak ada lagi wajah tampan, sombong dan tengil di wajah David. Tidak ada lagi rona merah di wajahnya karena yang ada cuma wajah pucat dan lebam memenuhi wajah tampan David. Tangan Tari bergetar saat mengelus pipi David.


Suami tampannya itu sedang sakit! Suaminya itu koma! Kenapa tidak ada yang memberitahukan kepadanya tentang perihal ini.


"Sa-yang .. bangun! Ini aku istri mu yang datang. Kenapa kamu bisa seperti ini hemm. Ayo buka mata kamu! Jangan bercanda sayang. Ini tidak lucu." Tari menangis sesenggukan memeluk tangan David.


Hancur .. Dunia nya telah hancur. Suami yang dia cintai. Suami yang selalu menyayangi nya sepenuh hati. Suami yang selalu memanjakan dirinya kini terbaring lemah di rumah sakit. 


"Sayang .. hiks .. aku mohon bangun! Kalau kamu tidur seperti ini siapa yang akan menjaga ku .. siapa yang akan membaca cerita setiap malam untuk baby boy hemm .. sayang!" Ucap Tari di sela-sela tangisnya.


Sakit .. sangat sakit hati seorang istri ketika melihat suami mereka yang sangat baik dan selalu menyayangi mereka. Harus terbaring lemah di atas brangkar rumah sakit.


"Sayang .. jangan menangis!" Ucap David dalam hati karena sebenarnya David dapat mendengar semua ucapan Tari tapi dia tidak bisa membuka matanya. Seluruh tubuhnya seakan mati rasa dan kaku. Bahkan untuk menggerakkan jarinya saja David tidak akan sanggup.


Hatinya sakit dan pedih mendengar suara isak tangis Tari. Tidak apa-apa kalau dirinya sakit karena David sanggup menahannya tapi David tidak sanggup menahan diri bila melihat Tari menangis.


Suami mana yang tega melihat istri yang sangat disayangi dan dicintai menangis pilu seorang diri tanpa dia di samping.


"Sayang .. aku mohon buka mata kamu! Aku tidak sanggup melihat kamu terbaring lemah seperti ini. Kenapa kamu yang sakit bukan aku saja .. hiks .." tangis Tari semakin pecah. Wanita itu tak sanggup menahan rasa sakit melihat suaminya itu terluka. Bahkan bila bisa Tari rela bertukar posisi dengan David.

__ADS_1


Sudut mata David berair mendengar suara Tari yang semakin serak. Sekuat tenaga David berusaha membuka mata atau menggerakkan jarinya tidak bisa. Kekuatan nya seakan sirna ditelan angin.


"Siall .. kenapa sangat susah menggerakkan jari ku. Padahal otot-otot ku sangat besar!" Gerutu David dalam hati. Rasanya David ingin berteriak mengatakan dirinya baik-baik saja agar Tari tak menangis lagi tapi sekeras apapun usahanya tidak bisa.


Sedangkan Margaret dan Dino yang sedari tadi berdiri dekat dengan pintu tak sanggup menahan tangis mereka. Margaret menutup mulutnya dengan tangan agar suara tangisnya tidak pecah. Wanita itu memeluk erat tubuh suaminya guna meluapkan perasaan hancurnya ketika melihat anaknya terluka dan menantunya sedih.


"Sabar sayang .. yakinlah kalau putra kita itu kuat!" Bisik Dino mengeratkan pelukannya.


Segala kata Tari ucapkan namun tubuh David tidak merespon apapun terkecuali matanya yang basah.


"Sayang .. hiks .. aku sangat mencintaimu. Aku mohon buka matamu dan lihat aku sekarang. Katakan kalau kamu baik-baik saja agar aku dan baby boy tenang!" Rengek Tari dengan suara yang terputus-putus karena serak akibat terlalu banyak menangis.


"Aku baik-baik saja sayang. Aku mohon jangan menangis." Jerit David dalam hati nya karena merasakan sakit di hatinya mendengar istri tercinta nya itu sesegukan.


"Sayang .. hiks .. kalau kamu tidak bangun nanti aku bakal nikah lagi biar baby boy tidak yatim!" Ucap Tari di sela-sela tangisnya membuat Margaret dan Dino yang mendengarnya pun langsung terkejut melepaskan pelukan mereka.


Oh Tari .. apa yang kau bicarakan. Ini bukan saatnya membicarakan pernikahan kedua mu karena pada dasarnya suami mu itu masih hidup belum mati walaupun koma. David yang mendengarnya pun marah pada Tari. Seluruh kekuatan nya di kerahkan agar bisa membuka matanya.


"Jangan!" Batin David berteriak tak terima.


Tit .. tit .. tit ..


**Bersambung.


Halo-halo ada yang rindu kah?🤭


Tembus 100 komentar triple up dan kalau tembus 1000 like per bab author bakal up 3 bab per hari nya🥰🥰🥰


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Jangan lupa mampir ke novel author yang baru 🥰**

__ADS_1



Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰


__ADS_2