
Setelah melakukan penyatuan panas tersebut, David menggendong tubuh lemah Tari membawanya ke atas ranjang. David benar-benar sangat ganas, dia melakukannya berulang-ulang kali dengan berbagai gaya bahkan David menggendong Tari menuju shower hanya untuk merasakan sensasi yang berbeda.
"Tara, pakai baju dulu ya," ujar David lembut mengusap pipi Tari.
"Biarin aja, aku udah ngantuk. Kamu benar-benar buas, Dav. Bahkan kau tak memberiku waktu untuk melenguh," balas Tari dengan mata yang terpejam.
"Kalau kamu tidak pakai baju, bisa-bisa aku menerkam mu lagi," ujar David membuat Tari langsung membuka matanya.
"Kamu pakaikan saja, Dav. Badan ku benar-benar lemas bahkan bokong ku sudah memerah akibat kamu r*m*s," rengek Tari membuat David terkekeh geli.
"Habis bokong mu mirip seperti Donal duck bikin aku gemas," balas David menarik hidung Tari.
"Dav, cepetan pakaikan aku sudah sangat mengantuk," sungut Tari memukul tangan David yang sudah berada di bola volinya.
"Iya-iya aku pakaikan sekarang."
"Pakai piyama saja, habis itu selesai," pinta Tari dengan mata yang terpejam, dengan patuh David mengambil piyama tanpa lengan dan panjangnya hanya sebatas paha untuk Tari. Dengan telaten David memakaikannya membuat Tari tersenyum kecil.
"Kamu makan malam dulu ya, setelah itu baru tidur," ujar David seraya mengelus pipi Tari, namun tak ada jawaban dari Tari melainkan hanya suara dengkuran halus membuat David tersenyum geli.
Apa aku benar-benar buas batin David bertanya-tanya.
David mematikan lampu kamar setelah itu ia pun naik ke atas ranjang ikut berbaring di samping Tari.
Cup
"Good night istri matre ku," bisik David setelah mengecup kening Tari.
Kedua insan itu tidur saling berpelukan guna untuk mencari kehangatan dari tubuh pasangan mereka.
Sedangkan di tempat lain seorang wanita sedang bersenang-senang di sebuah club' malam, ditemani oleh beberapa pria tampan di sisinya. Terlihat wajahnya yang memerah karena terlalu banyak minum ditambah lagi tangan para pria tersebut yang sudah bermain dengan tubuh indahnya.
"I want to do it now, carry me to the nearest hotel," titah wanita itu yang tak lain adalah Lucy.
"With pleasure, Ms." Salah satu dari 3 pria itu pun membawa Lucy keluar dari club' tersebut, mereka menuju ke sebuah hotel terdekat sesuai perintah Lucy. Setelah sampai, Lucy langsung membuka bajunya hingga polos kemudian ia berbaring di atas ranjang dengan mengangkang membuat 3 pria itu menelan ludahnya.
"Do it." Pria tersebut langsung menerkam Lucy dengan ganas mereka melakukannya bergiliran, suara luknut begitu menggema dalam kamar tersebut, namun Lucy tidak sadar bahwa salah satu dari pria tersebut memvideokan moment tersebut.
Aku pasti akan dibayar mahal batinnya menyeringai.
***
Pagi menyapa bumi, Mentari pun sudah keluar dari ufuk timur. Perlahan Tari membuka matanya perlahan guna mencocokkan penglihatannya dengan sinar Mentari yang masuk dari celah-celah kamar.
"Dimana dia," gumam Tari serak ketika melihat David tidak ada di sampingnya.
Cklek.
__ADS_1
"Kamu sudah bangun," ujar David masuk ke dalam kamar dengan menenteng nampan yang berisikan nasi goreng dan susu putih.
"Dav, kamu memasakkan itu semua untukku," tanya Tari dengan raut wajah yang berbinar.
"Ini untukku, kalau kamu mau sana bersihkan dirimu dulu setelah itu minta ke pelayan," balas David santai seraya meminum susunya.
"Ish .. kau sangat menyebalkan, Dav." Sentak Tari beranjak menuju kamar mandi untuk mencuci wajah serta menyikat gigi, setelah itu ia pun keluar dan langsung duduk di atas pangkuan David.
"Apa semalam itu tidak cukup hemm ..," tanya David mengelus paha Tari.
"Sangat cukup ... aku mohon tanganmu dikondisikan sebelum aku mematahkannya," ancam Tari membuat David terkekeh geli.
"Terus kenapa kamu duduk disini," tanya David seraya mengecup tulang selangka Tari.
"Aku mau makan nasi goreng yang kamu bawakan ini," balas Tari dengan mata puppy eyes membuat David tak tahan mengecup bibir Tari.
"Baiklah, karena aku sedang baik hati .. kamu boleh memakannya tapi dengan syarat."
"Syaratnya apa."
"Cium aku disini .. sini .. sini dan disini," pinta David menunjuk kening, bibir, dada nya dan yang terakhir tongkat keramatnya.
Cup.
"Kening ini punya ku."
Cup.
"Bibir ini punya ku."
Cup.
"Dada ini punya ku."
Cup.
David menganga mulutnya ketika Tari mencium tongkat keramat nya.
Dan kamu tongkat .. aku perintahkan kamu hanya boleh bangun hanya denganku .. kalau ku lihat kamu bangun dan masuk ke dalam gawang wanita lain, maka akan aku patahkan kau menjadi 3 bagian batin Tari menyeringai.
Setelah memberi peringatan pada tongkat David, barulah Tari memakan nasi goreng buatan David dengan lahap.
"Memang masakan suamiku ini bukan main," puji Tari mengangkat 2 jempolnya.
Degg.
Suamiku! Kata itu terngiang-ngiang di telinga David, hatinya bergejolak di dalam sana, jantung David berdegup kencang ingin melompat keluar dari tubuhnya. Perutnya seakan di gelitik oleh ribuan kupu-kupu yang berterbangan.
__ADS_1
"Coba ulangi lagi," pinta David dengan pipi yang merona.
"Ulangi apa," tanya Tari pura-pura tak tahu dan malah melanjutkan memakan nasi.
"Tadi kamu panggil aku apa, Tar." Ujar David geregetan menangkup pipi Tari.
"Panggil apa ya," canda Tari pura-pura lupa mengetuk keningnya dengan jari telunjuk.
"Suamiku .. tadi kamu panggil aku suamiku, Tar .. coba ulangi lagi," balas David menggoyangkan pundak Tari.
"Suamiku," ujar Tari pelan.
"Yang besar suaranya, Tara." Pinta David seraya mengambil ponselnya untuk merekam video Tari memanggil dirinya suamiku.
"Suamiku."
"Sekali lagi."
"Suamiku," teriak Tari di depan kamera membuat David tertawa lepas karena hatinya begitu bahagia mendengar Tari memanggilnya suami.
Suamiku! Suamiku .. suamiku, panggilan itu terngiang-ngiang di telinga David, ahh .. begini kah rasanya dipanggil suami oleh istri, kenapa ini sangat menyenangkan pikir David.
Tari yang melihat David begitu senang pun ikut tersenyum namun bila David tersenyum karena dirinya, Tari malah tersenyum karena David perlahan masuk ke dalam perangkapnya.
Hehe .. nanti setelah aku mengusir wanita ular itu, aku bisa langsung pulang ke Indonesia membawa pulang uang dollar, terus aku perlihatkan pada semua orang di kampung kalau Tari si gadis pelakor telah berganti nama menjadi Tari si gadis Dollar .. ahhh uang aku datang batin Tari menjerit.
Tari kembali mengingat perjanjiannya dengan Doni yang bila Tari berhasil mengusir Lucy dari kehidupan David, maka Doni akan memberikan uang sebanyak 3 juta USD sebagai bayaran Tari.
Niat hati ke Amerika mau jadi OG, eh malah kerja jadi istri holang kaya .. benar kata Bunda kalau yang namanya rezeki gak bakalan kemana batin Tari tertawa senang.
"Ingat mulai sekarang kamu harus memanggilku suami oke. Tidak ada bantahan apapun lagi," titah David seraya mengecup seluruh wajah Tari.
Tok tok tok.
Suara ketukan pintu membuat David mencebikkan bibirnya, entah siapa yang sudah berani mengganggu moment bahagianya.
"Pengganggu," sungut David bangkit ingin membuka pintu.
**Bersambung.
Halo-halo dunia halu 🥰❤️
Kira-kira gimana nanti kalau Tari bergabung dengan Ella untuk mengusir Lucy yah??🤭🤔
Mau lagi? Vote dan beri hadiah biar author semangat up kilatnya 💪🥰
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**