
**Halo-halo kakak author up lagi ini๐๐
Bantu author agar semakin semangat dan tentunya agar karya ini semakin bersinar dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH KAKAK ๐๐
SALEM ANEUK NANGGROE ACEH โค๏ธ**
...----------------...
"Bagaimana keadaan baby boy?" Tanya Ella dengan wajah datar namun salah hatinya ingin sekali dia mengelus perut besar Tari.
Tari yang melihat adik iparnya itupun terkekeh karena Ella benar-benar lucu. Lain di mulut lain juga di hati, semenjak kerja sama mereka di waktu lalu untuk mengusir Lucy membuat keduanya saling mengenal satu sama lain.
Tari menilai Ella sebagai gadis baik walaupun manja dan menyebalkan. Tapi Tari tahu kalau Ella dulu bersikap jahat padanya karena berpikir Tari sama dengan Lucy.
Begitu juga dengan Ella yang menilai Tari sebagai wanita baik dan memiliki hati tulus serta penyayang di balik wajah seribu nya. Gadis itu sedikit demi sedikit sudah menerima Tari sebagai kakak iparnya.
"Dia minta di elus sama Aunty nya!" Tari berucap lembut membuat rona di wajah Ella terbit karena hatinya menghangat ketika mendengar calon keponakannya itu ingin di elus olehnya.
"Benarkah?" Ella bertanya dengan gugup membuat Margaret, bunda Lina dan adik Tari terkekeh.
"Benar." Balas Tari mengambil tangan Ella lalu di letakkan nya atas perut besarnya.
Ella mengelus perut Tari dengan lembut dan penuh kasih sayang. Gadis itu tak dapat menyembunyikan senyum di wajahnya ketika mengelus perut Tari.
"Dia bergerak!" Pekik Ella girang ketika merasakan perut Tari yang di tendang oleh keponakannya.
"Iya .. dia bergerak karena tahu kalau yang mengelus perut mommy nya itu adalah Aunty nya." Balas Tari tersenyum manis membuat Ella si gadis polos itu bertepuk tangan saking senangnya.
"Hey baby boy .. ini Aunty Ella adik dari Daddy mu. Kapan kamu akan lahir karena Aunty tidak sabar ingin bermain dengan mu. Nanti kalau kamu lahir, Aunty akan membelikan semua yang kamu mau, apapun itu asalkan kamu mau bermain dengan Aunty." Seloroh Ella membuat mereka semua terkekeh begitu juga dengan Margaret yang bahagia karena melihat sikap Ella yang masih saja polos. Meski sebelumnya Margaret tahu bagaimana Ella tidak menyukai Tari namun itu semua tak lebih dari sikap posesif nya untuk melindungi David dari wanita yang seperti Lucy.
"Halo juga Aunty Ella. Baby boy akan lahir bulan depan!" Tari menjawab pertanyaan Ella dengan menirukan suara seperti anak kecil membuat Ella tersenyum tulus ke arahnya.
Di tengah-tengah percakapan Ella dan baby boy para pria keluar dari ruangan David.
"Ella mau jumpa dengan kak David, apa boleh?" Tanya nya dengan mata puppy eyes menatap semua orang membuat mereka gemas terlebih David yang sudah lama tidak berjumpa dengan adik sepupunya ini.
__ADS_1
"Kamu tidak ingin memeluk kakak terlebih dahulu!" Leo merentangkan kedua tangannya membuat Ella langsung memeluk erat kakak sepupu nya itu.
"Kak Leo." Panggil Ella mengeratkan pelukannya seraya menghirup aroma harum tubuh Leo yang begitu menenangkan diri nya.
"Apa kabar mu? Kenapa kamu tidak pernah singgah di mension Dicaprio? Apa kamu tidak ingin menyapa keponakan mu dan juga adik kecil mu Lele yang begitu merindukan mu!" Omel Leo yang masuk dalam mode emak-emak membuat Ella terkekeh.
"Hehehe .. akhir-akhir ini Ella sibuk ngurusin skripsi jadi Ella gak punya banyak waktu. Tanya saja sama aunty Margaret kalau Ella sering pulang malam karena mengurus skripsi." Jelas Ella jujur membuat Leo mengecup kening Ella.
Cup.
"Adik kakak sudah besar ternyata. Dan sebentar lagi pasti akan menikah!" Celetuk Leo membuat Ella langsung menyilangkan tangannya berbentuk X yang artinya tidak.
"Ella mau menikah 3 tahun lagi saat umur Ella genap 25 sedangkan." Sungut Ella membuat mereka semua tertawa.
"Ya sudah sana jenguk David karena sedari tadi dia sudah menanyakan mu." Ella segera masuk ke dalam ruangan David. Air mata gadis itu luruh tanpa izin membasahi pipinya. Hatinya sakit melihat pria yang selama ini memanjakan dan menjaga dirinya kini terluka.
"Kakak .. hiks .."ย
"Kemarilah, El." David merentangkan tangannya meminta Ella untuk segera memeluk dirinya.
Gadis itu berlari naik ke atas brangkar lalu memeluk David hati-hati karena tak ingin kakaknya itu terluka.
"Kakak baik-baik saja, ini cuma luka kecil kok. Dirawat seminggu juga bakal sembuh. Kamu jangan menangis lagi, ya. Masa cantik-cantik cengeng!" Goda David menekan hidung Ella membuat gadis itu cemberut.
"Hiks .. Ella nangis juga karena kakak. Coba kalau kakak tidak terluka pasti Ella tidak nangis seperti ini." Elak nya mengusap kasar air matanya.
David mengelus pucuk kepala Ella penuh kasih sayang. Karena tak dapat di pungkiri bahwa sedari dulu Ella sangat menempel padanya bagaikan perangko.
"Bagaimana kuliah di Indonesia?" Tanya David lembut.
"Biasa saja." Balas Ella santai membuat David menghela nafas panjang.
"El, bertemanlah dengan anak gadis seusia mu. Agar hari-harimu lebih berwarna!" Nasihat David pada Ella yang tidak suka bergaul dengan sembarang orang.
Gadis itu tidak menjawab melainkan hanya mengangguk kepalanya saja membuat David tersenyum.
__ADS_1
Setelah mengobrol dengan David, Ella pun beranjak pergi untuk kuliah siang.ย
Tak lama kemudian Margaret, bunda Lina, Tari dan juga Yogi masuk ke dalam ruangan David.
"Apa ada yang sakit, sayang?" Margaret bertanya lembut dengan mata yang berkaca-kaca seraya mengelus pipi David yang masih biru.
"David baik-baik saja, Ma. Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi." Balas David tersenyum tulus menggenggam tangan Margaret yang berada di pipinya.
"Baguslah .. ini semua berkat doa istri mu yang menyayangi dirimu dengan tulus. Bahkan dia sampai repot membersihkan tubuh mu agar saat kamu sadar nanti tidak risih." Margaret berucap lembut sambil menatap Tari yang tersipu karena dipuji. Begitu juga dengan David yang bahagia karena Tari begitu tulus mencintai nya.
Bunda Lina maupun Yogi mengobrol dengan David hingga pukul 3 sore perawat masuk membawakan David bubur.
"Sekarang waktunya kamu buka puasa sayang." Ucap Tari tersenyum lembut menyuapi David bubur.
Awalnya David menolak karena tidak suka dengan bubur rumah sakit. Tapi karena paksaan Tari membuat nya mau tak mau harus menelan bubur hambar tersebut.
Margaret dan Lina tersenyum hangat melihat keromantisan anak-anak mereka. Hingga mereka bertiga memilih keluar dari tersebut meninggalkan Tari yang asik menyuapi David.
"Sudah cukup sayang!" Rengek David yang tak mau lagi memakan bubur nya.
"Satu suap lagi sayang .. kasian buburnya mubazir." David pun memakan suapan terakhir itu.
"Minum dulu." Tari membantu David minum air putih. Tak lupa wanita itu membersihkan mulut David yang sedikit belepotan dengan tisu.
"Sini tidur di samping aku." Titah David membuat Tari tersenyum senang lalu naik ke atas brangkar tidur di samping David. Untung saja brangkar tersebut di buat khusus hingga dapat menampung 3 orang.
Tangan David tergerak mengelus perut besar Tari.ย
"Tidak akan lama lagi baby boy akan lahir." Ucap David pelan sambil mengelus perut Tari.
"Iya .. dan aku sangat senang karena kamu cepat sadar sehingga bisa menemani aku untuk melahirkan baby boy. Buah cinta kita." Balas Tari tersenyum manis membuat David mengecup kening Tari.
Cup.
"Terima kasih karena sudah mau mengandung benih ku. Dan terima kasih karena sudah mau kembali pada ku." David berucap tulus menatap dalam mata coklat Tari.
__ADS_1
Tari membalas nya dengan mencium lembut bibir tebal David untuk sesaat. Setelah itu David maupun Tari terlelap dengan tangan David yang berada di atas perut besar Tari.
Bersambung.