Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Cerita Margaret


__ADS_3

Setelah kepergian David, Tari langsung bernafas lega. Ia benar-benar takut bila dirinya khilaf hingga memberikan mahkota yang dijaga nya selama ini untuk David, karena Tari tak munafik, ia sangat terbuai dengan sentuhan David tadi. Tidak masalah kalau David mengambilnya dengan alasan mereka saling mencintai, tetapi David tidak mencintai tari begitupun sebaliknya.


Gak mungkin dan tidak akan pernah aku jatuh cinta pada pak David, dia itu seperti bandot yang dimana ada kambing betina selalu ada dia. Aku cuma ingin jatuh cinta pada laki-laki seperti pak Lan, ahh …


Kenapa aku masih memikirkan pak Lan sih batin Tari kesal.


"Kenapa bisa basah sih, padahal kan gak dimasukin cuma di usap atas bawah aja," gumam Tari bingung.


"Sudahlah, lebih baik aku tidur aja dan pak David tidak akan mungkin balik lagi karena dia takut pada ku," gumam Tari langsung tertidur dengan baju yang setengah terbuka namun ia tak memusingkan nya karena matanya sudah sangat berat.


Sedangkan di sisi David ia berlari ketakutan mengetuk pintu kamar hotel mama dan papa nya, ia benar-benar terkejut pada sikap Tari yang dianggap kerasukan tadi.


"Mama, buka pintunya." Teriak David menggedor pintu.


"Ahh … sayang, anak mu itu sangat mengesalkan," teriak Dino frustasi karena ia sedang enak-enak dengan Margaret.


"Pompa aja pa, sebentar lagi mama mau keluar … ahh." Dino pun langsung memompa tubuh Margaret menggunakan pompa angin nya.


David menggedor pintu kamar semakin keras, namun kedua insan yang asik mengarungi cakrawala itu tidak merasa terusik, untung saja kamar mereka berada di lantai khusus keluarga mereka, karena hotel tersebut adalah milik keluarga James.


"Pa, mama mau keluar … ahh …"


"Tunggu papa ma," balas Dino mempercepat tempo nya namun, tiba tiba pinggang nya sakit.


"Ah ma … pinggang papa encok," pekik Dino melepaskan penyatuan nya tanpa menunggu Margaret keluar hingga membuat wanita paruh baya yang masih cantik itu menggeram kesal.


"Papa jangan dicabut dulu, mama belum keluar," rengek Margaret namun tak di gubris oleh Dino.


"Pinggang papa lagi sakit ma, seperti nya papa tidak bisa melanjutkan lagi, ah … ma ini sangat sakit,"balas Dino memegang pinggang nya.

__ADS_1


"Papa sih, udah tahu pinggang nya sering encok kalau lagi tanam ubi, kenapa gak minum obat dulu,"ketus Margaret bangkit mengambil obat Dino.


"Ya mana papa tahu, kalau mama minta tanam ubi sekarang, karena biasanya mama selalu mengingatkan papa untuk minum obat sebelum bertempur." Ujar Dino setelah meminum obatnya.


"Makanya papa kalau mandi itu pintu kamar dikunci, jadinya mama tidak tergoda dengan tubuh papa," balas Margaret memakai baju nya, begitu juga dengan Dino.


"Ya sudah, buka pintu sana coba lihat putra kesayangan mu itu, kenapa malam-malam dia seperti orang yang di kejar setan," titah Dino.


Margaret langsung membuka pintu nya, ia terkejut dikala melihat wajah David yang berubah pucat pasi, keringat dingin membasahi kening David.


"Ya ampun sayang, kamu kenapa bisa begini,"pekik Margaret terkejut menangkup pipi David.


"Ma … itu Tari tadi kesurupan," ujar David dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Kenapa bisa kesurupan sayang," balas Margaret terkejut.


"Ma, bawa David masuk dulu," teriak Dino membuat David langsung masuk kedalam kamar mereka.


David pun menceritakan semua yang terjadi di saat ia bersama Tari tadi, wajah Dino langsung berubah merah, sedangkan Margaret langsung tertawa lepas mendengar cerita David.


"Mama kenapa ketawa sih, orang lagi serius juga," ketus David memanyunkan bibir nya.


"Mama ketawa karena yang kamu rasakan sekarang sama dengan apa yang mama rasakan dulu, hahaha …"


"Berarti mama dulu juga kerasukan saat mau di unboxing sama papa," tanya David antusias.


"Bukan mama sayang, tapi lebih tepatnya papa mu yang berpura-pura kerasukan," jelas Margaret tertawa geli ketika melirik wajah Dino yang sudah memerah karena malu, ia ingat benar bagaimana polos dan lugunya Dino dulu, memang Allah maha adil dalam memberi jodoh, Dino yang polos berjodoh dengan Margaret yang serba tahu dan dewasa.


"Ma, jangan ceritakan hal memalukan itu pada David," ujar Dino membuang pandangannya tak berani menatap wajah ibu dan anak itu.

__ADS_1


"Yang benar ma, tidak mungkin papa pura-pura kerasukan, karena papa laki-laki," bantah David tak percaya.


"Sayang, papa mu itu sangatlah polos, dia saja sampai menangis dikala mama menerkamnya di malam pertama apalagi papa mu saat itu belum mencintai mama, karena kami dijodohkan tanpa cinta saat itu, begitu juga dengan istrimu, dia begitu karena ingin mengelabui mu saja, agar kamu tidak menyentuhnya,"jelas Margaret panjang lebar membuat David kesal, karena ia tak pernah ditolak saat menyentuh wanita manapun, bahkan ada yang memberikan tubuh nya secara gratis hanya untuk David. Lalu sekarang siapa Tari yang berani menolak disentuh oleh nya.


"Dav, jangan marah pada istri mu, karena bagaimanapun dia pasti punya alasan di balik penolakan nya itu, dan papa sarankan agar kau bisa menyentuh hati istrimu sepenuh nya, karena wanita itu kuncinya cuma satu yaitu hati, bila kamu bisa menyentuh hati mereka maka seluruh dunia nya itu bisa menjadi milikmu,"terang Dino serius membuat David tersentak.


Apakah papa dan mama tahu kalau aku dan Tari menikah hanya di atas kertas tanpa adanya cinta, batin David panik.


"Papa ngomong apa sih, David dan Tari itu saling mencintai, jadi papa jangan bicara seolah-olah mereka menikah karena paksaan," ujar Margaret mencubit halus pinggang Dino memberikan kode agar jangan sampai tahu kalau mereka sudah mengetahui pernikahan kontrak David dan Tari.


"Oh iya ya, papa lupa kalau mereka menikah karena saling cinta," balas Dino tersenyum kecil.


"Ya sudah pergi balik ke kamarmu Dav, kami mau tidur," titah Dino membuat David mencebikkan bibir nya.


"Ingat pa, jangan sampai mama hamil lagi karena David sudah dewasa pa," ujar David memegang gagang pintu ingin keluar.


"Dasar anak nakal," teriak Dino melempar bantal ke arah David namun tidak kena karena David sudah menutup pintu terlebih dahulu.


***


David masuk kembali kedalam kamar nya menatap kesal ke arah Tari yang tertidur pulas di bawah selimut, seringai kecil terlihat diwajah David, ia perlahan menyibakkan selimut, dan langsung membuka lingerie Tari secara hati-hati hingga tubuh Tari polos, begitu juga dengan dirinya. David naik ke atas ranjang perlahan-lahan ia membawa Tari kedalam dekapannya. David menggigit bibir bawahnya guna menahan si tongkat baseball yang ingin masuk ke gawang Tari.


**Bersambung


hahahhaha


gimana reaksi Tari besok yah😂🤔🤭


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..

__ADS_1


bantu author untuk mendapatkan rangking karya baru 🙏🙏🙏**


__ADS_2