
Tari membuka matanya perlahan untuk mencocokkan penglihatannya dengan cahaya yang masuk ke dalam kamarnya, ia memegang kepalanya yang terasa sakit dan berat karena semalam ia pingsan karena ketakutan dikala anak serigala itu bangun menjilati pipinya membuat pandangan Tari langsung buram.
"Sudah bangun," ujar David masuk ke dalam kamar membawa bubur untuk Tari.
Tari yang marah, dan kesal pun menatap Ngalang ke arah David dia melempar bantal ke arah David namun tidak kena karena David menghindar.
"Dasar laki-laki banci, beraninya menghukum menggunakan binatang buas, mati kau." Teriak Tari marah namun tak di gubris oleh David, ia berjalan menaruh bubur ayam di atas meja, lalu segera menghampiri Tari dan langsung mendapatkan pukulan mentah dari Tari.
Bugh.
"Ah," pekik David mengelus bibirnya yang berdarah akibat ditinju oleh Tari, tadinya ia sempat lengah sehingga tinju Tari berhasil melukai bibirnya.
"Itu azab untuk suami kontrak durhaka seperti bapak," ketus Tari membuat David menatap tajam ke arahnya.
"Apa kau mau ku hukum lagi hah, atau kau ingin ku tambah hukuman mu dengan mengunci mu di kandang ular anaconda ku," sentak David membuat Tari langsung ketakutan.
"Jangan pak, masa sih bapak tega sama istri sendiri, ya walaupun saya cuma istri kontrak bapak, tapikan gak gitu juga hukumannya," bujuk Tari mengatupkan tangannya menatap wajah David dengan mata puppy eyes. Namun David langsung berpaling ingin bangkit dari kasur karena tak ingin jatuh ke dalam pesona Tari, namun sebelum itu Tari dengan lincah menahan tangan David dan langsung duduk mengangkang di pangkuan David, bahkan dengan beraninya ia mengalungkan tangannya di leher David.
Degg
Siall, tongkat ku langsung dalam mode on batin David mengumpat.
"Please jangan hukum saya lagi seperti semalam pak, saya sangat ketakutan," bujuk Tari dengan mata yang berkaca-kaca yang kapan saja bisa pecah membuat David tak dapat menahan hasratnya untuk mencium bibir ranum Tari.
"Baiklah, tapi ada bayarannya," balas David menyeringai membuat Tari was-was.
__ADS_1
"Bayaran apanya! Bapak saja punya kekayaan yang tidak bakal habis tujuh turunan, masa harus meminta bayaran sih," ujar Tari tersenyum kaku ingin bangkit dari pangkuan David karena ia dapat merasakan sesuatu yang keras menusuk di bagian bawahnya.
Emmppp.
David langsung membungkam mulut Tari dengan mulutnya, bahkan ia mendekap pinggang Tari sehingga tubuh mereka saling menekan, tangan David tak tinggal diam, ia langsung mencari tempat favoritnya yang tak lain adalah bola voli Tari.
Tari memukul dada bidang David karena ia hampir kehabisan nafasnya, dan David langsung melepaskan ciuman mereka membuat Tari langsung menghirup rakus udara, namun udara tersebut terasa panas di saat David bermain di leher jenjangnya, membuat Tari menutup mulutnya agar tak bersuara karena jujur saja ia merasa geli, sakit dan juga nikmat.
"Jangan ditahan," bisik David menj*lat telinga Tari.
"Bapak ah." David langsung merebahkan tubuh Tari di atas kasur seraya bibirnya membuat karya di leher Tari, dengan gerak cepat ia merobek baju kaos Tari sehingga tubuh bagian atas Tari sudah hampir telanjang.
Tari ingin menutup bola volinya namun David langsung menepis tangannya, nafas keduanya sudah memburu menandakan keduanya sama-sama bergairah, David kembali mencium Tari dengan lembut dan tanpa sadar Tari ikut membalas ciuman yang memabukkan itu, bahkan tangannya membuka kancing kemeja David membuat David tersenyum kecil.
Ini tidak salah Tar, buka saja kemejanya lalu balas ciumannya, begitu juga tanganmu harus kau gunakan untuk membelai tongkat David agar dia merasakan nikmat seperti yang kau rasakan. Bisik tubuh Tari.
Kau tidak murahan Tar, karena bagaimanapun David sudah menjadi suamimu sekarang, dan kau berhak bercumbu dengannya, bukankah kau merasa nikmat, jadi tidak usah berpikir panjang, cukup puaskan hasrat musekarang. Bisik tubuh Tari.
Tari langsung berubah agresif, ia tak sanggup lagi menahan hasratnya yang sudah di ubun-ubun, terserah dengan kata murahan, toh David sudah halal untuknya, Tari langsung membalikkan tubuh David sehingga ia duduk di atas paha David, terlihat dada Tari sudah naik turun membuat David gemas langsung m*r*mas nya lembut membuat Tari langsung bersuara indah.
"Kau ingin lebih nikmat lagi," goda David memutar ujung bola voli Tari yang sudah tak tertutup apapun lagi. Sedangkan Tari yang ditanya sudah tak dapat menolak lagi karena tubuh nya tak mampu menahan gelombang hasrat yang ingin segera keluar dari tubuhnya.
"Lakukanlah pak," balas Tari menatap sayu ke arah David.
"Dengan senang hati," ujar David menyeringai membalikkan tubuh Tari ke bawah, ia langsung melanjutkan ciuman panas nya dengan Tari, saat dikiranya pemanasan sudah cukup, David langsung melepaskan ciuman tersebut dan beralih ingin membuka celananya.
__ADS_1
"Kakak … ups, sorry," ujar Ella yang langsung membuka pintu kamar mereka sehingga membuat Tari dan David terkejut, dengan cepat Tari menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang hampir telanjang, sedangkan David hanya bisa mengepalkan tangannya karena tidak bisa memarahi Ella yang sudah mengganggu waktunya bersama Tari, andai bukan Ella maka sudah pasti David akan menghukum orang tersebut.
"Kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu El," tanya David datar dengan muka yang memerah langsung memakai kemejanya kembali.
"Hehe maaf kak, Ella lupa kalau sekarang kakak sudah menikah, makan Ella tidak mengetuk pintu," balas Ella tersenyum polos tanpa malu ia langsung menghampiri David dan bergelayut manja di lengan David.
"Ternyata benar kata orang, kalau pendidikan dan kekayaan itu tidak mencerminkan perilaku seseorang," sindir Tari menatap kesal ke arah Ella.
"Kau mengatai ku," tanya Ella pura-pura polos membuat Tari merasa jijik.
"Huek … sebaiknya kau membawa adik kesayanganmu keluar sayang, karena aku tidak sanggup mencium baunya yang seperti bau bangkai rubah muda," pinta Tari langsung bangkit membungkus tubuhnya dengan selimut berlari ke dalam kamar mandi.
"Huekk … aku mau muntah," teriak Tari saat berlari membuat Ella mengepalkan tangannya dengan erat hingga ujung kukunya memutih.
"Kita keluar sekarang El," ajak David merangkul bahu Ella keluar dari kamar.
Untung aku datang tepat waktu, karena kalau tidak sudah pasti wanita miskin itu berhasil menggoda kak David batin Ella menyeringai.
Sedari tadi Ella sudah berdiri di depan pintu kamar David dan Tari, namun ia terkejut dikala mendengar suara d*sahan Tari yang terdengar olehnya, karena pintu tidak di kunci oleh David sehingga membuat Ella senang bisa menggagalkan penyatuan antara David dan Tari.
**Bersambung
Si Ella belum tahu aja siapa Tari 🙈🤣
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.
__ADS_1
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**