Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Morning kiss


__ADS_3

Setelah selesai Ella keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono yang hanya menutupi aset pribadinya. Rambut basah dan wajah yang lebih fresh menambah aura kecantikan nya.


"Kak, mandi sana. Ella sudah siapkan air hangat untuk kakak!" Ella berucap lembut membuat Alex yang tadinya terperangah dengan penampilan Ella pun tersadar.


"Baik, El." Alex beranjak dari ranjang ingin masuk ke dalam kamar mandi namun saat melewati Ella tangannya di cekal oleh gadis itu sehingga membuat Alex melengos ke samping.


Ella mengecup bibir Alex sekilas lalu memasang senyum manis nya. Alex menelan ludahnya saat mendapatkan serangan mendadak tersebut.


"Morning kiss!" Ella tersenyum manis dengan pipi merona. Gadis itu sudah memutuskan akan menjadi seorang istri untuk Alex bukan lagi seorang adik. Namun Ella akan memulainya dengan caranya sendiri yaitu pelan-pelan tapi pasti.


"El," ucap Alex dengan suara datar namun tatap matanya seperti singa yang kelaparan. Ella yang melihatnya pun sedikit ketakutan.


"Hehe .. kalau dulu Ella suka cium kakak di pipi tapi sekarang status Ella naik pangkat dari adik menjadi istri. Jadi ciumannya pun berpindah dari pipi ke bibir," jelas Ella dengan para pipi merona dan tangannya asik meremas ujung handuk nya karena gugup.


"Kamu ini ada-ada saja." Alex terkekeh geli seraya mengusap pucuk kepala Ella dengan lembut. Lalu dia beranjak menuju kamar mandi.


Setelah melihat Alex masuk ke dalam kamar mandi, Ella langsung memegang dadanya yang berdegup kencang sedari tadi. Begitulah Ella si gadis polos namun agresif, dia akan memberikan hak suami namun nanti saat Alex benar-benar menganggap nya seorang istri. Bukan lagi adik.


"Semoga pernikahan ku dengan kak Alex bisa harmonis seperti pasangan lainnya," gumam Ella lalu segera memakai baju nya yang telah di siapkan oleh Margaret.


Ella tersenyum senang saat melihat dress indah berwarna kulit bawang. Sangat cocok dengan kulitnya yang putih. 


***


Alex maupun Ella sudah rapi, mereka juga sudah mengemas koper mereka masing-masing. Alex mendorong koper Ella dan juga miliknya, mereka keluar dari hotel pukul 10 pagi. Terlihat sopir pribadi milik keluarga Dicaprio menunggu mereka di luar hotel.


Ella dan Alex masuk ke dalam mobil. Mereka segera meluncur ke mension James karena di sanalah semua orang berkumpul.


"Apa Diego sudah dibawa ke rumah sakit kak?" tanya Ella pada Alex yang sedari tadi asik mengelus kepalanya.

__ADS_1


"Kata Aunty, Diego sudah sudah mulai membaik. Demamnya sudah mulai turun makanya tidak jadi di bawa ke rumah sakit!" jelas Alex sambil membuka ikat rambut Ella.


"Kenapa di buka kak?" tanya Ella penasaran.


"Kamu cantik dengan rambut yang digerai bukan di kuncir kuda seperti ini!" Alex merapikan rambut Ella, sebenarnya bukan cantik tapi Alex tak dapat menahan dirinya bila melihat leher jenjang Ella terlebih lagi ada tanda kissmark di leher Ella akibat ulahnya semalam.


 Ella tak banyak bertanya dia hanya menuruti perintah Alex dan ke depannya dia akan menggerai rambutnya karena menyenangkan hati suami itu berpahala pikir Ella.


.


.


.


Tari bernafas lega saat merasakan demam Diego telah turun. Semalaman dia berjaga hanya untuk menjaga dan melihat sang anak apakah tidur dengan nyenyak.


"Diego sudah mulai membaik, Sayang. Sebaiknya kamu tidur, karena semalaman kamu sudah capek menjaga Diego!" David tak tega melihat istri nya itu kekurangan waktu tidur hanya untuk menjaga anaknya yang sakit.


David menghela nafas berat, sudah berapa kali dirinya menyuruh Tari tidur. Namun istrinya itu selalu menolak karena tetap kekeh ingin menjaga Diego.


Tidak ada cara lain batin David.


"Sayang .. aku menyuruhmu tidur sekarang juga. Turuti kemauan ku karena aku adalah suami mu. Ingat bahwa istri yang baik adalah istri yang selalu taat pada suami nya selama itu tidak menentang agama dan tidak merugikan dirimu?!" tegas David yang sudah kehabisan cara membujuk Tari. Dirinya tak tega melihat mata Tari yang memerah seperti orang yang mengkonsumsi obat terlarang. 


"Baiklah, Sayang. Aku akan istirahat sebentar, nanti kalau Diego kehausan dan demamnya kembali naik maka kamu harus membangunkan aku kalau tidak siap-siap tak dapat jatah selama satu bulan penuh?!" ancam Tari sungguh-sungguh membuat David menelan ludahnya. Ancaman Tari tak pernah main-main.


David mengangguk kepalanya pasrah menghadapi tingkah istrinya itu.


Akhirnya Tari pun memilih naik ke atas ranjang nya meninggalkan baby Diego yang terlelap di box bayi bersama dengan David. Wanita itu segera memejamkan matanya hingga 5 menit kemudian terdengar suara deru nafas Tari yang teratur.

__ADS_1


David tersenyum melihat nya, dia segera menarik selimut hingga menutupi dada Tari. 


"Katanya tidak bisa tidur. Ini belum lima menit kamu sudah terbang menuju mimpi!" gumam David tersenyum lembut sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Tari. 


Pria itu mencium kening Tari lembut setelah itu dia kembali beranjak duduk di sofa dekat dengan box bayi sambil memangku laptop nya. Semenjak Tari melahirkan baby Diego tak sekalipun David ke kantor. Dia lebih memilih mengerjakan pekerjaan nya di rumah dan meeting pun diatur online. Tidak ada lagi pria yang gila kerja karena yang ada hanya pria yang gila istri.


***


Setelah satu jam perjalanan akhirnya Ella dan David sampai di mension James. Para pelayan menyambut mereka dengan baik, barang-barang Ella pun dibawa oleh pelayan ke kamar mereka yang telah disiapkan oleh Margaret.


Tujuan pertama mereka pulang cepat-cepat adalah ingin menjenguk baby Diego terlebih dahulu. Ella mengetuk pelan pintu kamar David.


"Kalian sudah pulang?" tanya David terkejut melihat Ella dan Alex berdiri tegak di depan pintu kamarnya.


"Bagaimana kabar Diego, Kak?" Bukannya menjawab Ella malah bertanya dengan raut wajah yang khawatir.


"Diego sudah baikan, demamnya sudah turun!" jelas David membuat Ella bernafas lega.


"Boleh aku menjenguknya, Kak?" pinta Ella dengan mata puppy eyes hingga membuat David mengacak poni Ella gemas.


"Tentu, El." David pun mempersilahkan Ella masuk. Kemudian dirinya keluar kamar mengajak Alex mengobrol di gazebo. Karena tak mungkin dia membiarkan Alex masuk sedangkan istrinya sedang tertidur. Begitu juga dengan Alex yang tidak berani masuk ke dalam kamar David sembarangan.


**Bersambung.


Halo kakak author balik lagi nih 😘🥰


Ayoo mana dukungannya dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH KAKAK 🙏🙏


apa gak ada hadiah untuk author .. hemm .. minimal satu tangkai bunga atau secangkir kopi gitu🤭🤭

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**


__ADS_2