Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Nafas naga


__ADS_3

Mohon like yah kakak๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™agar author semangat menulis nya dan karya ini semakin populer


"Ha--lo mama,"sapa Tari kaku karena merasa ngeri ketika mendapati David menatap nya dengan tajam.


Margaret menatap Tari dengan tatapan yang sulit di artikan, ia berjalan mengitari tubuh Tari dengan kepala yang mengangguk-angguk seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Jadi pekerjaan kamu cuka OG Tari,"ujar Margaret santai membuat Tari bingung, kenapa Margaret tidak marah atau mencaci nya itulah pikirnya.


"Mama tidak marah?"tanya Tari hati hati membuat Margaret malah tertawa lepas.


Mulai deh batin David memutar bola mata jengah nya.


"Buat apa mama marah Tar, malahan mama bahagia kalau kamu pekerjaan nya cuma OG jadi nanti kalau kamu udah nikah sama David kamu bisa berhenti bekerja dan bisa menjadi istri David seutuhnya, karena kalau kamu bekerja sebagai model pasti nanti kamu akan sibuk dengan pekerjaan mu sehingga David tidak terurus,"jelas Margaret santai merangkul bahu Tari.


"Apa gak malu kalau punya menantu OG ma?apalagi Tari berasal dari keluarga yang tidak berada?"tanya Tari lagi karena ia merasa aneh bila melihat Margaret bersikap biasa saja, sangat berbeda dengan mertua lainnya.


"Buat apa mama malu, tidak penting kamu mau kerja apa Tar, karena setelah kamu menikah, David yang akan memberimu makan, sandang dan pangan, jadi tidak masalah untuk mama sayang, dan masalah kamu terlahir dari keluarga tidak berada itu bukan urusan mama, karena mama bukanlah orang yang suka menilai seseorang berdasarkan kasta nya,"jelas Margaret lembut mengelus kepala Tari.


"Pendidikan Tari juga tidak tinggi seperti David, apa tidak masalah juga untuk mama?"


"Mama tidak peduli sayang, karena pendidikan tidak mencerminkan tentang sikap seseorang, banyak kita melihat orang yang berpendidikan tinggi tapi kelakuannya minim, malahan banyak sekarang orang yang cuma lulusan SMA memiliki hati dan pikiran yang lebih mulia,"balas Margaret bijak membuat Tari kagum begitu juga David yang tersenyum lega melihat Margaret yang menerima Tari apa adanya.


"Terimakasih ma karena sudah mau menerima Tari apa adanya,"ujar Tari tersenyum tulus.


"Sama sama sayang, dan mama kesini mau mengajak mu untuk berbelanja, apa kamu mau ikut mama sayang,"balas Margaret menatap Tari penuh harap.


"Tari gak bisa ma."


"Kenapa sayang?"


"Karena Tari tidak punya uang ma,"balas Tari jujur membuat Margaret dan David tersedak ludah nya.


"David, apa kamu tidak memberikan uang untuk calon istri mu hah,"sentak Margaret galak membuat David mengeraskan rahangnya.

__ADS_1


Gadis ini benar benar berbisa batin David kesal.


"Biarkan David berbicara dengan Tari dulu ma,"ujar David serius.


"Baiklah, mama tunggu diluar dan mama tidak mau tahu pokoknya kamu harus memberikan black card untuk Tari,"tegas Margaret langsung keluar dari ruangan David.


David langsung memandang tajam ke arah Tari membuat Tari menelan ludahnya sendiri, karena merasa terintimidasi dengan tatapan David.


Tatapannya setajam silet batin Tari takut.


"Siapa suruh kamu masuk ke ruangan saya hah, dan juga kenapa kamu mau di ajak mama untuk berbelanja?"tanya David dingin mencengkram erat pipi Tari.


"Yang menyuruh masuk kan bapak sendiri tadi, dan juga kalau masalah berbelanja, wanita mana yang tidak mau belanja pak, apalagi kalau belanjaan nya ada yang bayarin,"balas Tari santai menatap ke lain arah karena takut melihat mata David.


Kenapa gadis ini berbeda dari yang lain, dia bertingkah apa adanya tanpa menutupi siapa jati dirinya batin David heran.


"Baiklah saya akan memberikan kamu kartu ini agar kamu bisa berbelanja dengan mama,"ucap David mengeluarkan black card dan memberikan nya pada Tari.


"Kau tahu kartu apa itu?"tanya David tersenyum mengejek pada Tari karena David yakin bahwa Tari tidak akan tahu kartu apa itu.


"Kau tahu apa itu black card?"tanya David terkejut.


"Yah tentu saja tahu pak, ini adalah kartu yang isi dalamnya tanpa batas kan, bisa kita gunakan untuk beli apa saja tanpa harus takut isinya habis,"jelas Tari tersenyum manis.


"Kenapa kau bisa tahu?"tanya David penasaran.


"Tentu harus tahu lah pak, karena ini adalah mimpi saya dari dulu menikah dengan sugar Daddy dan di beri kartu yang seperti ini,"balas Tari tersenyum polos membuat David menjitak kepala Tari.


"Haduh, sakit pak."


"Kamu ini kenapa punya mimpi buruk menjadi istri sugar Daddy hah, dimana mana para gadis lain bermimpi jadi dokter, model sedangkan kamu malah mimpi jadi sugar babby,"ucap David gemas.


"Kan gak capek kalau jadi sugar baby pak, kerjanya cuma dian di bawah saja, karena yang gerak gerak nya nanti si Daddy nya,"balas Tari tersenyum mesum membuat David terperangah.

__ADS_1


"Kau--,"


"David cepetan bicara nya, mama udah berjamur di luar,"teriak Margaret kesal di luar.


"Yasudah pergi sana kau, awas kalau belanjanya banyak banyak, ku hukum kau,"ancam David namun tak di gubris oleh Tari.


"Dasar pelit,"gumam Tari ingin keluar namun langsung di tahan oleh David.


"Ada apa lagi pak?"tanya Tari malas.


"Apa kamu sudah menyikat gigi mu?"tanya David serius.


"Sudah pak, pakai odol kodomo lagi,"balas Tari tersenyum manis namun langsung berubah terkejut dikala David langsung mencium bibir nya lembut, sangat lembut berbeda dengan ciuman nya bersama pak Lan membuat Tari tanpa sadar memejamkan matanya menikmati lembut nya bibir David.


David tersenyum senang karena Tari tidak melawan seperti sebelumnya, apalagi Tari perlahan membalas ciuman nya, hingga ciuman tersebut berubah menjadi panas, bahkan David sudah mengangkat tubuh Tari membawa nya duduk di atas meja kerja nya.


Tari yang kembali sadar bahwa yang dilakukan nya salah pun langsung menggigit bibir David hingga berdarah.


"Apa yang kau lakukan hah,"sentak David memegang sudut bibirnya.


"Kenapa bapak cium saya lagi hah,"teriak Tari kesal membuat David sadar, ia merutuki kebodohannya karena sudah kelepasan mencium Tari, sungguh pesona Tari bukan main, kalau saja Tari di poles sedikit pasti Tari sudah mirip seperti model.


"Tadi aku hanya memeriksa nafas mu saja, apakah masih bau bangkai ikan asin,"elak David membuat Tari memanyunkan bibirnya.


"Terus sekarang gimana masih bau ikan asin?"tanya Tari polos.


"Tidak lagi karena sudah berganti dari ikan asin menjadi nafas naga,"


.. **Bersambung


haha Nafa ๐Ÿฒ๐Ÿฒ


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak..

__ADS_1


bantu author untuk mendapatkan rangking karya baru๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™**


__ADS_2