Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Diego James Arthur


__ADS_3

**Yok .. menjelang tamat mohon bantuannya dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH KAKAK 🙏🙏


GRATIS KOK🥺🥺🥺🤧🤧


SALEM ANEUK NANGGROE ACEH ❤️🥰**


...----------------...


David segera membawa Tari ke rumah sakit sakit keluarga besar Dicaprio. Diikuti oleh Ella dan juga kedua orangtuanya. Jantung mereka semua berdegup kencang seperti orang yang menunggu undian berhadiah. Saat tiba di rumah sakit David ikut menemani Tari melahirkan, salah satu dokter kandungan terbaik di rumah sakit tersebut pun bertugas untuk membantu nyonya muda Dicaprio lahiran.


"Sayang .. hiks .. aku mohon kamu yang kuat, ya!" David menangis sesenggukan seraya menggenggam tangan Tari yang berkeringat dingin.


"Dav, kalau sampai terjadi sesuatu padaku. Pokoknya jangan sampai kamu nikah lagi, okey. Awas saja kalau itu terjadi?! Aku bakal jadi arwah gentayangan di sekitar mu .. huh .. hah ..!" ancam Tari dengan nafas tersengal-sengal membuat David semakin ketakutan.


"Sayang .. hiks .. jangan ngomong seperti orang yang sakaratul maut, deh. Bisa-bisa aku gila kalau sampai kamu pergi ke alam baka!" omel David membuat Tari terkekeh geli begitu juga dengan Dokter serta perawat yang mencoba menahan tawa melihat perdebatan lucu tersebut.


"Sudah pembukaan terakhir! Nyonya muda mohon ikuti instruksi saya." Dokter tersebut segera melakoni tugasnya. Begitu juga dengan para perawat.


"Mengejan." Dokter tersebut memberikan instruksi nya.


"Ah …." Tari mengeratkan genggamannya hingga kukunya yang panjang menancap di telapak tangan David. Namun tak membuat pria itu meringis atau merintih. Karena dia tahu bahwa rasa sakitnya itu tak sebanding dengan rasa sakit istrinya yang sedang melawan maut demi melahirkan putra mereka.


"Sekali lagi nyonya. Kepala bayinya sudah terlihat," titah Dokter tersebut.


"Ayo sayang kamu pasti bisa!" David memberikan semangat pada Tari.

__ADS_1


"Ah …" Tari kembali mengejan hingga tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi yang begitu kencang.


"Oek oek oek." Tari dan David menangis haru ketika melihat dengan kepala mereka sendiri putra mereka, buah cinta mereka, bukti cinta mereka telah lahir ke dunia.


"Terima kasih sayang." David mengecupi seluruh wajah Tari bertubi-tubi. Dirinya melimpahkan rasa kebahagiaan nya dengan mengucapkan kata-kata cinta berulang kali.


"I love you sayang .. terima kasih karena sudah melahirkan seorang putra untuk ku!" bisik David pelan. Tari hanya tersenyum manis sebelum menutup matanya karena efek obat tidur yang di suntikkan oleh Dokter.


Dokter tersebut memberikan baby boy yang baru saja di bersihkan pada David. Dengan tangan bergetar dan hati berbunga-bunga David menggendong baby boy dengan penuh cinta. Air mata kebahagiaan sedari tadi tak henti-hentinya keluar dari sudut matanya.


"Selamat datang baby Diego James Arthur" bisik David di telinga anaknya itu lembut. Tak lupa David mengazankan baby Diego. Setelah itu dia membawa Diego keluar menemui orang tuanya.


Terlihat mata kedua orang tuanya berkaca-kaca begitu juga dengan mata Bunda Lina. Mereka tersenyum senang saat melihat sosok bayi mungil dalam gendongan David.


"Selamat sayang, kamu sudah menjadi Daddy!" Margaret mencium lembut kening David lalu dengan hati-hati dia menggendong baby Diego yang masih terlelap.


Margaret tersenyum lembut dengan mata yang berkaca-kaca. Air matanya hampir tumpah ketika mendengar permohonan maaf dari putra tunggalnya itu.


"Semua ibu akan selalu mau memaafkan anak-anak mereka walaupun senakal apapun anak nya itu. Dan doa para ibu akan selalu menyertai dimana pun anak nya berada. Tanpa kamu minta maaf, mama sudah lebih dulu memaafkan kamu sayang!" Margaret tersenyum lembut membuat David ingin memeluk mamanya itu namun dengan gerak cepat James memeluk David.


"Peluk papa saja," ucap James membuat David cemberut karena James sangat cemburuan.


"Siapa nama anak mu, Dav?" Bunda Lina tersenyum gemas saat melihat baby Diego menguap.


"Diego James Arthur," balas David tersenyum bangga.

__ADS_1


"Nama yang bagus." Ella memuji nama yang di berikan David untuk keponakannya.


"Urusan kita belum selesai, El." bisik David di telinga Ella membuat tubuh gadis itu menegang.


Ah .. aku kira kakak bakal lupa soal tadi .. oh ya Allah, bagaimana aku menjelaskan semuanya pada kakak batin Ella ketakutan.


Flashback.


Ella yang saat itu kesal karena teman kuliahnya mengejek dirinya sebagai wanita tak laku. Bahkan yang lebih parah mereka memberi gelar dirinya yaitu calon perawan tua. Memang benar Ella gadis polos, namun sikapnya yang arogan dan cuek membuat siapapun tak berani mendekati nya. Terserah itu pria dan wanita dan yang paling mengesalkan bagi Ella adalah dia menolak seorang pria yang populer di kampus. Hingga membuat pria itu kesal dan menyuruh semua temannya agar tak ada yang mendekati Ella.


Ella menelpon Alex untuk menjemput dirinya di kampus. Alex menjemput Ella menggunakan mobil sport mewah dengan atap mobil yang telah di setel terbuka. Hingga para mahasiswa dan mahasiswi di kampus tersebut terperangah melihat sosok Alex yang sangat tampan bak Dewa Bulan.


Ella yang melihat nya pun menyeringai, entah apa yang gadis itu pikirkan. Dia segera masuk ke dalam mobil dan mencium bibir Alex hingga membuat pria itu terbelalak. Ella menggigit bibir Alex hingga terbuka lalu dengan kaku dia mengobrak-abrik isi mulut Alex. Dan peristiwa tersebut di saksikan oleh Tari yang baru saja pulang dari perusahaan David.


"Terima kasih sayang karena telah menjemput ku."Ella meninggikan suaranya sambil mengelap bibir basah Alex.


"El, kau!" Alex ingin membentak Ella namun tak jadi setelah mendengar bisikan Ella.


"Ini cuma sandiwara, Kak." Ella berucap pelan di telinga Alex hingga membuat pria itu tak mengucapkan sepatah katapun lalu segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dan saat tiba di mension Alex juga masih betah diam, dia meninggalkan Ella dengan perasaan dongkol, gadis itu berdiri memandang kesal mobil Alex yang kembali keluar dari pekarangan mension James.


"Wah .. wah .. seperti nya disini ada yang sedang kasmaran, nih!" Tari penuh arti melihat Ella yang menatap dirinya bingung.


"Ayo .. gimana rasanya berciuman dalam mobil disaksikan oleh banyak orang-orang!" Tari mengedipkan matanya sebelah berusaha menggoda Ella.


"Dasar wanita tidak jelas." Ella menghentakkan kakinya di lantai lalu berbalik meninggalkan Tari yang bingung dengan respon Ella.

__ADS_1


Flashback off.


Bersambung.


__ADS_2