
Tembus komentar π― author bakal triple up hari iniπ₯°π₯°π₯°
Tembus like per bab 1000 author bakal triple up setiap hari insya Allah π₯°π₯°
Like coment vote dan rating 5 itu sangat berarti bagi author .. istilahnya sebagai mood booster π₯°π₯°ππ€π€π₯°
...****************...
Hati David berdebar kencang mendengar kata-kata berlian Tari yang di tujukan untuknya. David tak menyangka bahwa dirinya sudah punya tempat di hati Tari dan yang paling membahagiakan adalah posisi nya lebih tinggi dari pak Lan si pria beruban itu.
"Oh tentu aku lebih tinggi segala-galanya karena aku kaya, tampan, baik hati dan tentunya berbudi luhur. Kalau sampai kamu bilang pria beruban itu lebih tinggi dari ku maka hari ini juga aku akan menyuruh Dokter terbaik di Amerika untuk mengganti mata mu dengan mata kambing!" David berucap dengan pipi merona membusungkan dadanya di depan Tari. Pria hot itu menepuk dada bidangnya berkali-kali karena sangat senang di puji oleh istri tercintanya.
Tari terkekeh geli melihat kepedean David. Bagaimana bisa ada laki-laki seperti suaminya ini! Sudah tampan, kaya, baik tapi ngeselin! Ah .. Tari tak bisa berkata-kata lagi. Hidupnya sekarang lebih berwarna dengan hadirnya seorang David James di pria yang di juluki Hot CEO.
"Tapi kamu ..!" Tari menghentikan kalimatnya membuat senyuman bahagia di wajah David seketika hilang berganti raut wajah yang serius.
"Tapi ..!" David menggenggam tangan Tari berharap istri nya itu segera melanjutkan kalimatnya.
"Tapi apa sayang?" Tanya David tegang membuat Tari sekuat mungkin menahan tawa.
"Tapi kamu juga lebih hot dari pak Lan!" Goda Tari membuat David berjingkrak-jingkrak kegirangan seperti anak remaja yang kesenangan karena club' sepak bola yang di idolakannya menang.
"Yihaiii ..! Kamu benar sayang kalau aku lebih segala-galanya dan aku juga lebih hot dari dia ..! Ah sayang ayo kita ke kamar!" David segera menggendong tubuh Tari ala bridal style lalu berlari menuju kamar mereka.
Tari tertawa bahagia melihat perubahan sifat David yang menjadi hangat dan lebih peduli padanya. Terlebih lagi David mencintai dirinya.
David merebahkan tubuh Tari dengan lembut di atas ranjang. Bila biasanya David Se melempar Tari dengan kasar ke atas ranjang Mak kali ini berbeda. Pria tampan yang sedang kasmaran pada istri nya itu berubah menjadi pria lembut.
"Kenapa tidak di lempar? Biasanya kamu selalu melempar ku ke atas ranjang?" Tari bertanya mengerucutkan bibirnya seraya membelai rahang tegas milik David. Dirinya mengingat jelas bagaimana David yang selalu menggebu-gebu dalam bercocok tanam.
"Mana boleh aku melemparmu lagi sayang! Sekarang kamu tidak sendiri. Ada baby boy dalam perutmu jadi aku tidak bisa mendahulukan hasrat ku meski tongkat keramat ku sudah siap mengetuk lubang semut mu!" Balas David lembut seraya mengelus perut buncit Tari.
Mata David berbinar ketika merasakan gerakan halus dalam perut Tari. Apakah baby nya sudah bisa bergerak? Apakah baby nya itu tahu kalau yang mengelus perut mommy nya itu adalah Daddy nya?
__ADS_1
"Sayang .. baby boy bergerak?!" Pekik David dengan mata berbinar seperti anak kecil yang menang lotre. David segera menurunkan wajahnya sehingga berhadapan dengan perut buncit Tari.
Tari tersenyum manis. Wanita hamil itu mengangguk kepalanya lalu bangkit duduk bersandar di tepi ranjang membiarkan David mengobrol dengan baby mereka.
"Halo boy! Apa kamu kenal dengan suara Daddy? Oh kamu tentu harus kenal karena kalau tidak Daddy tidak mau membelikan mainan untuk mu bila kamu lahir nanti?! Ini aku Daddy mu! Kamu ada di perut mommy karena Daddy yang menanam benih sehingga jadilah kamu di dalam!" Tari tertawa geli mendengar obrolan David yang sangat lucu. Bagaimana bisa David berkata seperti itu pada baby yang belum lahir ke dunia.
"Kamu ini! Ada-ada aja. Mana tahu anak kita apa itu mainan, Dav?!" Tari berucap gemas mencubit pipi David.
"Hehe .. aku lupa sayang! Aku tidak sabar menunggu baby boy lahir. Nanti kalau dia lahir akan aku ajarkan jurus merayu wanita, agar waktu dewasa dia tidak kesusahan cari pacar!" David menjawab bodoh membuat Tari mengerucutkan bibirnya.Β
"Coba saja kamu meracuni otak baby kita dengan jurus mu itu?! Aku bakal bawa baby kita pergi jauh agar kamu tidak bisa menyesatkan baby polos kita?!" Sungut Tari membuat raut wajah David seketika suram.
"Kamu mau meninggalkan ku dan kembali kepada pak Lan?" Tanya David dingin membuat Tari tersentak.
Oh ya ampun aku salah ngomong batin Tari mengumpat.
"Eh tidak-tidak! Maksudku bukan begitu, Dav?!" Tari berucap panik melihat David hendak keluar kamar.
"Davis sayang .. baby nya minta di jenguk?!" Teriak Tari cempreng membuat David seketika berhenti.
Jenguk? Baby boy minta di jenguk? Seketika raut wajah David yang suram langsung cerah seperti mentari pagi. Pria tampan itu segera berbalik berlari naik ke atas ranjang lalu menindih tubuh berisi Tari.
"Katakan sekali lagi?" Tanya David dengan jantung yang berdegup kencang.
"Baby nya minta di jenguk!" Balas Tari pelan membuat David tersenyum lebar.
"Baiklah boy! Kamu baik-baik di dalam sana. Tunggu tongkat Daddy masuk agar kamu dapat memainkan nya!" David berucap dengan semangat berapi-api.Β
David membuka jaket Tari. Mata David berbinar bahagia ketika melihat bola voli Tari yang semakin membesar karena hormon kehamilan.
Cup.
"Bola voli ini punya ku! Tidak akan ku oper untuk orang lain!" Gumam David mengecup pucuk bola voli Tari.
__ADS_1
"Dav, aku masih berkeringat karena tadi kita baru saja selesai berolahraga! Apa sebaiknya aku mandi terlebih dahulu biar wangi?!" Tari bertanya dengan wajah memerah karena malu dengan tubuhnya yang masih berkeringat.
"Kamu tidak wangi pun aku suka sayang. Apalagi wangi di tengah-tengah bola voli mu ini. Rasanya seperti menjadi iron man?!" Balas David santai membuat Tari tertawa lepas mendengar istilah David.
"Itu slogan tahu bulat yang seperti iron man, Dav!" Balas Tari tertawa geli karena David menggigit kecil pucuk volinya.
"Ini juga tahu bulat tapi bedanya yang ini tidak ada habis-habisnya kalau di makan." Ucap David tersenyum mesum membuat pipi Tari merona.
"Kamu ini bisa saja!" Gumam Tari menutupi wajahnya dengan tangan. David semakin gemas melihat tingkah Tari yang malu-malu kucing.
"Sudah siap?" Tanya David lembut mengelus perut buncit Tari.
Tari tidak menjawab melainkan hanya mengangguk saja. David segera mencium lembut bibir Tari kemudian turun ke leher.
Siang itu di kamar besar itu, terdengar suara mendayu yang keluar dari bibir pasutri itu. Mereka berdua saling menyalurkan gelombang asmara mereka. David memperlakukan Tari dengan sangat lembut bila dulu David akan mendahulukan hasrat nya maka kali ini berbeda. David mementingkan kenyamanan Tari sekaligus baby boy nya.
Satu jam bertempur membuat tubuh keduanya bergetar hebat. Tari melenguh panjang sambil mencengkram erat punggung David guna meluapkan letusan bunga-bunga cinta di bawah sana.
David tersenyum lembut. Dia mengecup kening Tari penuh cinta.
"Terima kasih karena sudah mau menerima ku kembali!" Bisik David lembut.
Cup.
"Terima kasih karena sudah memilihku menjadi istrimu." Balas Tari tersenyum mengecup bibir tebal milik David.
**Bersambung.
Hehehe author next kilat ini!π€π€
Mau triple up tembus π― komentar.
Kalau mau tiap harinya triple up like tembus 1000π€πππ
__ADS_1
Itu semua author minta sebagai vitamin author.. like coment vote dan beri rating 5 dari kakak semua sangat berguna bagi ide author π₯°π₯°π₯°
Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπ₯°β€οΈ**