Hot CEO Dan Gadis Pelakor

Hot CEO Dan Gadis Pelakor
Mertua sableng dan Ella


__ADS_3

David menelan ludahnya dikala melihat Tari berjalan sexy menuju ke arahnya, jakunnya naik turun, begitu juga dengan darah nya seakan mendidih ingin menerkam Tari.


"Tolong kancing resleting nya pak," bisik Tari sensual di telinga David setelah itu ia menyibakkan rambutnya ke samping menunjukkan punggung nya polos dan mulus membuat David menelan kembali air liur nya yang hampir keluar.


Shitt, kenapa gadis pelakor ini lebih menggoda dari gadis yang lain batin David frustasi.


"Sudah," balas David datar langsung bangkit berlari terburu-buru masuk ke dalam kamar mandi karena tongkatnya sudah berdiri tegak.


"Hahahaha, rasakan bandot gila … itu baru permulaan, lihat saja selanjutnya akan seperti apa aku membalasmu," ujar Tari tersenyum licik, ia akan membuat David menyesal karena telah mengambil mahkota nya.


Tari di lawan batinnya menyeringai.


Di saat Tari sedang merias wajahnya, suara ketukan pintu terdengar, membuat Tari bangkit dari depan meja rias untuk membuka pintunya.


"Hai sayang, bagaimana semalam … apa jin nya sudah keluar barengan dengan keluarnya mayones David," ujar Margaret semangat membuat Tari terkejut sekaligus terperangah, karena Margaret tanpa salam langsung berbicara cepat seperti rapper Eminem.


"Ma, jangan buat Tari malu," tegas Dino membuat Margaret menepuk jidatnya karena kelepasan berbicara.


"Oh ya ampun, maafkan mama sayang, karena mama terlalu semangat kalau membahas tentang menanam ubi," ujar Margaret penuh sesal membuat Tari hanya bisa mengelus dada memiliki mertua yang sableng seperti Margaret.


"Hehe … no problem ma, ayo masuk," ajak Tari tersenyum ramah menggandeng tangan Margaret.


Mata Margaret dan Dino langsung terbelalak dikala melihat bantal yang berceceran di lantai, begitu juga dengan seprei yang sudah koyak tak berbentuk.


"Apa saat kalian menanam ubi semalam terjadi gempa lokal nak, atau kalian begitu semangatnya menanam ubi hingga bukan tanah mu di robek oleh ubi nya David, tetapi seprei nya juga," ujar Margaret tanpa sadar.


"Apa kalian minum obat kuat semalam," tanya Dino polos membuat wajah Tari memerah seperti kepiting rebus, ia merutuki kebodohannya karena lupa akan keadaan kamar nya yang seperti kapal pecah akibat ulah David tadi pagi.


Kenapa mulut mertua ku tidak pernah lulus sensor batin Tari mengomel.


"Hehe, tidak ma … bukan begitu, itu … itu tadi," balas Tari gugup terpotong karena David keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk melilit di pinggang nya.


"Dav, apa kau minum obat kuat cap relaxa semalam, kenapa bisa kamarmu begini," tanya Margaret penasaran membuat David memutar bola matanya karena sifat mama nya yang selalu sableng dan kepo.

__ADS_1


"Iya ma … apa mama mau biar sekalian David pesan lagi yang cap anaconda," balas David santai membuat rona bahagia terpampang jelas di wajah Margaret, otak mesumnya kian mendominasi di otaknya, sedangkan Doni yang melihat gelagat tidak beres dari wajah Margaret pun langsung menarik paksa Margaret keluar dari kamar anak dan menantunya itu.


"Dav, mommy pesan yang cap beruang dan cap emmmm." Ucapan Margaret terpotong karena Dino langsung menutup mulut istri mesumnya itu dengan tangannya.


"Kita balik ke kamar, biar ku dinginkan otak mu yang panas itu," ketus Dino menutup pintu kamar David.


"Ish … ini semua karena bapak, andai saja bapak tidak merobek seprei dan melempar saya dengan bantal pasti mama tidak akan bertanya seperti itu … bikin malu aja," ketus Tari melanjutkan merias wajahnya.


"Lebih baik aku lempar pakai bantal daripada aku lempar bantal sekalian sama kasurnya," balas David membuat Tari semakin kesal.


"Dasar bandot gila," gumam Tari namun masih terdengar oleh David.


"Kamu ngomong apa tadi, bandot gila! Apa aku bandot gilanya," tanya David tak percaya menunjuk dirinya sendiri.


"Nah, itu tahu … jadi gak usah tanya lagi kalau sudah tahu jawabannya," balas Tari tersenyum mengejek menatap pantulan David dari cermin.


"Kau benar-benar tidak ada takut-takutnya Dengan ku ya, lama-lama bisa gila aku dengan mu," geram David membuka handuknya di depan Tari.


"Oh ya ampun pak, kenapa tongkat nya di buka bungkus nya sih," sungut Tari menutup matanya.


Apa susahnya sih ambil paper bag di samping nya itu, dasar holang kaya batin Tari menggerutu.


Tari pun langsung mengambil paper bag tersebut memberikan nya pada David namun langsung ditolak.


"Apa lagi pak, kenapa ditolak ini," ujar Tari menghentakkan kakinya di lantai.


"Pakaikan baju ku." Tak ingin membantah lagi, Tari pun langsung memakaikan baju David dengan telaten walaupun wajahnya sudah memerah layaknya kepiting rebus.


"Ternyata kau telaten juga," puji David setelah Tari memakaikan baju nya dengan bagus.


"Tentu, karena saya sudah terbiasa memakaikan baju anak tunarungu di Indonesia, jadi saya menganggap bapak tak lebih dari tunarungu tadi," balas Tari santai membuat wajah David langsung memerah dan menarik tubuh Tari dengan kasar masuk kedalam pelukannya, ia mencium rakus bibir Tari hingga bibir Tari bengkak barulah dilepasnya.


"Sekali lagi kamu membuatku kesal dengan mulutmu yang seperti Donal bebek ini, maka aku akan memberikan hukuman yang setimpal untuk bibir atas sekaligus bibir bawah mu ini," bisik David menyeringai mengusap bibirnya tari yang basah hingga bibir bawah Tari.

__ADS_1


"Ah." Tari merutuki mulutnya yang tak bisa menahan d*sahannya, hingga membuat David menyeringai.


"Ayo kita keluar, dan kau harus melakukan peranmu dengan baik karena disana ada kerabat ku," titah David merangkul pinggang Tari beranjak keluar dari kamar.


"Tenang saja, saya bisa melakukannya dengan baik, asalkan bayarannya setimpal," balas Tari tersenyum manis membuat David tersenyum kecil.


***


"Kakak," teriak seorang gadis berumur sekitar 23 tahun berlari memeluk David, bahkan dengan lancangnya ia menyenggol Tari hingga terhuyung ke belakang, untung saja ada sebuah tangan yang menahan tubuh Tari.


"Kamu tidak apa-apa," tanya pria tersebut yang tak lain adalah Alex.


"Aku tidak apa-apa, terima kasih." David mengepalkan tangannya dikala melihat Alex yang menyentuh Tari.


"Ekhmmm." Alex langsung melepaskan pelukannya dari Tari karena merasa tidak dengan David.


"Ella, kau tidak boleh lancang memeluk kak David sekarang, karena dia sudah punya istri dan kau juga harus meminta maaf karena sudah mendorong kakak ipar tadi," tegas Alex pada gadis yang memeluk David itu.


"Kakak ipar abal-abal kali, mana cocok kak David dengan gadis miskin dan udik seperti nya," balas Ella sinis membuat Tari memutar bola matanya.


"Hello nona, kau harus ingat kalau tidak ada orang miskin maka tidak akan ada orang kaya," ujar Tari menjentikkan jarinya di depan wajah Ella membuat gadis itu terkejut karena keberanian Tari.


Seperti nya dia lebih susah di hadapi dari mantan kak David sebelumnya batin Ella kesal.


Bersambung 


Hai kakak author hadir lagi nih, 


Maaf kalau up nya telat dan cuma satu🙏🥰😭😭


Author love you all my sister 🥰🥰🥰


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah.

__ADS_1


Bantu author untuk mendapatkan rangking karya baru 🙏🙏


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️


__ADS_2