
Hari sudah mulai sore David pulang dengan raut wajah yang tak bisa terbaca. Namun disaat turun dari mobil, David mengernyitkan dahinya dikala melihat Tari yang berlari kecil menghampirinya.
Tidak biasanya dia mau menungguku pulang batin David heran.
"David," panggil Tari berlari memeluk erat tubuhnya.
"Ada apa," tanya David heran dengan tingkah Tari yang aneh menurutnya.
"Aku rindu," balas Tari manja mengecup bibir David.
Degg.
Jantung David berdegup kencang, hatinya berdebar, rona merah muncul begitu saja di pipinya bahkan sampai ke telinga, ia mengedipkan matanya beberapa kali untuk menetralkan wait wajahnya.
Kenapa ini! Kenapa jantung ku terus berdegup kencang batin David bingung.
"Apa kamu demam," tanya David polos meletakkan punggung tangannya di kening Tari.
Bibir Tari berkedut seperti ingin tertawa ketika melihat raut wajah bingung David, ah .. David terlihat menggemaskan di saat bingung seperti itu!
"Ish .. kau ini, tidak bisa melihat aku manja kepadamu," sungut Tari memukul manja dada bidang David.
"Apa kau kerasukan lagi," tanya David menjauhkan dirinya dari Tari.
"Iya .. aku kerasukan karena rindu denganmu .. ya sudah kalau kamu tidak mau aku peluk, lebih baik aku peluk bodyguard mu saja," ketus Tari lalu beranjak ingin memeluk bodyguard David.
Aduh nyonya muda .. apa yang anda lakukan, kami mohon jangan menyiksa kami batin mereka menjerit-jerit.
David yang melihat Tari hampir saja memeluk bodyguardnya dengan gerak cepat menarik pinggang Tari hingga masuk ke dalam dekapannya.
"Jangan memeluk pria lain .. cukup peluk aku saja," bisik David mencium pucuk kepala Tari.
Hehe .. ikannya sudah masuk perangkap batin Tari menyeringai.
Tari mengendus aroma tubuh David yang sangat berbeda seperti biasanya. Ini pasti aroma wanita ular itu pikir Tari.
"Dav, kamu mengganti parfum," tanya Tari dengan raut wajah polos.
Oh ya ampun, aku lupa kalau parfum Lucy menempel di bajuku batin David frustasi.
__ADS_1
"Itu tadi aku tidak sengaja memakai parfum bawahan ku karena tadi di kafe ada pelayan yang tidak sengaja mengotori bajuku dengan kopi, jadi untuk menghilangkan aroma kopi terpaksa aku memakai parfum dia," bohong David membuat Tari menarik sudut bibirnya.
Bohong batin Tari.
"Jangan memakai parfum ini lagi, karena baunya tidak enak persis seperti bau melon busuk," balas Tari menutup hidungnya membuat David sontak mencium ketiaknya.
"Wangi .. tidak bau busuk kok," ujar David bingung.
"Tapi aku tidak suka .. berjanjilah untuk tidak memakai parfum itu lagi, kalau tidak aku tidak akan mau bercinta lagi denganmu" balas Tari serius membuat David membulatkan matanya sempurna.
Oh Tara Utara .. apa kau tidak melihat sekitar kita ada siapa saja, kenapa bisa mulutmu sangat lurus seperti jalan tol batin David mengumpat.
Sedangkan para bodyguard dan pelayan yang berada disitu hanya bisa menunduk dengan raut wajah memerah menahan malu sekaligus tawa. Mereka tak habis pikir kenapa bisa nyonya muda mereka mempunya mulut yang tak dipagar.
David langsung menggendong Tari ala bridal style, sontak Tari mengalungkan tangannya ke leher David, ia terkejut dengan tingkah impulsif David.
"Dav, turunkan aku."
"Tidak mau," balas David menaiki tangga dengan langkah yang cepat karena dirinya tak sabar untuk menerkam Tari.
"Dav, turunkan aku," sentak Tari sekali lagi memukul dada bidang David.
"Nanti di kamar saja karena disana aku ingin kembali mengulangi malam panas kita," bisik David membuat bulu kuduk Tari merinding.
Sesampainya di kamar David langsung melemparkan Tari ke atas ranjang, ia menatap Tari seperti singa yang kelaparan.
"Dav, jangan sekarang ya," rengek Tari namun tak digubris oleh David yang sudah polos.
"Terlambat Tara, kamu duluan yang sudah membangunkan tongkat ku, apa kamu tidak melihat dia sudah berdiri tegak,", balas David menuntun tangan Tari untuk menggenggam tongkat nya.
"Ssstt."
"Apa ini bisa meledak, kenapa dia sangat keras," tanya Tari polos membuat David menyeringai.
"Benar, dia bisa meledak seperti kembang api yang harus dibakar pakai korek api terlebih dahulu," balas David serak menikmati lembutnya tangan Tari.
Karena tak tahan lagi, David langsung mencium rakus bibir Tari, bahkan tangannya langsung merobek gaun yang dipakai Tari, tangannya yang lincah mencari pengait penutup bola voli Tari. Nafas keduanya kian memburu namun Tari sangatlah tak nyaman karena bau parfum Lucy membuat dirinya kesal ketika membayangkan apa saja yang David lakukan bersama Lucy.
"Dav, aku mau melakukannya di kamar mandi."
__ADS_1
"Heumm."
"Dav, please aku tidak suka mencium bau badanmu," sentak Tari membuat David langsung menghentikan aksinya.
Besok-besok aku harus menjaga jarak dengan Lucy agar disaat-saat seperti ini aku tidak kesusahan minta jatah batin David mengomel.
David langsung menggendong tubuh polos Tari masuk ke dalam kamar mandi, David memasukkan tubuh Tari ke dalam bathtub.
"I want you," bisik David mengecup leher Tari.
"I yours," balas Tari tersenyum lembut mengelus rahang tegas David.
Degg.
Untuk pertama kalinya aku melihat senyumanmu yang indah seperti ini batin David terpesona.
Tari yang melihat David terdiam saja pun akhirnya memilih memulai permainan tersebut, ia mengecup kening,hidung, dan bibir David.
"Bolehkah aku meminta sesuatu padamu," tanya Tari menatap sayu wajah David.
"Uang," balas David polos membuat Tari menarik gemas hidung David.
"Apa aku terlihat seperti wanita mata duitan," tanya Tari membuat David langsung mengangguk kepalanya.
"Ish .. kau ini, bukan uang yang aku minta," sungut Tari mencebikkan bibirnya.
"Lalu apa."
"Bolehkah, mata, hidung, bibir dan tubuhmu hanya menjadi milikku seorang saja. Hanya sampai pernikahan kontrak kita selesai, karena aku ingin merasakan indahnya memiliki suami sebelum kamu menceraikan ku," pinta Tari dengan mata yang berkaca-kaca membuat David tersentak.
Cerai! Kata itu kembali terngiang-ngiang di telinga David, ia mengingat kembali perjanjiannya dengan Lucy bahwa David hanya diberi waktu selama 2 Minggu untuk menceraikan Tari.
David tidak menjawab melainkan langsung mencium lembut bibir Tari, keduanya larut dalam ciuman memabukkan tersebut. Hingga tak seberapa lama kejadian semalam itu kembali terulang, keduanya berteriak penuh kenikmatan menikmati gelombang asmara yang mereka rasakan.
**Bersambung.
Hehe bagaimana kedepannya??
Mau CRAZY UP?? ayo langsung vote biar author semangat next kilat🤭🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**