Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Tara Utara dan Beruang kutub Utara


__ADS_3

Sebelumnya Tari sudah meminta izin pada Rika, awalnya Rika ragu untuk mengizinkan Tari pergi, namun setelah mendengar alasannya pun mau tak mau Rika mengizinkan nya.


Doni membawa Tari ke butik ternama di Amerika, salah satu butik dari mama nya David, mata Tari berbinar terang ketika melihat pakaian pakaian bagus di depannya, ia adalah gadis yang ekspresif, jadi ia tak malu pada Doni.


"Waw, butik nya mewah sekali pak, pasti yang punya nya kaya," puji Tari membuat Doni tersenyum kecil.


"Kalau tidak kaya mana mungkin bisa punya butik semewah ini," balas Doni membuat Tari menggaruk pipinya yang tak gatal.


"Hehe, iya juga ya pak," ujar Tari tertawa cengengesan.


Tak lama kemudian datang para pegawai wanita berjejer rapi menyambut kedatangan Doni, Tari sedikit risih dengan para pegawai yang membungkuk kepada mereka.


"Kamu kenapa?" Tanya Doni yang melihat Tari seperti risih.


"Kok mereka membungkukkan badan kepada kita?" Bukan menjawab tetapi Tari malah bertanya Tari polos.


"Karena kita punya uang," balas Doni santai.


Cih memang uang segalanya, orang biasanya bungkuk di saat ruku', lah sekarang orang orang malah membungkuk pada manusia yang hanya memiliki kekayaan yang fana, dasar manusia bodoh batin Tari mengomel.


"Halo honey Doni sweetie, apa kabar tuan tampan ku," ujar pria jadi jadian yang baru datang, membuat Tari risih langsung menggenggam lengan Doni.


Doni menatap ke arah tangannya yang di genggam oleh Tari dengan tatapan sulit di artikan, Tari yang tersadar pun langsung melepaskannya.


"Maaf," ucap Tari menunduk.


"Berhenti lah bersikap menjijikkan Sofya," ketus Doni menatap jijik kearah pria yang bernama Sofyan tersebut.


"Haduh, my Doni sweetie jangan panggil Sofi dengan Sofyan karena ini sudah malam," balas pria tersebut mendekati Doni namun..


"Kau sentuh tangan ku, maka siap siap ku potong jari mu," ucap Doni dingin membuat Sofyan langsung menghentikan aksinya.


"Baiklah my Doni sweetie, jadi ada apa kesini?" Tanya Sofyan cemberut.

__ADS_1


"Rias gadis ini dengan cantik dan elegan, karena dia akan menjadi pasangan tuan David ke acara di keluarga Candra," titah Doni membuat Sofyan langsung menatap intens ke arah tari dari atas sampai bawah.


"Sempurna," gumam Sofyan terpana menatap wajah natural dan tubuh Tari yang bak gitar spanyol.


"Ayo cin, biar ake rias you agar cantik," ujar Sofyan dengan logat banci nya, menarik tangan Tari masuk kedalam ruang rias, sedangkan Doni langsung duduk di sofa dan segera menelpon David agar segera menuju ke butik untuk menjemput Tari.


Tari di rias sedemikian cantik oleh Sofyan, karena wajah Tari yang tanpa cacat membuat pekerjaan Sofyan semakin mudah, setelah itu ia menyuruh Tari untuk berganti pakaian dengan gaun yang sangat indah, terbelah di bagian dada nya.


"Sekarang lihat dirimu," pinta Sofyan.


Mata Tari membulat sempurna ketika melihat dirinya yang sangat cantik dengan make-up natural, dan baju yang elegan.


"Aku sangat cantik," gumam Tari meraba wajahnya sendiri.


"Apakah kamu model," tanya Sofyan lembut.


"Bukan saya." Ucapan Tari terpotong karena pintu ruangan tersebut langsung di buka oleh seseorang, Tari dan Sofyan menatap ke arah orang tersebut yang tak lain adalah David.


Mata David terpana akan kecantikan yang dimiliki Tari, begitu juga Tari yabg terpesona dengan ketampanan David namun dengan cepat di tepis nya karena ia meyakinkan dirinya agar hatinya tak kembali jatuh pada pria, ia tak ingin sakit hati lagi.


"Perkenalkan nama saya Tari Utari," ujar nya tersenyum manis membuat David tersadar, ketika memperhatikan wajah Tari dengan intens.


"Kau OG yang tadi kan?" Tanya David terkejut.


"Benar pak, saya OG yang tadi," balas Tari mengangguk kepalanya anggun.


"Shittt kenapa harus kau yang menjadi pasangan ku, apa kata mereka kalau tahu bahwa pasangan ku malam ini adalah OG," kesal David yang masih menggenggam tangan Tari.


"Walaupun saya OG tapi saya menarik kan pak," tanya Tari menaikkan bibir nya ke atas tersenyum licik.


"Cih menarik apa nya, kambing saja di bedakin pasti cantik asal ada uang, apalagi kau yang manusia," kesal David membuat Tari geram namun ia tetap berusaha menahannya.


"Lalu kalau saya tidak menarik kenapa tangan saya tidak bapak lepaskan sedari tadi?" Ketus Tari membuat David tersadar dan langsung menghempaskan tangan Tari kasar.

__ADS_1


"Saya baru mengerti arti dari kalimat 'Terkadang tubuh lebih jujur daripada mulut' karena saya melihat bapak," ejek Tari tanpa takut.


"Kau."


"Tuan, acara nya 15 menit lagi akan di mulai," ujar Doni yang baru datang, dia pun ikut terpana melihat kecantikan Tari dan itu tak luput dari perhatian David.


"Baiklah ayo kita berangkat sekarang, dan kau Tara Utara harus bisa bersandiwara sebagus mungkin menjadi pacar ku," tegas David membuat Tari mengerucutkan bibirnya.


"Nama saya Tari Utari bukan Tara Utara pak," kesal Tari.


"Baiklah Tara kutub Utara," balas David langsung menarik tangan Tari seperti memegang kotoran.


"Anda yang beruang kutub Utara, dan ini tangan saya bukan tangan b*bi," kesal Tari menepis tangan David dan langsung berjalan di samping Doni membuat David kesal.


siall kenapa gadis itu tidak ada takut takut nya dengan ku batin David mengumpat kesal.


Doni mengemudikan mobil mewah David, sedangkan Tari yang menjelma seperti Cinderella duduk di belakang dengan David, selama perjalanan tidak ada uang membuka suara, karena masing masing sibuk dengan lamunan nya, Tari memikirkan Pak Lan sedangkan David memikirkan seseorang, sedangkan Doni, tidak ada yang tahu apa yang ia pikirkan, namun matanya sering kali menatap ke arah Tari dan David, terlihat seringai kecil di wajah tampan nya.


Mata Tari terpana melihat Mension mewah di depannya yang bak istana di negeri dongeng, banyak nya mobil mewah dimulai dari Lamborghini, Bugatti, BMW dan banyak mobil lainnya terparkir rapi di halaman rumah.


"Mulailah bersandiwara Tara," bisik David di telinga Tari.


"Baiklah Honey," balas Tari tersenyum licik langsung merangkul lengan David, mereka turun dari mobil dan berjalan dengan langkah yang anggun bak raja dan ratu.


Semua mata memandang kagum ke arah David dan juga Tari yang tampak serasi dengan balutan baju berwarna biru senada, mata semu pria menatap ke arah punggung Tari yang terpampang mulus membuat David kesal.


"Apa yang anda lakukan," ucap Tari pelan menekankan perkataan nya pada David yang terlihat santai seperti tak berdosa.


. **bersambung.


hai kakak author balik lagi nih..


hayoo yang mau tambah?

__ADS_1


Vote like coment dan beri rating 5 yah kakak...hadiah nya juga jangan lupa meski setangkai bunga 🤭💐🥰bantu karya author untuk mendapatkan rangking karya baru yah kakak..plisss🙏🙏🙏🙏❤️❤️🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**


__ADS_2