
Setelah membuat kopi untuk David, Tari bertanya kepada OG yang lain dimana letak ruangan CEO mereka, ia pun langsung menuju ke lantai 57 yaitu lantai khusus ruangan David dan tangan kanannya.
"Haduh, kok aku gugup sih, huff inilah akibatnya aku tidak berpengalaman bekerja," gumamnya.
Tok tok tok.
"Masuk," teriak David dari dalam.
"Selamat siang pak," ujar Tari tersenyum ramah namun tak dibalas oleh David yang terlihat sibuk dengan berkasnya.
"Ini kopi nya pak," lanjut nya meletakkan kopi di atas meja, setelah itu ia langsung beranjak ingin keluar dari ruangan David namun tak disangka disaat Tari ingin meraih gagang pintu, seseorang sudah terlebih dulu membuka pintu hingga kepalanya terpentok pintu.
"Awww," ujar Tari meringis kesakitan mengusap kepalanya.
"Uppss sorry," ucap orang itu yang tak lain adalah Nesya, dengan tanpa rasa bersalah ia langsung berjalan menuju ke arah David yang hanya memandang kejadian tersebut dengan tatapan dingin nya.
"Apa anda tidak punya tata krama nona, seharusnya anda mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum anda masuk," ketus Tari menatap tajam ke arah Nesya.
Tampak seringai kecil di wajah David mendengar ucapan Tari, sedangkan Nesya wajahnya langsung berubah masam, ia menatap angkuh ke arah Tari.
"Hey OG, kamu ini cuma bawahan rendah di sini, jadi jangan berlagak berani dengan ku, apa kau tidak tahu siapa aku hah," sentak Nesya berdecak pinggang.
"Walaupun hanya bawahan rendahan di sini, tetapi kami selalu di ajarkan tentang tata Krama sebelum kami masuk ke sini," sarkas Tari menatap kesal ke arah Nesya dan David.
David yang melihat tatapan kesal dari pun mengernyitkan dahinya, ia tak mengerti kenapa Tari menatap nya kesal.
*K*enapa OG itu menatap ku seperti itu, kan yang salah Nesya bukan aku batin David bingung.
Dasar atasan tak bertanggung jawab, karyawan nya di aniaya oleh pacar nya, dia hanya diam saja, ternyata ini arti dari pasal satu yaitu bos selalu benar batin Tari kesal.
"Saya permisi pak," ujar Tari datar ingin keluar dari ruangan.
"Tunggu." Tari langsung menoleh ke arah David yang menatap nya intens, namun tak membuat Tari merasa gugup walaupun ia tahu kalau David sangat tampan.
Hati Tari sudah mati untuk cinta dan pria!!
"Iya pak."
"Siapa nama kamu?" Tanya David dengan suara berat nya.
"Ini pak," ujar Tari menunjukkan name tag di dada nya membuat David salah fokus, ia malah menatap ke arah dada Tari.
__ADS_1
Itu sangat besar batin David terpesona.
"Saya permisi pak," ujar Tari langsung cepat cepat keluar dari ruangan tersebut membuat David tersadar dari lamunan mesum nya.
****..ubi bakar ku bangun dari tidur nya batin David mengumpat kesal.
"Dav, nanti malam kita dinner yah," ujar Nesya duduk di pangkuan David.
"Jangan mimpi," tegas David langsung mendorong kasar tubuh Nesya ke lantai.
"Dav, kamu mau kemana," ujar Nesya kesal mengikuti David yang keluar dari ruangannya.
"Ke neraka," balas David dingin.
"Dav kenapa kamu selalu kasar dengan ku," rajuk Nesya bergelayut manja di lengan David.
"Jika aku lembut dengan wanita bermuka ular seperti mu, bisa bisa aku mati karena bisa mu," ketus David menepis tangan Nesya.
"Dav," teriak Nesya disaat David langsung masuk kedalam ruangan Doni, ruangan yang tak pernah di masuki oleh Nesya, karena ia takut akan sikap Doni yang lebih kasar daripada David.
Sial, aku akan terus berusaha agar mendapatkan hati kamu Dav, bila perlu aku santet kamu pakai jampi jampi batin Nesya kesal.
"We broke up a month ago
(Kami putus sebulan yang lalu)
Your friends aren't mine, you know, I know
(Teman-temanmu bukan milikku, kamu tahu, aku tahu)
You've moved on, found someone new
(Kamu sudah bangkit, menemukan seseorang yang baru)
One more girl who brings out the better in you
(Satu gadis lagi yang menonjolkan dirimu yang lebih baik)
And I thought my heart was attached
(Dan saya pikir hati saya terikat)
__ADS_1
For all the sunlight of our past
(Untuk semua sinar matahari masa lalu kita)
But she's so sweet, she's so pretty
(Tapi dia sangat manis, dia sangat cantik)
Does she mean you forgot about me?
(Apa maksud perempuan itu bahwa kamu melupakanku?)".
Tari bernyanyi dengan air mata mengalir di pipinya sambil membersihkan toilet, ia tak menyangka bahwa akhir dari hubungan nya dengan pak Lan harus berakhir seperti ini, ia mengingat kembali hari hari yang ia lewati bersama dengan pak Lan.
Kenapa Daddy tega dengan Tari, apakah waktu 5 tahun yang telah kita lewati tidak ada arti bagi Daddy, kenapa hanya Tari yang tampak tidak baik baik saja, sedangkan Daddy malah bersenang senang bersama dengan keluarga Daddy, jika saja dulu Tari mendengar nasihat dari Bunda pasti Tari tidak akan sesakit ini batin nya menangis.
"Tar, kamu kenapa?" tanya Rika yang baru selesai membersihkan toilet laki laki.
"Aku tidak apa apa kok," balas Tari dengan suara serak karena menangis.
"Apa kau merindukan Daddy mu itu?" Tanya Rika tanpa basa basi membuat Tari mengangguk kepalanya cepat.
"Huwaa hiks hiks aku rindu sama Daddy," tangis Tari langsung pecah dalam pelukan Rika.
"Buat apa kamu rindu dan memikirkan dia Tar, emang dengan kamu menangis dan rindu kepada nya seperti ini bisa membuat dia merasakan apa yang kamu rasakan juga? Tidak kan, jadi tidak usah membuang-buang energi dan air mata mu hanya dengan mengingat Daddy mu itu, dia sudah bahagia dengan keluarga nya Tar, kamu itu masih muda dan cantik, jadi buat apa kamu menjadi gadis pelakor, dan penghancur rumah tangga orang lain Tar.
Ingatlah bahwa hubungan mu dengan pak Lan itu memang salah, sudah seharusnya kalian berpisah, jangan merendahkan harga dirimu dengan menjadi gadis jahat yang merebut suami orang lain, apa kamu tidak pernah memikirkan sedikit pun perasaan istri dan anak pak Lan? Bagaimana kalau kamu di posisi mereka, betapa hancur nya hati mereka mengetahui suami dan ayah nya bermain api di belakang mereka Tar," terang Rika panjang lebar.
"Apakah cinta ku ini adalah sebuah kesalahan," tanya Tari di sela sela tangisnya.
"Bukan cinta mu yang salah, tapi orang yang kamu cintai itu salah, karena orang tersebut sudah memiliki cinta yang lain di hatinya nya," balas Rika mengusap punggung Tari yang bergetar.
Namun tanpa mereka sadari ada sepasang telinga yang mendengar percakapan Tari dan Rika, tampak seringai kecil di wajah orang tersebut.
**Bersambung.
hai kakak author balik lagi nih..
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..bantu karya author buat mendapatkan rangking karya baru🙏❤️🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**
__ADS_1