Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Kejutan


__ADS_3

David tidak menjawab pertanyaan Tari. Pria tampan berparas rupawan itu terlihat santai mengemudi tanpa memperdulikan Tari yang menggerutu sedari tadi.


"Dav, kenapa kamu diam saja? Bukannya kamu sudah berjanji akan menjadi suami yang baik untuk ku? Suami yang baik itu adalah suami yang menjawab pertanyaan istrinya!" Tari berucap kesal sembari mencubit halus lengan kokoh David.


"Sekeras apapun kamu mencubit ku! Aku tidak akan merasakan apapun!" Balas David santai tanpa menoleh ke arah Tari yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.


Tari tersenyum penuh arti, tangannya yang lentik menyentuh bagian tubuh David yang membuat pria itu menegang. "Sayang .. jangan kamu gigit lagi ya! Nanti kalau tongkat ku putus, kita tidak bisa buat adik lagi untuk baby boy?!" Rengek David dengan wajah memerah antara gairah dan juga takut saat tangan Tari membelai tongkat keramatnya yang perlahan menegang.


"Habis kamu sih .. aku tanya kemana tidak kamu jawab!" Sungut Tari menarik tangannya kembali membuat David bernafas lega.


"Aku ingin memberi kejutan untuk mu jadi kamu tidak boleh tahu." David berucap santai, ia menarik kepala Tari bersandar di dada bidangnya.


Cup.


David mengecup lembut kening Tari membuat wanita yang tengah hamil muda itu merona karena sikap David yang sangat manis. Tari belum terbiasa dengan perlakuan manis yang David berikan tapi entah mengapa hatinya terasa hangat.


"Kejutan apa?" Tanya Tari manja sambil memainkan kancing baju David.


"Kalau aku bilang nanti bukan kejutan lagi dong sayang!" Balas David mencubit pipi Tari gemas.


"Ish .. sakit, Dav. Nanti pipi ku melar loh?!" Sungut Tari memukul pelan tangan David membuat pria itu tertawa geli.


"Walaupun melar aku tetap cinta kok," goda David mengerlingkan matanya pada Tari membuat wanita yang berjabat sebagai istrinya itu tersipu.


Tari memeluk erat tubuh David, ia menyembunyikan wajahnya di dalam dada bidang David. Tari memejamkan matanya menikmati sentuhan David yang mengelus kepalanya terlebih lagi aroma tubuh David membuatnya tenang hingga tanpa sadar Tari terlelap dalam pelukan suami tampannya itu.


David tersenyum kecil melihat Tari yang tertidur dalam pelukannya, ia menghujani ciuman di pucuk kepala Tari berkali-kali. Perasaan David sangatlah lega karena Tari sudah memaafkan dirinya walaupun tanpa berucap. David berjanji akan memperbaiki hubungannya dengan Tari.


Aku janji akan menjaga mu dan juga baby boy kita dengan baik batin David sungguh-sungguh.


Dua jam berkendara David bernafas lega setelah melihat jalanan di sekelilingnya bukan lagi perkotaan melainkan perkampungan yang di suguhi pemandangan yang mampu membuat mata betah memandang lama-lama.

__ADS_1


Pepohonan rindang dan juga area persawahan membuat David tersenyum kecil karena untuk pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di kampung. Orang-orang yang melihat mobil Lamborghini David pun tercengang karena untuk pertama kalinya mereka melihat mobil sebagus dan semewah itu.


David memarkirkan mobilnya di depan rumah yang paling besar di kampung tersebut. Rumah yang memiliki dua lantai dengan halaman yang luas itu menjadi tujuannya bertamu. David melihat Tari yang masih nyenyak tertidur pun tak tega membangunkan istri tercintanya itu. David menggendong Tari masuk dalam pekarangan rumah besar itu.


David menekan bel beberapa kali membuat penghuni rumah itu membuka pintu. Penghuni rumah besar itu melemparkan senyum manis nya di kala melihat David yang menggendong Tari.


"Silahkan masuk, Abang!" Ucap orang tersebut ramah membuka pintu rumah selebar-lebarnya mempersilahkan David masuk.


"Terima kasih," balas David tersenyum kecil lalu membawa Tari masuk.


Orang tersebut menuntun David masuk ke dalam kamar besar namun tak sebesar kamar David. Terlihat kamar tersebut bernuansa putih, pandangan David terjatuh pada foto-foto yang terpajang di dinding menghiasi kamar tersebut.


David menarik sudut bibirnya saat melihat foto masa kecil wanita yang di cintainya itu. David meletakkan tubuh Tari penuh hati-hati di atas ranjang king size tersebut.


Cup.


David mengecup kening Tari lalu keluar dari kamar tersebut bersama dengan orang itu yang tak lain adalah adik Tari yaitu Yogi Jaswandi.


"Sudah," bohong David karena tak ingin merepotkan adik iparnya itu. Namun cacing dalam perutnya tak dapat di ajak kompromi.


Kryuk kryuk kryuk.


Wajah David memerah malu pada Yogi yang terlihat mencoba menahan tawanya. "Ayo, kita makan. Tidak usah malu Abang karena rumah kami juga rumah Abang!" Ajak Yogi menepuk pundak David lalu berjalan ke arah dapur diikuti oleh David.


"Bunda mana?" David bertanya sambil duduk di kursi meja makan, sedangkan Yogi asyik menata makanan di atas meja makan.


"Bunda keluar sebentar ke swalayan di depan gang sana untuk membeli kebutuhan sehari-hari!" Balas Yogi membuat David menganggukkan kepalanya.


Sebelum mampir di keluarga Dicaprio, David terlebih dulu bersilaturahmi ke rumah mertuanya yaitu rumah Tari di kampung. Kedatangan David yang mengaku-ngaku sebagai suami Tari membuat bunda dan Yogi shock. Tetapi David dapat membuat keduanya bernafas lega karena David beralasan pernikahan nya di langsungkan secara dadakan karena tekanan orang tua David. Terlebih lagi ketika Yogi dan bunda tahu kalau Tari hamil membuat mereka senang karena tak akan lama lagi keluarga mereka bertambah. Bunda Tari senang dan tidak marah dengan pernikahan dadakan Tari dan David karena ia menganggap itu sebagai anugerah karena gelar pelakor yang melekat pada Tari hilang.


Setelah mengambil hati bunda dan Yogi. Si cerdik David barulah mampir di kediaman Dicaprio untuk menangkap kelinci liarnya yang tak lain adalah Tari.

__ADS_1


"Masakan bunda sangat enak!" Puji David saat mencicipi makanan yang di hidangkan oleh Yogi.


"Hehe .. masakan kakak juga enak! Cuma dia malas saja memasak karena dulu bahan di dapur tidak selengkap sekarang. Dulu sebelum kakak kerja di Amerika, garam di dapur saja kadang ada dan kadang tidak!" Seloroh Yogi polos karena laki-laki itu masih menduduki bangku sekolah SMP kelas dua.


Degg.


Hati David terasa sakit mendengarnya, ia baru menyadari bahwa Tari pasti terluka saat David mengejeknya saat makan banyak.


Maafkan aku batin David menyesal.


***


Hari sudah mulai perang, senja pun sudah datang. Tari membuka matanya perlahan, ia menelisik seluruh ruangan yang terasa asing baginya. Mata Tari membulat sempurna ketika melihat foto masa kecilnya dan juga foto keluarga nya dulu.


"Sudah bangun, sayang?" Tari melengos ke samping, terlihat David tersenyum hangat ke arahnya. Penampilan David sekarang sangatlah berbeda seperti biasanya karena David memakai pakaian casual membuat wajah David terlihat lebih muda. Namun bukan itu yang di pikirkan oleh Tari, dimana dia sekarang itulah yang menjadi pertanyaan di benaknya.


"Dav, kita ada dimana?" Tari bertanya tak sabar membuat David tersenyum kecil sembari mengusap pipi Tari.


"Kita ada di rumah mu!" Balas David lembut membuat mata Tari berkaca-kaca.


**Bersambung.


Halo-halo kakak semua author balik lagi ini ..


Jangan lupa mampir ke novel baru author yang tak kalah menarik .. disana bertemakan poligami tapi juga di balur dengan komedi**.



Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2