
Tiga bulan berlalu dengan cepat semenjak pengakuan cinta Alex dan juga Ella. Kedua pasangan itu tampak semakin romantis, mereka berdua kerap kali bertukar cerita dan pikiran. Karena setelah hari itu juga Ella mengajak Alex untuk saling terbuka satu sama lain. Bertujuan agar hubungan mereka semakin awet.
Hari ini adalah hari wisuda Ella gadis itu tampak begitu gugup saat ingin pergi ke kampus nya. Terlebih lagi Ella penasaran dengan nilai yang dia dapatkan nanti.
"Sayang .. berapapun nilai kamu nanti itu sudah yang terbaik, karena perjuanganmu selama ini itu sudah cukup menjadi pembuktian untuk diri kamu sendiri bahwa kamu termasuk murid pintar. Dan aku menjadi saksinya, bukankah setiap malam kamu telat tidur hanya untuk menyelesaikan tugas mu dengan sempurna. Jadi tidak usah khawatir karena kita akan mendapatkan segala sesuatu berdasarkan usaha yang kita keluarkan. Yakinlah kalau nanti nilai kamu akan bagus. Dan yakinlah karena aku akan selalu berada di sisi kamu!" Alex merengkuh tubuh ramping Ella ke dalam pelukannya. Peia itu melabuhkan ciuman bertubi-tubi di pucuk kepala Ella.
Hati wanita cantik itu berubah menghangat mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulut suaminya. Entah mengapa setiap Alex berucap pasti ada pelajaran di baliknya. Pria itu sangatlah bijak dan juga penyayang.
"Kakak jangan selingkuhin Ella, ya!" Wanita itu berucap lirih sambil mengeratkan pelukannya. Alex tersedak ludahnya mendengar ucapan Ella.
Selingkuh? Tak pernah terbayang perbuatan hina itu di otak Alex. Dia merupakan pria yang setia dan sikapnya meski ramah tapi bodoh amat pada lawan jenis. Alex tak pernah menatap lawan jenisnya lebih dari 3 detik terkecuali itu Ella, atau perempuan yang merupakan kerabat dekatnya.
Kenapa begitu? Karena Alex menjaga baik pandangan nya. Pandangan nya itu hanya milik Allah dan Ella. Pria itu hanya pantas melihat Ella.
"Sayang, kamu ini ada-ada saja. Mana mungkin aku selingkuhin kamu. Bisa-bisa di lempari panci aku sama kak David dan Aunty Margaret. Lagian jantung aku cuma berdetak saat dekat dengan kamu!" Alex mengecup bibir Ella sesaat namun wanita nakal itu menahan tengkuk Alex memperdalam ciuman sesaat itu agar semakin lama.
"Nakal kamu ya." Alex tersenyum lebar sambil mencolek hidung Ella. Pria itu terkekeh dengan perubahan sikap istrinya itu yang semakin agresif setiap harinya. Setelah acara buka puasa itu setiap malamnya Alex maupun Ella akan mengarungi cakrawala. Setiap malam mereka lewati dengan gairah yang menggebu-gebu.
Ella tersenyum manis sambil memutar dasi Alex. Wanita itu tak tahu entah mengapa akhir-akhir ini dirinya sangat ingin dekat dengan Alex dan bermanja-manja dengan suami nya itu.
__ADS_1
Setelah selesai obrolan hangat tersebut. Alex maupun Ella melakukan sarapan dengan memakan sepotong roti tawar dan susu. Setelah itu Alex mengantarkan Ella ke kampus. Dia juga ikut menemani acara wisuda Ella.
Banyaknya mahasiswa yang hadir di acara wisuda tersebut. Tempat tamu yang telah tersedia dan tertata rapi pun akhirnya mulai dipadati oleh para calon wisudawan, wisudawati dan para tamu undangan.
Acara yang telah teragendakan jauh-jauh hari oleh kampus tersebut pun Alhamdulillah berjalan dengan baik dan khidmat. Pasalnya hal yang demikian dapat dilihat, dipahami dan dicermati dari jalannya acara tersebut yang tidak molor (memerlukan banyak waktu).
Hari itu telah menjadi saksi bisu sejarah kehidupan (baik parsial/kolektif) yang menegaskan adanya sesuatu hal yang istimewa, penting dan berharga. Tentu saja semua itu dipandang dari framework umat manusia yang lumrah.
Entah itu mereka para wisudan ataupun wisudawati Tidak hanya itu, rasa bangga, syukur dan beruntung pun tatkala itu turut menghiasi, menghampiri diri para orang tua yang menjadi wali sekaligus saksi dari keberhasilan, kelulusan putra/putri yang disayangi. Hal yang demikian pun tampak real tatkala mimik wajahnya memberi aura bahagia yang berseri-seri. Keadaan yang sedang terjadi pun seakan-akan menjadi surga dunia yang real menerpa diri. Semua rasa yang menghiasi diri pun kala itu berubah, meluap menjadi satu-kesatuan yang terwakilkan oleh gembira, bahagia dan haru.
Tidak hanya berhenti sampai disana. Para wisudawan dan wisudawati pun tatkala itu seakan-akan menjadi pusat sorotan tersendiri. Dengan serentak ucapan selamat “Happy Graduation” pun sempat mewarnai buah bibir yang membisiki. Dengan sekejap mereka pun menjadi model tersohor yang tak tertandingi. Sehingga foto sana, foto sini pun seakan-akan menjadi bagian profesi yang ditekuni. Gestur, fashion dan mimik pun mereka pasang layaknya artis holywood yang disegani. Para fans (baik teman, adik kelas dan semacamnya) yang mengantri pun mereka layani dengan kemurahan dan senang hati.
__ADS_1
Begitu juga dengan Ella yang amat sangat bahagia karena nilai IPK nya amat tinggi dan cukup memadai bila Ella bekerja nanti. Sedikit miris yang di rasakan oleh Ella karena orang tuanya tak menghadiri acara penting nya itu. Namun semua itu dapat di gantikan oleh kehadiran Alex sang suami idamannya. Cukup Alex saja yang hadir sudah membuat Ella bahagia.
Wanita itu memakai baju toga, wajah nya yang cantik terlihat semakin menawan karena polesan make up yang sedikit tebal. Ella berlari menghampiri Alex yang berdiri merentangkan tangannya untuk Ella. Wanita itu masuk ke dalam pelukan hangat Alex.
"Ella sudah jadi sarjana hukum kak. Akhirnya perjuangan Elka selama ini tidak sia-sia. Ella mendapatkan nilai tertinggi!" Wanita itu menangis haru dalam dekapan suaminya itu.
Begitu juga dengan Alex yang ikut bahagia melihat istrinya juga bahagia. Tangan nya yang hangat mengusap lembut punggung Ella yang bergetar menangis. Pria itu tahu Ella bukan hanya menangis haru tapi juga menangis sedih karena orang tuanya tak ikut hadir. Di saat orang tua lain berlomba-lomba hadir di acara penting anak-anak maka orang tua Ella lebih memilih karir mereka. Sungguh miris hidup wanita itu.
Namun Allah maha adil karena telah menitipkan suami yang siap siaga seperti Alex. Pria itu mengecup pucuk kepala Ella bertubi-tubi guna mencurahkan kasih sayang nya untuk sang istri.
"Kakak bangga pada mu, El. Kamu hebat! Walaupun orang tua mu kurang memperdulikan mu. Tapi dengan bijak nya kamu melampiaskan kekesalan mu itu dengan belajar. Tidak seperti anak lain yang memilih merusak dirinya sendiri dengan alasan mereka kurang perhatian. Kamu hebat istri kecil ku! Suami mu ini bangga pada ku." Alex menangkup pipi Ella lalu mengusap pipi basah wanita itu.
Ella tersenyum dengan mata yang basah, hatinya terasa sangat mendengar ucapan Alex.
**Bersambung.
Author triple up hari ini.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**